Kemenbud Berkomitmen Jaga Candi Borobudur Sebagai Warisan Budaya

Candi Borobudur abad ke-9 di Jawa Tengah (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Selasa, 02 Juni 2026 | 17:52:11 WIB

JAKARTA - Pemerintah lewat Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menegaskan komitmennya untuk menjaga dan memelihara Candi Borobudur sebagai salah satu warisan budaya dunia.

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengutarakan bahwa Borobudur bukan hanya tempat suci bagi jutaan umat Buddha, melainkan juga manifestasi fisik dari perjalanan batin manusia menuju sebuah pencerahan.

"Merawat Borobudur adalah merawat ingatan peradaban dan kami berkomitmen untuk terus melakukannya dengan sepenuh tanggung jawab bagi generasi yang akan datang,” kata Fadli Zon dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Kementerian Kebudayaan memberikan dukungan penuh pada penyelenggaraan rangkaian Hari Raya Waisak Nasional 2570 BE/2026, sekaligus bertindak sebagai Pelindung dalam kepanitiaan nasional perayaan Waisak tahun ini, ungkap Fadli Zon.

Fadli Zon menegaskan bahwa Waisak menjadi momen yang sangat istimewa bagi umat Buddha di seluruh dunia ketika menghadiri kegiatan Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 BE/2026 di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Minggu.

Kegiatan Dharmasanti menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, menguatkan nilai toleransi, serta meneguhkan semangat perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan mengusung tema “Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” serta subtema “Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia”.

Kementerian Kebudayaan berharap rangkaian perayaan Waisak Nasional tahun 2026 ini bisa terus memperkokoh nilai toleransi, menjaga keharmonisan antarumat beragama, serta memperkuat peran warisan budaya Indonesia sebagai ruang spiritual, kebudayaan, dan perdamaian dunia.

Sementara itu, Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Hartati Murdaya, dalam laporannya menyebutkan bahwa Dharmasanti bertujuan untuk memperkuat pengamalan Dharma, mempererat persatuan bangsa, serta membawa kedamaian bagi Indonesia.

Dukungan Kementerian Kebudayaan terhadap pelaksanaan rangkaian Waisak Nasional juga mendapatkan apresiasi darinya.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Menteri Kebudayaan atas dukungan dan semangat yang diberikan dalam mendukung pelaksanaan ibadah umat Buddha di kawasan budaya Candi Borobudur,” ujar Hartati Murdaya.

Hartati pun ikut menyinggung pentingnya pelestarian kawasan percandian Muaro Jambi sebagai salah satu pusat pembelajaran agama Buddha pada masa Kerajaan Sriwijaya abad ke-7 hingga ke-13.

Kawasan tersebut dikenal sebagai tempat Biksu besar asal India, Atisha Dipangkara, mempelajari ajaran Buddha kepada Mahaguru Dharmakirti.

Reporter: David Ilham