Indonesia Dorong Tiga Agenda Strategis di Forum FCLP London

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Kamis, 25 Juni 2026 | 15:01:32 WIB

JAKARTA – Indonesia membawa tiga agenda pokok dalam pertemuan Forest and Climate Leaders’ Partnership (FCLP) di London, yakni mendorong terciptanya pasar karbon berintegritas tinggi, menguatkan International Tropical Peatland Center (ITPC), dan mengembangkan World Mangrove Center (WMC) sebagai wadah kerja sama global guna mendukung aksi iklim serta sektor kehutanan.

Komitmen tersebut diutarakan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kala menghadiri acara Ministerial Event FCLP bertema From Glasgow to Addis Ababa: Building Momentum on Forests from COP30 to COP32 di Kew Gardens, London, pada Selasa (23/6/2026).

Bagi Raja Juli, tantangan yang ada saat ini tidak lagi hanya sebatas menaikkan ambisi aksi iklim, namun memastikan seluruh komitmen itu direalisasikan lewat kolaborasi konkret dan pendanaan yang berkelanjutan.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah kemitraan yang kuat, kerja sama yang praktis, dan investasi yang berkelanjutan agar komitmen perlindungan hutan benar-benar menghasilkan dampak di lapangan,” ujarnya.

Agenda awal yang diusung Indonesia adalah pengembangan pasar karbon berintegritas tinggi sebagai sarana untuk menambah pendanaan konservasi, pemulihan ekosistem, pengelolaan hutan lestari, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan.

Pemerintah, tutur Raja Juli, terus memantapkan tata kelola perdagangan karbon melalui pembenahan regulasi yang menjamin kepastian hukum, transparansi, serta kredibilitas lingkungan.

Indonesia meyakini pasar karbon yang berintegritas mampu menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan pendanaan global demi perlindungan hutan.

Agenda kedua ialah penguatan International Tropical Peatland Center (ITPC) selaku pusat kerja sama internasional dalam pengelolaan lahan gambut tropis yang bertumpu pada sains, inovasi, pengembangan kapasitas, serta pertukaran pengalaman.

Memiliki sekitar 13 juta hektare ekosistem gambut tropis, Indonesia mengajak negara anggota FCLP untuk mempererat kolaborasi lewat ITPC guna mengembangkan solusi berbasis sains dalam tata kelola gambut yang berkelanjutan.

Sedangkan agenda ketiga adalah memperkuat World Mangrove Center (WMC) sebagai pusat kolaborasi dunia dalam pengelolaan ekosistem mangrove melalui perumusan kebijakan, riset, inovasi, serta peningkatan kapasitas.

Indonesia mengajak negara-negara anggota FCLP untuk turut serta dalam pengembangan WMC agar pengetahuan, teknologi, serta pengalaman dalam pengelolaan mangrove dapat dimanfaatkan lebih luas untuk mendukung mitigasi perubahan iklim, konservasi keanekaragaman hayati, ketahanan wilayah pesisir, serta pembangunan ekonomi masyarakat.

Sebagai negara yang memiliki kurang lebih 3,4 juta hektare mangrove atau mencakup 23 persen dari total mangrove dunia, Indonesia menyatakan kesiapan untuk berbagi pengalaman serta praktik terbaik dalam pengelolaan ekosistem tersebut.

Dalam forum tersebut, Indonesia juga menegaskan tekadnya untuk meningkatkan keterlibatan dalam Forest and Climate Leaders’ Partnership serta memperluas kemitraan dengan negara anggota maupun mitra pembangunan guna mendorong solusi kehutanan yang dapat diimplementasikan secara nyata.

Reporter: David Ilham