Dorong Target 100 GW, METI Paparkan Syarat Pengembangan PLTS

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Rabu, 01 Juli 2026 | 16:18:44 WIB

JAKARTA - Plt Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Norman Ginting merasa yakin target pemerintah dalam membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 100 Gigawatt (GW) akan terwujud.

Akan tetapi, menurut Sumbernya hal tersebut perlu dibarengi dengan menuntaskan delapan rintangan utama.

Bagi Norman, keberhasilan target itu memerlukan partisipasi semua pihak terkait dalam membentuk ekosistem energi baru terbarukan yang tangguh.

"METI percaya target 100 GW bisa dicapai jika seluruh ekosistem bergerak bersama. Tantangan mencapai target 100 GW harus dapat kami atasi bersama," kata Norman di Jakarta, Selasa (30/6).

Norman menjelaskan poin-poin rintangan yang wajib diantisipasi guna meraih target PLTS 100 GW.

Adapun rinciannya mencakup:

Ketersediaan lahan.

Kendala teknis intermitensi.

Kesiapan infrastruktur.

Pembiayaan.

Kepastian Hukum.

Kebijakan serta regulasi.

Rantai pasok industri.

Persiapan sumber daya manusia.

Menurut Sumbernya, delapan rintangan yang wajib diselesaikan itu menjadi ketentuan mutlak keberhasilan 100 GW.

Menurut Norman konstruksi PLTS merupakan energi baru terbarukan yang paling gampang dijangkau.

Disamping itu, energi surya adalah tenaga yang dapat dipakai sepanjang tahun, mengingat nusantara merupakan wilayah tropis yang saban hari memperoleh sinar Matahari.

"Energi terbarukan tenaga surya itu bisa akses dari mana pun sepanjang Matahari ada. Dan itu sumber energi yang sangat melimpah di kami,sepanjang tahun ada, di seluruh masyarakat ada,dimanapun ada, di desa, di kota, ataupun di dunia," ujar Norman.

Menurut Sumbernya hal yang wajib diperbaiki adalah bagaimana nantinya suplai energi dari PLTS tersebut dapat disimpan, supaya nantinya bisa dipakai secara optimal selama 24 jam.

Disamping itu, menurut Sumbernya saat ini energi surya pun kian murah serta terjangkau.

Sumbernya bahkan menyatakan bahwa nilai energi dari tenaga surya bisa lebih terjangkau dibandingkan diesel.

Lebih dari itu, Norman membeberkan bahwa pemakaian tenaga surya mengutamakan prinsip berkelanjutan.

Menurut Sumbernya, pemasangan panel surya sanggup bertahan sampai 25 tahun.

Norman menuturkan, kehadiran PLTS ini nantinya tidak sekadar untuk mengalirkan listrik.

Lebih dari itu, Sumbernya menilai bahwa adanya PLTS ini juga sanggup memperbaiki taraf hidup masyarakat di pedesaan, khususnya pada sektor ekonomi.

"Jadi bagaimana kami bisa menghadirkan listrik itu,tadi itu intinya,ekonomi bisa meningkat.Kalau ekonomi meningkat,ya pasti ini terjadi,ekosistem itu semua terbentuk," ujar Norman

Reporter: David Ilham