Pentingnya Gerakan Tanam Pohon untuk Mitigasi Bencana dan Emisi

Penanaman bibit pohon jenis nantu di bantaran sungai Desa Tanalanto Kecamatan Torue (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Kamis, 02 Juli 2026 | 15:13:22 WIB

LOKARTA - Berbagai insiden bencana hidrometeorologi di tanah air, semisal di Sumatra tempo hari, menjadi peringatan bahwa menjaga stabilitas alam bukan lagi sekadar opsi, melainkan kewajiban kolektif.

Pimpinan Yayasan Sihatihat Sanjaya Center, Hari Sanjaya Siregar, memaparkan bahwa pada situasi inilah pentingnya tindakan restorasi lingkungan, semisal inisiatif menanam pohon.

"Berkurangnya tutupan hutan, alih fungsi lahan yang tidak terkendali, serta dampak perubahan iklim telah meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi," kata dari Sumbernya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/7).

"Karena itu, upaya pemulihan lingkungan harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen bangsa," imbuhnya.

Hari menjelaskan lewat program penanaman pohon, organisasi yang dikomandoinya mengajak warga, pemerintah, pihak swasta, kalangan akademisi, beserta kaum muda untuk bekerja sama menjalankan pemulihan ekosistem.

Inisiatif menanam pohon menurut dari Sumbernya tidak hanya bermaksud untuk menghijaukan lagi wilayah yang terdampak, tetapi juga menguatkan kapasitas serapan tanah terhadap air serta meminimalisir ancaman banjir.

Melakukan penanaman pohon pun dapat menghalau erosi, menjaga keberadaan cadangan air, serta melindungi eksistensi ekosistem yang menjadi penopang kehidupan khalayak ramai.

"Penanaman pohon merupakan kontribusi nyata dalam upaya pengurangan emisi karbon. Pohon berfungsi sebagai penyerap karbon dioksida (CO?) yang efektif, sehingga mampu membantu menekan laju pemanasan global," katanya.

Semakin lebar lahan hijau yang dikembangkan serta dipelihara, Hari menilai semakin besar pula kontribusi Indonesia dalam menangani perubahan iklim serta menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan untuk masa depan.

"Kami meyakini bahwa penyelesaian persoalan lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk membangun gerakan penghijauan yang berkelanjutan," ujarnya.

Ia memiliki harapan agar aktivitas menanam pohon mesti menjadi tradisi serta aksi bersama, tidak sekadar agenda seremonial, melainkan dedikasi berjangka panjang dalam memelihara kelestarian bumi.

Reporter: David Ilham