JAKARTA – Langkah mempercepat transisi energi bersih di Indonesia mendapat dorongan baru melalui investasi strategis pada sektor teknologi hijau.
PT Nusantara Quantum Intelligence (PT NQI) resmi menyepakati perjanjian usaha patungan (joint venture) bernilai multi-juta dolar dengan korporasi teknologi energi hijau asal Tiongkok, Hosen-X Shenzhen, guna mendirikan pabrik baterai serta pabrik wafer panel surya di Indonesia.
Kemitraan ini menjadi salah satu pijakan krusial dalam memperkokoh rantai pasok energi terbarukan domestik sekaligus menyokong target pemerintah untuk mendongkrak pemanfaatan energi bersih dan kendaraan listrik.
Prosesi penandatanganan kesepakatan dilangsungkan di Shenzhen, Tiongkok, yang dihadiri oleh Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Pendiri PT NQI Walter Kaminski, Chairman Harlan, serta Presiden Perusahaan Sam Lee.
Lewat kolaborasi tersebut, Indonesia tidak sekadar menjadi pasar konsumsi bagi teknologi energi hijau, melainkan bertransformasi menjadi basis manufaktur yang berkontribusi dalam produksi baterai berteknologi tinggi serta komponen utama panel surya untuk menyuplai kebutuhan domestik maupun ekspor.
Sepasang proyek utama yang bakal digarap meliputi pendirian fasilitas manufaktur baterai dengan standar smart manufacturing serta pabrik wafer panel surya yang diproyeksikan mampu mendongkrak efisiensi sekaligus menekan ongkos produksi energi surya di dalam negeri.
CEO dan Pendiri PT NQI Walter Kaminski memaparkan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis demi mengakselerasi kemandirian energi hijau Indonesia melalui transfer teknologi serta penguatan kapasitas industri nasional.
“Kerja sama ini jadi tonggak penting dalam membangun fondasi industri energi hijau Indonesia. Kami tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga membawa transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan kemampuan manufaktur berkelas dunia ke Indonesia,” ujar Walter dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).
Melalui pandangannya, pendirian pabrik baterai dan wafer surya ini bakal menghadirkan nilai tambah yang masif bagi perekonomian nasional sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia di dalam rantai pasok global energi terbarukan.
“Indonesia berpotensi besar menjadi pusat produksi teknologi energi bersih di kawasan. Dengan dukungan teknologi Hosen-X dan kapasitas manufaktur yang akan dibangun bersama, kami ingin mempercepat lahirnya ekosistem energi hijau mandiri, efisien, dan berkelanjutan,” katanya.
Di samping pengadaan fasilitas produksi, kemitraan ini pun membuka akses bagi Indonesia terhadap beragam inovasi teknologi energi hijau mutakhir kepunyaan Hosen-X, mulai dari kendaraan listrik roda dua berbasis sistem penukaran baterai, teknologi baterai sodium-ion, sistem penyimpanan energi skala besar (Energy Storage System/ESS), hingga platform Virtual Power Plant (VPP) yang berbasis kecerdasan buatan.
Inovasi tersebut dipandang mampu menjadi solusi tepat untuk menunjang integrasi energi terbarukan ke dalam jaringan listrik nasional.
Pemanfaatan ESS dan VPP mempermudah tata kelola pasokan energi surya serta angin secara lebih efisien, sekaligus membantu stabilitas sistem kelistrikan agar tetap terjaga.
Pabrik baterai yang didirikan nantinya juga ditargetkan memproduksi sel baterai berkinerja tinggi serta lini perakitan paket baterai demi menyuplai kebutuhan kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi yang terus melonjak.
Sementara itu, pabrik wafer panel surya diharapkan sanggup memperkokoh industri fotovoltaik nasional lewat penyediaan komponen utama panel surya dari dalam negeri, sehingga meminimalkan ketergantungan terhadap impor sekaligus menaikkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).
Walter mengimbuhkan bahwa investasi ini menjadi bagian dari visi jangka panjang demi mempercepat penyerapan energi bersih sekaligus menyokong agenda dekarbonisasi Indonesia.
“Kami melihat masa depan energi berada pada kombinasi antara energi terbarukan, penyimpanan energi yang andal, dan sistem manajemen berbasis AI. Indonesia berpeluang besar untuk memimpin transformasi tersebut di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.
PT NQI bersama Hosen-X membidik proses groundbreaking fasilitas manufaktur di Indonesia ini dapat segera dimulai dalam waktu dekat.
Kemunculan dua fasilitas strategis ini diharapkan mampu menjadi pemantik pertumbuhan industri energi hijau nasional, menyediakan lapangan kerja baru, serta mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon.