Jakarta Barat Disebut 'Gotham City', Kenneth Minta Titik Begal Dipetakan
JAKARTA - Meningkatnya tindak kejahatan di jalanan, utamanya peristiwa perampokan di kawasan Jakarta Barat, menimbulkan kecemasan publik sampai muncul sebutan "Gotham City" di jejaring sosial.
Panggilan tersebut mengacu pada daerah khayalan dalam cerita superhero Batman yang melekat dengan tingginya angka kriminalitas.
Menyikapi tren tersebut, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, melakukan tindakan dengan menginisiasi diskusi lintas sektor lewat agenda Ngobrol Bareng Forkopimko (NGOPI) di Kantor Wali Kota Jakarta Barat.
Sosok yang sering disapa Bang Kent tersebut menghargai langkah sigap Pemerintah Kota Jakarta Barat beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) dalam berupaya menemukan jalan keluar atas banyaknya tindak kejahatan yang mengganggu penduduk.
"Hari ini saya mengapresiasi respons cepat Wali Kota Jakarta Barat Ibu Iin Mutmainnah, Kapolres, Dandim, dan jajaran Muspiko dengan membuat acara NGOPI ini. Tujuannya baik, untuk mencari jalan keluar bersama agar fenomena begal di Jakarta Barat bisa termitigasi dengan baik dan masyarakat kembali merasa aman saat beraktivitas," ujar dari Sumbernya dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).
Menurut pandangannya, perlindungan kawasan bukan cuma kewajiban pihak kepolisian, melainkan butuh kerja sama antara pemerintah setempat, petugas keamanan, dunia usaha, hingga warga.
Pihaknya berpendapat besarnya angka kejahatan jalanan harus dipakai sebagai pemicu untuk memperkokoh struktur keamanan terintegrasi di Jakarta Barat.
"Kalau masyarakat sampai menyebut Jakarta Barat sebagai 'Gotham City', ini tentu menjadi alarm bagi kami semua. Artinya ada rasa takut dan keresahan yang benar-benar dirasakan warga. Jangan sampai masyarakat kehilangan rasa aman ketika keluar rumah, bekerja, atau pulang pada malam hari," kata anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.
Kent bahkan berkelakar dengan membandingkan dirinya serupa "Batman" yang bakal terus memantau situasi keamanan di Jakarta Barat.
"Sebagai legislator di Kebon Sirih, saya mencoba memposisikan diri menjadi 'Batman' yang akan selalu mengawasi apa yang terjadi di Jakarta Barat demi kenyamanan, keamanan, dan kesejahteraan Masyarakat Jakarta Barat sesuai fungsi pengawasan yang saya miliki di DPRD DKI Jakarta," tuturnya.
Pihaknya menegaskan, pengawasan terhadap area-area yang rawan kejahatan wajib ditingkatkan, terutama pada jalur yang kekurangan cahaya.
Menurutnya, mayoritas peristiwa perampokan terjadi di jalan umum, bukan pada tempat dengan perlindungan yang cukup.
"Karena itu saya meminta dilakukan pemetaan secara detail terhadap titik-titik rawan kriminalitas. Dengan pemetaan tersebut, aparat kepolisian bisa melakukan patroli rutin dan penjagaan ekstra pada jam-jam rawan. Kehadiran aparat di lapangan sangat penting untuk memberikan efek pencegahan," ujar dari Sumbernya itu.
Kent juga mengimbau pemaksimalan pengawasan lewat penempatan kamera pengawas di area penting dan rawan menggunakan model kemitraan atau biaya tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
"Pengadaan CCTV ini kalau mau lebih murah dan efisien bisa melalui skema sewa, Jalurnya bisa lewat CSR dari pihak-pihak yang memang ingin membantu keamanan lingkungan atau bisa juga melibatkan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah). Jadi kami pasang di titik-titik penting yang selama ini sering terjadi tindak kriminal begal maupun tawuran," ujarnya.
Selanjutnya, Kent berharap tindakan pencegahan ini tidak hanya sekadar formalitas, namun dibarengi tindakan nyata yang terus berjalan.
"Yang paling penting adalah tindak lanjutnya. Kami ingin ada evaluasi rutin, patroli yang lebih masif, penerangan jalan yang ditingkatkan, dan sistem pengawasan yang benar-benar berjalan. Saya ingin Jakarta Barat kembali dikenal sebagai wilayah yang aman dan nyaman bagi masyarakat," tutup dari Sumbernya.