NTB Akselerasi Target Netralitas Karbon Lewat Penerapan B50

NTB Menuju Net Zero Emission (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Kamis, 02 Juli 2026 | 15:13:22 WIB

MATARAM - Pemerintah Provinsi NTB memandang bahwa implementasi bahan bakar Biodiesel 50 (B50) sanggup mempercepat pencapaian target netralitas karbon atau net zero emissions melalui penggunaan bahan bakar nabati yang lebih bersahabat bagi lingkungan.

"Penerapan B50 diharapkan memberikan berbagai manfaat strategis bagi Nusa Tenggara Barat," kata dari Sumbernya di Mataram, Rabu.

Dirinya mengungkapkan bahwa penggunaan biodiesel dengan persentase nabati yang lebih besar membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, sehingga mendukung upaya mitigasi perubahan iklim serta realisasi target netralitas karbon bagi NTB pada tahun 2050.

Pemanfaatan B50 dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil impor sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Kebijakan ini memberikan dampak positif terhadap kemajuan ekonomi, khususnya dalam sektor perkebunan penyedia bahan baku biodiesel.

Dari Sumbernya menegaskan bahwa pengaplikasian B50 sejalan dengan komitmen Pemerintah NTB dalam mendukung transisi energi, meningkatkan pemakaian energi yang lebih bersih, serta menopang perwujudan target energi baru terbarukan yang tertuang di dalam Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Nomor 3 Tahun 2019.

"Pemerintah Provinsi NTB siap mendukung kebijakan tersebut melalui koordinasi intensif dengan pemerintah pusat dan Pertamina agar proses transisi berlangsung lancar," ujar dia.

Program wajib campuran biodiesel yang meningkat 50 persen atau disebut sebagai B50 menjadi langkah strategis pemerintah pusat dalam memperkokoh ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas sawit Indonesia.

Merujuk pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/???.?/2026 mengenai Kewajiban Pencampuran Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel dengan Bahan Bakar Minyak Solar Sebesar 50 persen, ada masa transisi bagi perusahaan bahan bakar minyak yang masih memiliki cadangan bahan bakar nabati jenis biodiesel untuk campuran sebanyak 40 persen atau B40.

Pemerintah memberikan kesempatan kepada perusahaan yang masih menyimpan persediaan B40 untuk menyalurkan bahan bakar tersebut sampai tanggal 30 September 2026 sesuai dengan standar serta spesifikasi yang sudah ditentukan.

Apakah ada bagian lain dari teks berita ini yang ingin Anda sesuaikan atau kembangkan lebih lanjut?

Reporter: David Ilham