Surplus Neraca Dagang RI Terhenti, Impor Migas Jadi Biang Kerok

Defisit dagang usai 72 bulan surplus memunculkan pertanyaan, apakah sekadar gangguan sementara atau sinyal ekonomi RI mulai melemah (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Kamis, 02 Juli 2026 | 11:31:45 WIB

JAKARTA - Rangkaian surplus neraca perdagangan Indonesia selama 72 bulan berturut-turut akhirnya terhenti setelah mencatat defisit sebesar US$ 1,6 miliar.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menduga pelebaran defisit dipicu kenaikan biaya impor minyak dan gas (migas) di tengah lonjakan harga minyak dunia.

"Dugaan saya karena itu, karena kami impor migas harganya lagi naik kan, minyak, minyak bumi, saya pikir disitu yang membuatnya naik," kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (1/7/2026).

Purbaya menilai kondisi tersebut masih terkendali jika melihat akumulasi perdagangan sepanjang tahun berjalan.

Purbaya menilai kondisi ini akan terkendali dalam beberapa waktu ke depan.

"Kalau kami lihat year-to-date Januari sampai Mei, migasnya memang negatif US$ 12 miliar, nonmigas positif US$ 16, totalnya masih positif US$ 4 miliar. Jadi kenaikannya betul saya bilang tadi karena defisit migas membesar akibat harga minyak dunia yang tinggi. Jadi harusnya nanti akan terkendali ke depan," sebut Purbaya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Mei 2026 nilai ekspor tercatat sebesar US$ 23,20 miliar, sedangkan impor mencapai US$ 24,81 miliar.

Impor yang tumbuh lebih tinggi dibanding ekspor membuat neraca perdagangan berbalik defisit.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa dari Sumbernya mengatakan defisit neraca perdagangan pada Mei terutama berasal dari komoditas migas.

"Pada Mei 2026 neraca perdagangan barang mengalami defisit sebesar US$ 1,61 miliar. Defisit pada Mei 2026 disebabkan terutama defisit pada komoditas migas sebesar minus US$ 3,76 miliar dengan penyumbang defisit komoditas migas yaitu dari hasil minyak dan dari minyak mentah," kata Ateng dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Reporter: David Ilham