Kementerian ESDM Percepat Pembangunan PLTS Skala Besar

Teknisi melakukan pemeriksaan panel surya di gedung Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Selasa, 02 Juni 2026 | 17:51:52 WIB

JAKARTA - Pemerintah saat ini tengah menggenjot percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas mencapai 100 gigawatt (GW).

Langkah ini diambil guna memperkuat ketahanan energi nasional serta mengakselerasi transisi menuju penggunaan energi bersih.

Dalam tahap awal, proyek tersebut akan dimulai dengan pembangunan kapasitas 17 GW yang turut didukung oleh fasilitas penyimpanan energi berbasis baterai atau battery energy storage system (BESS) sebesar 33 GW.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, menyatakan bahwa pemerintah akan segera mempercepat proyek ketenagalistrikan berbasis tenaga surya ini.

Percepatan dilakukan dengan mematangkan regulasi dasar sekaligus memastikan ketersediaan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan proyek.

"Terkait dengan kelistrikan, kami berusaha untuk memperkuat sistem kelistrikan secara nasional. Dan di antaranya adalah eksekusi arahan Presiden untuk PLTS 100 gigawatt. Jadi kalau proyek PLTS 100 gigawatt kami akan lakukan percepatan dengan mempersiapkan basic regulasi dan segera mengeksekusi ketersediaan lahan," ungkap Yuliot di Jakarta, Kamis (29/5).

Mengenai lahan, Yuliot menyebut Kementerian ESDM telah berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN.

Hasil identifikasi menunjukkan adanya potensi lahan seluas sekitar 24.000 hektare di Pulau Jawa yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan proyek tersebut.

Selain aspek regulasi, pemerintah memprioritaskan penyediaan lahan sebagai faktor utama keberhasilan proyek.

Pada tahap awal, pemerintah menargetkan percepatan pembangunan PLTS sebesar 17 GW yang akan disandingkan dengan fasilitas penyimpanan energi baterai sekitar 33 GW.

"Percepatan akan kami mulai dengan membangun 17 gigawatt terlebih dahulu. Dan juga ada battery energy storage atau BASE yang kami bangun sekitar 33 gigawatt," tutur Yuliot.

Tahun ini, pemerintah optimistis dapat menambah 17 gigawatt energi terbarukan melalui PLTS skala nasional.

Target tersebut mencakup penambahan kapasitas PLTS serta pengurangan ketergantungan terhadap pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menginstruksikan percepatan transisi energi hijau, termasuk melalui pengembangan PLTS berskala besar.

Pemerintah menargetkan kapasitas terpasang PLTS nasional mencapai 100 GW pada 2029 sebagai bagian dari strategi energi bersih dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil.

Reporter: David Ilham