Semen Padang Optimalkan Sistem Emisi Karbon demi Standar Global

PT Semen Padang memperkuat komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Kamis, 11 Juni 2026 | 22:41:18 WIB

JAKARTA - PT Semen Padang kian memantapkan dedikasinya terhadap operasional bisnis ramah lingkungan lewat penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kuantifikasi dan Pelaporan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Tingkat Organisasi.

Perhelatan yang dilaksanakan di Wisma Indarung, Padang, pada 9-11 Juni 2026 ini merupakan langkah perusahaan untuk mencapai standar internasional dalam manajemen emisi karbon.

Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa menuturkan, peningkatan sistem kalkulasi dan pelaporan emisi karbon adalah urgensi strategis perusahaan, utamanya guna memfasilitasi ekspansi pasar ekspor yang kian menuntut pemenuhan aspek keberlanjutan.

Menurut Andria, tuntutan tersebut kian terasa seiring dengan kenaikan volume ekspor PT Semen Padang, termasuk untuk semen tipe 52,5 N yang dikirim ke Reunion Island.

Dalam interaksi bersama mitra global, perusahaan diharuskan menunjukkan dedikasi pengendalian emisi lewat implementasi standar ISO 14064.

“Keberlanjutan kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses bisnis. Kemampuan menghitung, mengevaluasi, dan melaporkan emisi karbon secara terukur menjadi kebutuhan penting untuk mendukung transaksi bisnis di pasar internasional,” ujar Andria saat membuka kegiatan tersebut.

Ia mengungkapkan, selama ini PT Semen Padang telah melakukan kalkulasi emisi memakai metodologi yang umum dipakai industri semen dunia.

Walau begitu, sertifikasi ISO 14064 tetap diperlukan agar data emisi perusahaan mendapat pengakuan lebih luas secara global.

Andria berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan secara maksimal agar kompetensi yang didapatkan bisa diterapkan untuk membantu proses sertifikasi perusahaan.

“Di tengah persaingan industri semen yang semakin ketat, aspek keberlanjutan menjadi faktor penting yang dapat meningkatkan daya saing produk sekaligus membuka peluang pasar ekspor yang lebih luas,” katanya.

Kepala Unit Sistem Manajemen PT Semen Padang Arie Ronaldo menyebutkan, bimtek tersebut adalah fase awal dari inisiatif penguatan sistem penghitungan karbon perusahaan yang dijadwalkan tuntas pada Juli 2026.

Sebelumnya, PT Semen Padang sudah melakukan penghitungan emisi dengan metode World Business Council for Sustainable Development (WBCSD).

Data tersebut kelak menjadi fondasi penyusunan inventarisasi emisi sesuai standar ISO 14064-1:2018.

“Melalui bimtek ini, kami memastikan seluruh proses penghitungan karbon berjalan sesuai standar internasional, mulai dari pengumpulan data, metodologi perhitungan, hingga pelaporan dan verifikasi,” ujar Arie.

Pasca pelatihan rampung, perusahaan bakal membentuk tim khusus yang bertugas melakukan penghitungan emisi secara mandiri.

Tim tersebut dikepalai oleh Departemen Perencanaan dan Pengadaan Produksi dengan mengikutsertakan berbagai unit kerja yang berperan sebagai sumber data atau penghasil emisi.

Menurut Arie, hasil penghitungan karbon yang dilaksanakan peserta nantinya akan dinilai oleh tim pendamping sebelum masuk ke tahap verifikasi serta validasi oleh instansi berwenang.

“Target kami, pada Juli 2026 hasil penghitungan karbon PT Semen Padang sudah terverifikasi dan tervalidasi sehingga dapat digunakan sebagai data emisi yang diakui secara internasional,” katanya.

Ia menambahkan, kesiapan sistem penghitungan karbon juga krusial untuk menghadapi bermacam kebijakan pengendalian emisi, termasuk mekanisme Nilai Ekonomi Karbon (NEK) serta regulasi perdagangan internasional yang mengharuskan pelaporan jejak karbon produk.

“Persyaratan pelaporan karbon kini semakin banyak diterapkan, terutama untuk aktivitas ekspor ke sejumlah negara dan kawasan, termasuk pasar Eropa. Karena itu, kesiapan sistem penghitungan karbon menjadi kebutuhan strategis bagi perusahaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Padang Dindin Syafruddin memberikan apresiasi atas langkah PT Semen Padang yang dinilai sigap dalam penerapan pengelolaan emisi gas rumah kaca.

Menurut Dindin, sinergi antara dunia industri dan pemerintah sangat diperlukan untuk mempercepat transformasi menuju industri yang lebih berkelanjutan serta rendah karbon.

“PT Semen Padang menunjukkan komitmen nyata dalam penerapan standar keberlanjutan. Kami berharap perusahaan terus menjadi contoh bagi industri lain dalam mendukung pembangunan rendah karbon di Indonesia,” kata Dindin.

Melalui program ini, PT Semen Padang menegaskan langkahnya dalam memperkuat tata kelola lingkungan perusahaan sekaligus mengerek daya saing produk semen nasional di pasar global melalui penerapan standar keberlanjutan yang diakui secara internasional.

Reporter: David Ilham