APL Perluas PLTS Atap di Jatim demi Pangkas Emisi Karbon
JAKARTA - PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL) memperluas cakupan penggunaan energi terbarukan dalam jaringan operasionalnya.
Langkah terkini dilakukan dengan meresmikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di fasilitas distribusi Jawa Timur sebagai upaya menekan emisi karbon serta mendukung transisi energi bersih di Indonesia.
Peresmian PLTS atap tersebut dilakukan bertepatan dengan momen peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Fasilitas yang menempati area seluas 883,32 meter persegi itu memiliki kapasitas terpasang sebesar 202,2 kWp dan mampu memproduksi listrik sekitar 292.237 kWh per tahun.
Presiden Direktur PT Anugerah Pharmindo Lestari Christophe Piganiol menuturkan, perusahaan terus berupaya mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam operasional bisnisnya, termasuk melalui pemanfaatan energi bersih.
"Layanan kesehatan dan keberlanjutan sangat berkaitan erat. Di saat kami berupaya membuat layanan kesehatan menjadi lebih mudah diakses di seluruh Indonesia, kami juga memiliki tanggung jawab untuk mendukung masa depan yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat yang kami layani,” kata Christophe dalam siaran pers, Rabu (17/6/2026).
APL memproyeksikan PLTS atap di Jawa Timur ini mampu mengurangi emisi karbon sekitar 264 ton setara karbon dioksida per tahun.
Jumlah tersebut setara dengan manfaat lingkungan dari penanaman sekitar 1.056 pohon setiap tahunnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sidoarjo Moh.
Bahrul Amig menilai keterlibatan sektor swasta merupakan faktor krusial dalam mengakselerasi pengembangan energi bersih di tanah air.
"Kolaborasi antara pemerintah dan industri sangat penting dalam mempercepat transisi menuju energi bersih. Peresmian PLTS atap di APL Jawa Timur sejalan dengan misi Kabupaten Sidoarjo dalam membangun infrastruktur ekonomi dan sosial yang modern dan berkeadilan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan," ujar Amig.
Ketua Tim Inspeksi Fasilitas Obat Balai Besar Pengawas Obat dan Makaian (BBPOM) Surabaya Wahyuwasti Kiki M menyatakan, penggunaan energi yang lebih bersih di sektor kesehatan dapat mendukung target lingkungan serta kesehatan masyarakat secara bersamaan.
"Upaya APL untuk mengadopsi sumber energi yang lebih bersih mencerminkan pendekatan berorientasi masa depan yang sejalan dengan tujuan lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat yang lebih luas," kata Kiki.
Pembangunan PLTS atap di fasilitas Jawa Timur ini terlaksana berkat kerja sama dengan PT Investasi Hijau Selaras (HIJAU).
Presiden Direktur HIJAU Victor Samuel menyebut proyek ini menunjukkan bahwa sektor kesehatan mampu berjalan beriringan dengan penerapan solusi energi bersih.
"Kami sangat bangga dapat mendukung APL dalam mentransformasi lanskap energi Indonesia melalui penerapan pembangkit listrik tenaga surya atap. Sektor kesehatan adalah salah satu pilar utama masyarakat, dan inisiatif ini menunjukkan bagaimana keunggulan operasional di bidang kesehatan dapat selaras dengan solusi energi bersih yang berkelanjutan," ujar Victor.
Sebelumnya, APL telah memasang PLTS di National Distribution Center Cikarang serta titik distribusi Medan.
Dengan tambahan fasilitas di Jawa Timur, total produksi energi bersih tahunan dari seluruh instalasi PLTS APL diperkirakan mencapai 1,4 GWh dengan potensi pengurangan emisi sekitar 1.000 ton setara karbon dioksida per tahun.
Selain pengembangan PLTS, APL kini mulai menerapkan elektrifikasi armada distribusi secara bertahap serta melakukan audit energi di sejumlah fasilitas guna meningkatkan efisiensi penggunaan energi.