PC Ketapang II Mulai Fabrikasi Proyek Lapangan Bukit Panjang
JAKARTA - PC Ketapang II Ltd. (PCK2L), anak perusahaan Searah Limited (perusahaan patungan Eni dan Petronas), telah memulai tahapan First Steel Cutting untuk proyek pengembangan Lapangan Bukit Panjang di Wilayah Kerja Ketapang, lepas pantai Jawa Timur.
Langkah tersebut menjadi pencapaian penting bagi kelanjutan proyek setelah berhasil mendapatkan persetujuan Keputusan Investasi Akhir (Final Investment Decision/FID) pada April lalu.
Dengan target beroperasi pada tahun 2028, proyek pengembangan di lapangan Bukit Panjang ini diproyeksikan dapat mendongkrak volume produksi migas di Wilayah Kerja tersebut, guna membantu pemenuhan energi di Jawa Timur dan memperkuat target peningkatan produksi migas secara nasional.
Djoko Siswanto selaku Kepala SKK Migas mengutarakan bahwa dimulainya proses fabrikasi untuk fasilitas produksi ini menjadi bukti nyata komitmen dari para pemangku kepentingan dalam mempercepat pengembangan sumber daya migas domestik.
“Pencapaian FID dan dimulainya kegiatan fabrikasi untuk Lapangan Bukit Panjang menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi sektor hulu migas Indonesia. SKK Migas akan terus mendukung pelaksanaan proyek strategis seperti ini agar dapat berjalan dengan aman, tepat waktu, dan memberikan kontribusi optimal bagi pencapaian target produksi nasional,” kata Djoko dalam keterangannya, Kamis (18/6).
Ia berpandangan, percepatan dalam penyelesaian proyek ini akan membuat kontribusi Lapangan Bukit Panjang terhadap produksi migas nasional terwujud lebih cepat.
“Semakin cepat tentu semakin baik. Kami berharap tahun depan Lapangan Bukit Panjang dapat onstream dengan tambahan produksi kondensat sekitar 1.000 BOPD serta menghasilkan LPG sampai dengan 189 metrik ton per hari atau setara sekitar 2.170 BOEPD,” tambahnya.
Memiliki perkiraan puncak produksi mencapai 50 MMSCFD, Lapangan Bukit Panjang ke depannya bakal dikembangkan melalui pembangunan fasilitas produksi lepas pantai yang terhubung langsung dengan infrastruktur eksisting di Lapangan Bukit Tua, yang berlokasi di Wilayah Kerja Ketapang dan telah beroperasi sejak tahun 2015.
Yuzaini Md Yusof selaku Presiden Direktur PCK2L menyatakan bahwa proyek pengembangan Lapangan Bukit Panjang ini merupakan wujud komitmen dari pihak perusahaan untuk mengoptimalkan nilai aset yang dimiliki lewat metode pengembangan yang efisien serta berkelanjutan.
“Pengembangan Lapangan Bukit Panjang mencerminkan komitmen kami untuk mengoptimalkan potensi aset yang ada melalui penerapan teknologi efisien dan pengembangan berkelanjutan. Kami berterima kasih atas dukungan penuh yang telah diberikan oleh Pemerintah Indonesia dan SKK Migas, serta menantikan kerja sama yang erat selama proses pengembangan ini,” ujarnya.
Searah Limited, yang telah resmi beroperasi sejak 1 Juni 2026, ialah entitas patungan kepunyaan PETRONAS dan Eni dengan porsi pembagian kepemilikan saham masing-masing sebesar 50 persen.
Perusahaan konsorsium ini menggabungkan sejumlah aset pilihan yang berada di Malaysia serta Indonesia, dengan mayoritas lokasi berada di Jawa Timur, sebagai langkah kemitraan strategis demi memperkuat nilai portofolio, mendukung pengembangan energi yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan ketahanan energi di tingkat regional.