Singapura Pemasok Utama Migas Indonesia, Brazil Tembus Empat Besar
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merekam bahwa Singapura tetap menjadi negara pengirim utama impor minyak serta gas (migas) bagi Indonesia sepanjang periode Januari hingga Mei 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi serta Jasa dari Sumbernya, Ateng Hartono, mengungkapkan nilai impor migas asal Singapura menyentuh angka 5,1 miliar dollar AS atau memberi kontribusi sebanyak 29,38 persen terhadap total impor migas Indonesia selama lima bulan awal tahun ini.
"Negara asal impor migas pada periode Januari sampai dengan Mei 2026 utamanya yang pertama dari Singapura," ujar Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/7/2026).
Urutan kedua diisi oleh Malaysia dengan angka impor migas sebesar 3,6 miliar dollar AS atau menyumbang 20,54 persen dari keseluruhan impor migas nasional.
Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) menempati posisi ketiga dengan nilai impor migas menyentuh 1,4 miliar dollar AS atau kira-kira 8,28 persen dari total impor migas Indonesia.
Ateng menambahkan, secara garis besar tidak ada pergantian komposisi negara asal utama impor migas bila dibandingkan dengan masa yang sama pada tahun 2025.
Walaupun demikian, terdapat pergeseran pada penyalur minyak mentah di mana Brazil saat ini naik menjadi negara asal impor minyak mentah terbanyak keempat bagi Indonesia selama Januari-Mei 2026.
"Tidak ada perubahan shifting negara asal utama impor migas jika dibandingkan dengan 2025 yang lalu. Hanya saja, khususnya untuk minyak mentah, Brazil menjadi peringkat keempat pada Januari-Mei tahun 2026," ucapnya.
Sebagai pengetahuan, sepanjang Januari-Mei 2026, nilai impor migas Indonesia mencapai 17,45 miliar dollar AS atau mengalami kenaikan 27,89 persen dibanding periode serupa tahun sebelumnya.
Sementara itu secara kumulatif, nilai impor Indonesia pada Januari-Mei 2026 menembus 111,33 miliar dollar AS atau mengalami peningkatan 15,24 persen secara tahunan.
Dari angka tersebut, impor migas berkontribusi sebesar 17,45 miliar dollar AS, sedangkan impor nonmigas menyentuh 93,88 miliar dollar AS.
BPS pun mencatat lonjakan impor terjadi di seluruh golongan penggunaan barang.
Impor bahan baku serta penolong menjadi yang terbanyak dengan nilai 79,40 miliar dollar AS, diikuti barang modal sebesar 22,12 miliar dollar AS serta barang konsumsi sebesar 9,81 miliar dollar AS.