Kemenkop-Rumah Energi Perkuat Koperasi dalam Transisi Energi
JAKARTA - Kementerian Koperasi Republik Indonesia bersama Yayasan Rumah Energi (Rumah Energi) memperkokoh komitmen untuk memajukan posisi koperasi sebagai pemain kunci dalam transisi energi berbasis komunitas di tanah air.
Komitmen ini diimplementasikan melalui penyebarluasan Handbook Praktis Panduan Pengembangan PLTS Berbasis Koperasi Hijau dan penyampaian rekomendasi kebijakan dari rangkaian lokakarya Readiness of Indonesia Solar Energy Series (RISE Series): Green Cooperative Workshop Series toward Indonesia’s 100 GW Solar PV Target di Jakarta pada Selasa (23/6).
Saran kebijakan yang dirumuskan meliputi perlunya penyederhanaan aturan, pembentukan skema blended finance untuk model bisnis koperasi energi terbarukan, penguatan kapasitas kelembagaan koperasi, serta integrasi koperasi ke dalam agenda dekarbonisasi dan transisi energi nasional.
Nota Kesepahaman juga telah ditandatangani secara terpisah oleh pihak Kementerian Koperasi Republik Indonesia dan Rumah Energi.
Direktur Eksekutif Rumah Energi, Sumanda Tondang menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan upaya strategis guna mengintegrasikan temuan lapangan dengan penerapan langsung di tengah masyarakat.
“Sejak 2021, Rumah Energi telah mengembangkan pendekatan Koperasi Hijau melalui berbagai kajian, program pendampingan, serta pengembangan model bisnis energi terbarukan berbasis koperasi. Kerja sama ini menjadi fondasi penting untuk mempercepat implementasi berbagai model tersebut sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai aktor utama dalam mendukung transisi energi Indonesia,” ujar Sumanda.
Kemitraan ini menjadi langkah krusial dalam mendukung realisasi target nasional pembangunan 100 Gigawatt (GW) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Dalam kebijakan tersebut, koperasi direncanakan menjadi salah satu pilar utama pengembangan energi terbarukan yang bersumber dari masyarakat.