Menlu Iran Tegaskan Selat Hormuz Bukan Perairan Internasional

Selat Hormuz (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:14:13 WIB

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, menekankan bahwa Selat Hormuz tidak tergolong sebagai perairan internasional.

Ia pun memperingatkan pihak lawan mengenai komitmen Angkatan Bersenjata Iran dalam melindungi jalur air vital tersebut dari intervensi pihak luar.

"Selat Hormuz BUKAN perairan internasional tetapi dibagi antara Iran dan Oman, dan terletak ribuan mil jauhnya dari pantai Amerika Serikat. Batas maritim sangat jelas," tulis diplomat senior Iran itu dalam sebuah pernyataan di media sosial X pada hari Selasa (9/6), seperti diberitakan media Iran, Press TV, Rabu (10/6/2026).

Unggahan itu melampirkan peta titik rawan yang secara gamblang menunjukkan kontur pembagian wilayah negara pesisir Teluk Persia atas perairan regional, sekaligus menegaskan kedaulatan Iran dan Oman atas jalur air tersebut.

"Angkatan Bersenjata kami yang tangguh selalu siaga terhadap setiap pelanggaran wilayah udara, darat, atau perairan Iran. Pasukan asing di dekat wilayah kami selalu berisiko karena kesalahan manusia, kecelakaan biasa, atau berpotensi terjebak dalam baku tembak," tambah Menlu Iran tersebut.

"Untuk mengurangi risiko, solusi terbaik adalah agar pasukan asing segera meninggalkan lingkungan yang tidak akan pernah ramah terhadap kehadiran musuh," imbuhnya.

Araghchi juga menggarisbawahi bahwa Republik Islam tersebut lebih mengutamakan jalur diplomasi, namun Angkatan Bersenjata Iran telah membuktikan lewat berbagai peristiwa agresi asing terhadap negara itu bahwa "kami juga tahu bagaimana berbicara dalam bahasa lain."

Sebagai langkah balasan, Iran menutup koridor tersebut bagi musuh dan sekutu mereka pascaserangan Amerika-Israel yang menyasar Republik Islam itu.

Iran mulai memperketat kontrol setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kelanjutan blokade angkatan laut terhadap kapal serta pelabuhan Iran pada 13 April, yang dianggap melanggar ketentuan gencatan senjata yang diumumkan sebelumnya oleh dirinya sendiri.

Reporter: David Ilham