ELSA Cari Cadangan Migas Baru via Survei Seismik 3D Kandawulo

ELSA Cari Cadangan Migas (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Jumat, 19 Juni 2026 | 16:31:12 WIB

JAKARTA - PT Elnusa Tbk (ELSA) melaksanakan Proyek Seismik Offshore 3D Kandawulo di wilayah perairan Selat Makassar sebagai langkah nyata mendukung penemuan cadangan minyak dan gas bumi (migas) baru sekaligus memperkokoh ketahanan energi di dalam negeri.

Kegiatan survei seismik ini mengover wilayah seluas kurang lebih 2.500 kilometer persegi dengan kedalaman laut yang menggapai 2.000 meter.

Situasi tersebut menempatkan Kandawulo sebagai salah satu agenda survei seismik laut dalam yang memiliki tingkat kerumitan tinggi di Indonesia.

Demi memperoleh data bawah permukaan yang jauh lebih presisi, ELSA mengimplementasikan teknologi seismik broadband yang berlandaskan metode Marine Streamer.

Inovasi ini sanggup memproduksi pencitraan geologi dengan resolusi tinggi, sehingga mampu mendongkrak kualitas interpretasi atas potensi hidrokarbon.

Tindakan akuisisi data ini ditopang oleh sistem navigasi, positioning, serta quality control yang terpadu, yang memosisikan pemantauan kualitas data secara real time sepanjang survei bergulir.

Di samping itu, penerapan dari konfigurasi slanted tow ikut menaikkan kualitas sinyal yang didapat, sehingga membuahkan gambaran struktur bawah permukaan yang lebih jernih serta akurat.

Data seismik yang diperoleh ini diharapkan sanggup meminimalkan risiko eksplorasi sekaligus mempertebal level keyakinan dalam pengembangan wilayah kerja migas yang baru.

Direktur Operasi ELSA, Andri Haribowo, mengemukakan bahwa proyek ini merefleksikan peningkatan kapabilitas teknologi serta operasional emiten dalam menopang industri energi domestik.

“Melalui pemanfaatan teknologi seismik broadband dan kapabilitas operasional offshore yang semakin kuat, ELSA tidak hanya menghadirkan data berkualitas tinggi bagi pelanggan, tetapi juga turut berkontribusi dalam membuka peluang penemuan cadangan migas baru yang dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi Indonesia. Proyek Kandawulo menunjukkan bagaimana teknologi dan inovasi dapat menjadi enabler utama dalam mendukung target peningkatan produksi migas nasional,” tulis Andri dalam keterangan resmi BEI (18/6)

Dalam pengerjaan proyek ini, ELSA menjalin kemitraan dengan PT COSL Indo selaku penyedia armada kapal dan peranti seismik.

Sinergi tersebut menyokong eksekusi survei laut dalam yang menuntut teknologi serta kompetensi operasional dengan standar yang tinggi.

Pencapaian pada proyek Kandawulo ini kian memantapkan posisi ELSA sebagai penyedia jasa energi terintegrasi yang andal dalam melangsungkan survei seismik di area laut dalam.

Perusahaan pun menegaskan dedikasinya untuk mengeksekusi tiap-tiap proyek berlandaskan asas kualitas, keselamatan kerja, ketepatan lini masa, serta efisiensi anggaran demi menyokong kemajuan industri migas di tanah air.

Berdasarkan chat-bot internal yang mengacu pada data IDNFinancials, raihan kinerja keuangan ELSA pada kuartal kesatu tahun 2026 adalah sebagai berikut:

Pendapatan: Rp3,62 Triliun

Laba Operasi: Rp224,64 Miliar

Laba Bersih (Kuartal): Rp189,56 Miliar

Net Margin: 5,24%

EPS: 25,97

Total Aset: Rp11,02 Triliun

Ekuitas: Rp5,50 Triliun

Liabilitas: Rp5,52 Triliun

ROE (Annualized, Estimasi): 13,78%

ROA (Annualized, Estimasi): 6,88%

DER: 1,00x

ELSA membukukan perolehan laba bersih yang tergolong kuat pada kuartal pertama tahun 2026 lewat raihan pendapatan senilai Rp3,62 Triliun.

Indikator profitabilitas layaknya net margin, ROE, serta ROA memperlihatkan efisiensi operasional yang berada di level moderat.

Kondisi struktur permodalan dengan angka DER sebesar 1,00x menandakan bahwasanya jumlah liabilitas hampir berimbang dengan total ekuitas yang dimiliki. (DH)

Reporter: David Ilham