Produksi Padi Jateng Tembus 6,69 Juta Ton, Ahmad Luthfi Pantau Panen

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Kamis, 25 Juni 2026 | 14:45:27 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggenjot hasil panen padi demi mencapai target nasional sebanyak 10,5 juta ton pada tahun 2026.

Hingga kurun waktu Januari hingga Juli 2026, hasil padi di Jawa Tengah diperkirakan mencapai 6,69 juta ton gabah kering giling (GKG), yang berarti telah memenuhi 63,43 persen dari sasaran produksi tahun 2026.

Prestasi tersebut diungkapkan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri acara Panen Raya Padi bersama petani di Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, pada hari ini.

Dalam agenda tersebut, Luthfi ikut memanen padi menggunakan combine harvester, memeriksa proses pengolahan lahan setelah panen, serta berbincang dengan para petani maupun pihak terkait di sektor pertanian.

Luthfi menuturkan bahwa panen raya ini merupakan bentuk rasa syukur atas keberhasilan sektor pertanian di daerahnya. Walau demikian, ia meminta semua pihak untuk mulai mempersiapkan langkah pencegahan dalam menghadapi musim kemarau.

"Ke depan tantangannya adalah perubahan musim. Perkiraannya musim kemarau akan panjang. Karena itu seluruh bupati dan wali kota harus melakukan mapping (pemetaan) wilayah yang terdampak kekeringan agar target swasembada pangan dapat terpenuhi," kata Luthfi dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/2026).

Berbagai upaya pencegahan akan dilakukan melalui pipanisasi, pembuatan sumur, pemanfaatan sumber air baku, dan penyaluran bantuan pompa sesuai kebutuhan lapangan. Dalam diskusi tersebut, para petani mengutarakan berbagai harapan, mulai dari kebutuhan air untuk musim tanam ketiga (MT III), penyediaan jaringan listrik untuk sumur pertanian, bantuan alat combine harvester, mesin pengolah tanah, hingga perbaikan jalan usaha tani dan jaringan irigasi.

Merespons hal tersebut, Luthfi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen memaksimalkan bantuan sarana dan prasarana pertanian.

Terkait alat panen, pemerintah provinsi akan mengatur pemakaian combine harvester milik provinsi secara bergiliran serta mengajukan permohonan tambahan bantuan alat mesin pertanian ke Kementerian Pertanian. Di samping itu, Jawa Tengah telah mendapatkan sekitar 17 ribu unit pompa untuk disalurkan demi membantu pengairan lahan selama musim kemarau.

"Yang penting air sampai ke sawah dan kebutuhan petani terpenuhi," ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Tim Pelaksanaan Urusan Pengendalian Pelaksanaan Sungai Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Rizhali Triutomi Sahan, menjamin ketersediaan air irigasi untuk wilayah Bendosari dan sekitarnya masih aman hingga Oktober 2026.

"Tidak ada rencana penutupan aliran irigasi, sehingga kebutuhan air untuk musim tanam ketiga tetap dapat terjaga," tegasnya.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menambahkan bahwa para petani telah berkontribusi besar dalam mempertahankan ketahanan pangan.

"Kami terus berupaya mendukung petani melalui bantuan alsintan, pembangunan irigasi, sumur dalam, dan jalan usaha tani. Namun kami juga berharap dukungan dari pemerintah provinsi agar kebutuhan petani bisa terpenuhi secara optimal," tutup Etik.

Reporter: David Ilham