Pertamina NRE Sukses Raup ROI 43,4 Persen dari Bisnis di Filipina

Pertamina NRE membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan proyek energi terbarukan (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Selasa, 30 Juni 2026 | 16:11:54 WIB

JAKARTA - PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperoleh profit signifikan pasca melakukan penanaman modal di perusahaan energi terbarukan asal Filipina, Citicore Renewable Energy Corporation (CREC).

Setelah membeli 20 persen saham CREC pada Juni 2025, Pertamina NRE kini menikmati pembagian dividen serta tingkat pengembalian investasi (return on investment/ROI) sebesar 43,4 persen.

Sampai kuartal II 2026, nilai kapitalisasi pasar CREC melonjak hampir 50 persen, dari sekitar 600 juta dolar Amerika Serikat menjadi mendekati 900 juta dolar Amerika Serikat.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Investment Management, Pandu Patria Sjahrir, menilai penanaman modal Pertamina NRE di CREC tidak sekadar menghasilkan nilai tambah secara keuangan, tetapi turut mempunyai kegunaan strategis dalam jangka panjang untuk kerja sama energi bersih di lingkup ASEAN.

"Kami mendukung inisiatif investasi PNRE dalam industri energi terbarukan di CREC karena ini bukan hanya sekedar value creation tetapi secara jangka panjang ada nilai strategis dalam bentuk potensi cross selling diantara kedua negara tetangga dan bagian dari ASEAN seperti ekspor produk panel surya/solar PV produksi anak perusahaan PNRE, transfer teknologi dan penempatan tenaga kerja Indonesia di industri energi terbarukan yang berkembang baik di Filipina," ujar Pandu dari Sumbernya di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina NRE, Sri Nur Hidayati, menuturkan raihan tersebut membuktikan langkah investasi anorganik yang dilakukan perusahaan sanggup memberikan keuntungan finansial sekaligus memperkokoh posisi Pertamina NRE dalam bidang energi bersih kawasan Asia Tenggara.

"Pembagian dividen dari CREC dalam kurun waktu setahun menjadi bukti bahwa investasi yang kami lakukan tidak hanya memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang, tetapi juga telah memberikan manfaat finansial yang nyata. Keberhasilan ini semakin memperkuat komitmen Pertamina NRE dalam mengembangkan portofolio investasi yang sehat, produktif, dan berkelanjutan," kata Sri dari Sumbernya.

Selain menyumbang kontribusi bagi kinerja keuangan, penanaman modal tersebut juga memperkuat portofolio usaha energi terbarukan Pertamina NRE di tingkat regional.

Saat ini, CREC memiliki kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) melebihi 1.200 MWdc, yang menjadikannya sebagai satu di antara pengembang energi surya paling besar di Filipina.

Aset tersebut dianggap menjadi bagian strategis di dalam portofolio investasi Pertamina NRE.

Perusahaan juga terus melakukan pengawasan terhadap implementasi strategi jangka pendek maupun jangka panjang CREC demi memastikan alur penciptaan nilai (value creation) berjalan optimal.

Di sisi lain, Direktur CREC yang mewakili Pertamina NRE, Eri Reksoprojo, menyatakan sinergi kedua perusahaan memberikan kegunaan strategis bagi masing-masing pihak.

Menurut dia, penanaman modal tersebut tidak sekadar berfokus pada keuntungan finansial, melainkan juga membuka jalan kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan usaha energi bersih.

"Perolehan dividen dan capaian ROI 43,4 persen yang menggembirakan ini merupakan cerminan dari sebuah inisiatif investasi yang dilakukan secara disiplin, akuntabel & mengedepankan tata kelola sekaligus mengutamakan fundamental bisnis yang baik untuk menjamin nilai tambah bagi seluruh pemegang saham," tutur Eri dari Sumbernya pada Senin (22/6/2026).

Ke depan, Pertamina NRE bakal terus memperkokoh strategi investasi yang berfokus pada penciptaan nilai melalui peningkatan imbal hasil investasi serta penguatan kapabilitas usaha energi bersih.

Kemitraan dengan CREC pun diharapkan membuka peluang pengembangan proyek energi terbarukan, transfer pengetahuan, hingga peningkatan kompetensi yang mendukung percepatan transisi energi serta ketahanan energi nasional.

Reporter: David Ilham