Beralih ke Energi Hijau, Futura Energi Siapkan Lima Proyek Strategis

pembangkit listrik tenaga surya (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Rabu, 01 Juli 2026 | 16:18:43 WIB

JAKARTA - PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) sedang melaksanakan peralihan strategis guna berpindah dari bidang kreatif serta konsultasi menuju sektor energi ramah lingkungan.

Demi menerapkan pergeseran tersebut, perusahaan sudah mempunyai beberapa rencana strategis yang mencakup perluasan proyek ramah lingkungan, penguatan kerja sama global, hingga digitalisasi.

Direktur Utama dari Sumbernya Anggara Suryawan mengungkapkan, pengembangan usaha yang bakal dilaksanakan perusahaan mencakup Energi Baru Terbarukan, contohnya Geothermal, Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Carbon Credit, serta Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro.

“Bisnis baru ini akan dilakukan melalui anak usaha. Layanan efisiensi energi melalui anak usaha," kata Anggara dalam Public Expose Perseroan, dikutip Selasa (30/6/2026).

Anggara menuturkan, manajemen FUTR tengah memperkokoh kolaborasi bersama mitra domestik maupun mancanegara guna meningkatkan alih teknologi serta efektivitas proyek.

“Perseroan secara aktif membuka peluang kerja sama dengan mitra strategis untuk mempercepat terwujudnya rencana bisnis,” tutur Anggara.

Di samping itu menurutnya, gerak-gerik FUTR searah dengan ketetapan pemerintah Indonesia mengenai peralihan energi serta target Net Zero Emissions 2060, sekaligus memberikan keunggulan dalam kesempatan regulasi yang tertuang dalam RUPTL-PLN 2025-2034 serta insentif.

Lebih lanjut Anggara memaparkan, saat ini perusahaan sedang melakukan pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bali sebesar 130 Megawatt (MW).

“Pengembangan tersebut merupakan komitmen perseroan di sektor bisnis energi terbarukan dengan menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) pada tanggal dengan Zhejiang Energy PV-Tech Co., Ltd dan PT Hypec International,” tutur Anggara.

Dia melanjutkan, PT Aurora Dhana Nusantara selaku pemilik saham pengendali perusahaan, sudah memiliki aset pembangkit listrik panas bumi (Geothermal) lewat anak usaha, yakni PT Sejahtera Alam Energy (SAE).

“Saat ini, SAE telah memiliki PPA dengan kapasitas 220 MW dengan nilai investasi sebesar USD80 juta,” kata Anggara.

Perusahaan saat ini sedang mengikuti beberapa tahapan tender serta penjajakan proyek energi baru terbarukan (EBT) dengan kapasitas indikatif mencapai 100 MW untuk geothermal, sementara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya mempunyai kapasitas 100 MW, sedangkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro mempunyai kapasitas 150 MW.

Reporter: David Ilham