Pemadaman Lampu Sejam di Jakarta Berhasil Kurangi 60 Ton Emisi

Kampanye penghematan energi Jakarta selama satu jam berhasil memangkas 60 ton emisi karbon. (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Senin, 15 Juni 2026 | 15:29:38 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan bahwa inisiatif hemat energi serta penurunan emisi karbon selama satu jam, yang digelar demi memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026 pada Sabtu (13/6), sukses memangkas emisi karbon sebesar 60,14 ton CO2e.

"Pemadaman lampu selama 60 menit bukan sekadar simbol, tetapi juga menjadi pengingat bahwa langkah sederhana yang dilakukan bersama-sama dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan. Dari kebiasaan kecil, kami bisa menciptakan perubahan besar untuk Jakarta yang lebih sehat dan berkelanjutan," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi di Jakarta, Minggu.

Langkah ini dilakukan guna mengampanyekan gaya hidup hemat energi sekaligus mengajak warga untuk ikut serta dalam upaya meminimalkan emisi gas rumah kaca.

Program tersebut menjadi wujud nyata komitmen Pemprov DKI Jakarta terkait pengendalian perubahan iklim dan realisasi pembangunan rendah karbon.

Merujuk pada data PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya), pemadaman yang digelar pada pukul 20.30–21.30 WIB itu mampu memotong konsumsi listrik hingga 75,18 MWh dan menghemat pengeluaran biaya listrik sampai Rp108.693.752.

"Pelaksanaan kegiatan tersebut mengacu pada Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemadaman Lampu dalam Rangka Penghematan Energi dan Pengurangan Emisi Karbon yang dilaksanakan secara berkala di Jakarta," ungkap Dudi.

Ia menilai, nominal penurunan emisi tersebut menjadi bukti nyata bahwa transformasi perilaku dalam mengonsumsi energi bisa memberikan dampak yang terukur jika dijalankan secara konsisten dan kolektif.

"Keberhasilan ini lahir dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pengelola gedung, pelaku usaha, komunitas, hingga warga yang ikut mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak digunakan selama aksi berlangsung," kata dia.

Pemprov DKI Jakarta pun senantiasa mengimbau masyarakat untuk menerapkan kebiasaan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari, contohnya dengan mematikan perangkat elektronik yang tidak dipakai dan memanfaatkan daya listrik secara bijak di hunian pribadi ataupun area kerja.

"Ketika jutaan warga melakukan langkah kecil yang sama secara konsisten, dampaknya akan sangat besar bagi kualitas lingkungan Jakarta. Menjaga bumi dan menghadirkan udara yang lebih bersih bukan hanya tugas pemerintah, melainkan gerakan bersama seluruh masyarakat," ujarnya.

Gerakan pemadaman lampu ini dilangsungkan pada Sabtu (13/6) yang menyasar berbagai lokasi strategis serta ikon kota Jakarta, di antaranya Monumen Nasional (Monas), Patung Arjuna Wiwaha, Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Patung Pemuda, Patung Jenderal Sudirman, hingga area Balai Kota DKI Jakarta.

Reporter: David Ilham