Tim Gabungan Survei Sumur Tua Potensi Migas di Lamongan

Tim gabungan saat melakukan survei sumur tua di Dusun Gebangan (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Jumat, 19 Juni 2026 | 16:31:12 WIB

LAMONGAN - Tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Lamongan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, SKK Migas, Pertamina, serta unsur TNI dan Forkopimcam melaksanakan peninjauan dan verifikasi langsung ke lapangan pada beberapa sumur tua yang disinyalir menyimpan kandungan minyak dan gas bumi (migas) di daerah Kabupaten Lamongan, Kamis (18/6/2026).

Salah satu lokasi yang disasar dalam pengecekan berada di kawasan milik Perhutani di Dusun Gebangan, Desa Kalitengah, Kecamatan Sugio.

Sumur lawas tersebut dilaporkan sempat memperlihatkan indikasi zat yang diduga berkaitan dengan kandungan migas, sehingga membutuhkan pengkajian yang lebih mendalam dari tim ahli.

Kegiatan pengecekan ini dikoordinasikan oleh Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Lamongan, Nurul Minin.

Dalam pelaksanaan agenda itu, turut hadir utusan dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, SKK Migas Regional Jawa Timur, Pertamina PEP Zona 11 Jawa Timur, Forkopimcam Sugio, Pemerintah Desa Kalitengah, serta jajaran instansi terkait lainnya.

Setibanya di lokasi sasaran, tim langsung melakukan pemeriksaan fisik pada sumur, verifikasi lapangan, serta penghimpunan data primer untuk mendeteksi potensi sumber daya alam di tempat tersebut.

Tidak hanya di Kecamatan Sugio, tim gabungan melanjutkan pemantauan ke lokasi berikutnya di Desa Sekidang, Kecamatan Sambeng.

Lokasi kedua ini juga dilaporkan memiliki sumur lawas yang diduga menyimpan potensi migas sehingga membutuhkan penelitian yang lebih menyeluruh.

Upaya peninjauan ini digelar sebagai wujud tindakan pemerintah dalam memetakan potensi kekayaan alam di wilayah Lamongan sekaligus memastikan kondisi lingkungan sekitar tetap aman terkendali.

Danramil 0812/13 Sugio, Kapten Arm Yudhi Kurniadi, yang turut mendampingi kegiatan tersebut menyampaikan bahwa keterlibatan TNI bersama jajaran Forkopimcam bermaksud untuk mendukung kelancaran proses pengecekan serta menjaga situasi keamanan sepanjang kegiatan berlangsung.

“Pendampingan ini merupakan bentuk sinergi antara TNI, Forkopimcam, dan instansi teknis untuk memastikan proses pengkajian potensi alam berjalan aman dan lancar. Selain itu, kami juga ingin mengantisipasi kemungkinan dampak lingkungan yang dapat muncul bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Menurut penjelasannya, data hasil peninjauan dan pemeriksaan teknis ini nantinya akan dipakai sebagai dasar bagi instansi terkait dalam menentukan langkah selanjutnya terhadap potensi kandungan migas yang ditemukan di kawasan tersebut.

Pemerintah berharap proses identifikasi ini dapat memberikan kejelasan yang lebih utuh terkait potensi sumber daya energi di Kabupaten Lamongan.

Jika terbukti memiliki kandungan migas yang bernilai ekonomis, hasil temuan ini berpeluang menjadi salah satu aset strategis daerah yang bisa menopang sektor energi sekaligus pembangunan wilayah ke depan.(*)

Reporter: David Ilham