KKP Dorong Carbon Capture Storage demi Mitigasi Iklim Sektor Energi

KKP Dorong Carbon Capture Storage (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Kamis, 11 Juni 2026 | 22:41:18 WIB

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya meningkatkan penerapan Carbon Capture Storage (CCS).

Inisiatif ini dijalankan sebagai strategi mitigasi perubahan iklim sekaligus langkah memastikan keberlanjutan ekosistem laut.

Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut KKP, Kartika Listriana, menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber emisi maupun kapasitas penyimpanan karbon.

Pemerintah telah menetapkan target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 31,89 persen secara mandiri, dan hingga 43,20 persen dengan dukungan internasional pada 2030, sesuai dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC).

“Carbon capture storage menjadi solusi subsurface yang perlu didukung karena mampu mengurangi emisi karbon sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut,” ujar Kartika dalam siaran pers yang diterima pada Rabu (10/6/2026).

Kartika menyampaikan hal tersebut saat berbicara dalam sesi berbagi mengenai penataan ruang laut untuk sektor migas di Bali pada 8 Juni 2026.

Ia memaparkan bahwa pengembangan CCS berpotensi mendorong investasi melalui inovasi teknologi serta pencapaian target iklim nasional.

Keberhasilan CCS sangat bergantung pada kepastian tata ruang laut yang terintegrasi.

“Pengembangan CCS perlu didukung dengan kepastian regulasi, koordinasi lintas sektor, dan tata kelola yang baik. Salah satunya Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) sebagai instrumen yang memberikan kepastian berusaha dan mencegah potensi konflik pemanfaatan ruang,” jelasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Pemanfaatan Ruang Kolom Perairan dan Dasar Laut DJPRL, Didit Eko Prasetiyo, menambahkan bahwa pengembangan CCS yang sesuai dengan prinsip penataan ruang laut akan memperkuat transisi energi nasional dan ekonomi biru.

“Kegiatan CCS sendiri merupakan bagian dari pengembangan lapangan gas Abadi yang dikelola oleh INPEX Masela sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah diterbitkan KKPRLnya,” ujar Didit.

Chief Geophysicist INPEX Masela, Anky Fatwa, menegaskan bahwa CCS krusial untuk menekan emisi karbon, mengurangi kenaikan suhu, serta menekan keasaman laut.

“Proyek Abadi LNG berupaya mengurangi emisi CO? dengan cara menyuntikkannya ke dasar laut. Langkah ini sejalan dengan target Indonesia untuk mencapai net-zero emisi karbon serta rencana INPEX menuju masyarakat rendah karbon,” ungkapnya.

Reporter: David Ilham