Klopp Semprot FIFA Soal Isu Keterlibatan Trump Pada Kartu Merah Balogun

Donald Trump (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Selasa, 07 Juli 2026 | 15:29:25 WIB

JAKARTA - Kemelut masif mewarnai Piala Dunia 2026 usai badan sepak bola dunia menganulir sanksi kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, yang diisukan terjadi setelah adanya intervensi dari Pemimpin Amerika Serikat, Donald Trump.

Kebijakan itu menjadi pusat perhatian sebab Balogun sebelumnya sudah mutlak dihadiahi kartu merah langsung kala Amerika Serikat bertanding melawan Bosnia dan Herzegovina pada fase 32 besar lantaran menginjak engkel lawannya.

Seturut pedoman yang berlaku, Balogun sewajarnya menjalani masa skorsing bertanding sehingga dipastikan absen kala Amerika Serikat berhadapan dengan Belgia pada fase 16 besar.

Namun pihak asosiasi secara tak terduga meralat ketetapan tersebut dengan menghapus sanksi larangan tampil Balogun melalui hak istimewa Komite Disiplin berpatokan pada Pasal 27 aturan turnamen.

Langkah ini menjadi yang perdana dalam kurun waktu 64 tahun terakhir atau sejak Piala Dunia 1962 saat vonis akibat kartu merah di turnamen Piala Dunia diputihkan sebelum masa hukumannya selesai dikerjakan.

"Di Piala Dunia 2026 dengan format baru dan main di tiga negara berbeda akan ada faktor nonteknis dan politis," ujar Football Enthusiast, Gigih W, dalam Podcast Tribunnews Solo di Karanganyar, Jawa Tengah, bertajuk: Prediksi Grup G-L Piala Dunia 2026, Grupnya Para Calon Juara.

Ujaran itu kini tengah menjadi pusat atensi sehabis mencuat kecurigaan bahwa kebijakan asosiasi tidak sepenuhnya bersih dari tekanan politik yang melibatkan orang paling berkuasa di Amerika Serikat.

Dari sumbernya mengabarkan Donald Trump secara privat menelepon Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk meminta supaya sanksi terhadap Balogun ditinjau ulang.

Sesaat kemudian, pihak asosiasi memublikasikan bahwa hukuman Balogun ditunda sehingga pemain tersebut tetap bisa memperkuat Amerika Serikat pada duel menghadapi Belgia.

Trump lantas merespons baik kebijakan itu melalui platform digital dengan menyebut pihak asosiasi telah meluruskan sebuah kezaliman yang besar.

Ulasan Trump tersebut kian menyulut kecurigaan adanya aspek politis yang ikut memengaruhi kebijakan asosiasi dalam membereskan persoalan indisipliner di Piala Dunia 2026.

Kebijakan tersebut juga memicu perbincangan panjang karena menciptakan riwayat baru yang belum pernah tercipta sepanjang lebih dari enam puluh tahun perhelatan Piala Dunia.

Mantan arsitek Liverpool, Jurgen Klopp, menjadi salah satu orang yang paling lantang menyumpahi kebijakan asosiasi membatalkan sanksi kartu merah Balogun.

Klopp menilai Balogun sejatinya memang layak dihadiahi kartu merah sehingga kebijakan untuk menghapus hukumannya tidak dapat ditoleransi.

"Sayang sekali Balogun tidak bisa bermain, tetapi dia memang pantas mendapat kartu merah," kata Klopp.

Reporter: David Ilham