Ajang AI Hulu Migas 2026 Proyeksikan Solusi Nilai Ekonomi Rp4,67 T

KEPALA SKK Migas, Djoko Siswanto (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:13:30 WIB

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memacu konversi digital sektor hulu migas lewat agenda IOC Digital Hackathon AI/ML Hulu Migas 2026 yang diikuti oleh sekira 700 peserta dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dan beraneka perguruan tinggi.

Kompetisi ini ditargetkan menelurkan jawaban berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta machine learning (ML) guna mendongkrak efisiensi kerja, memperkuat ketahanan energi, dan menyokong target produksi migas nasional.

Eksekusi beragam temuan tersebut diproyeksikan mampu mencetak potential value creation atau potensi nilai ekonomi berkisar Rp 4,67 triliun.

Sayembara yang telah memasuki pelaksanaan tahun keempat ini mencatatkan kenaikan jumlah keterlibatan yang amat besar.

Bila selama rentang tahun 2023-2025 total kontestan hanya sekitar 200 orang, pada tahun 2026 jumlahnya melonjak hingga menginjak kisaran 700 peserta yang berasal dari beraneka korporasi hulu migas dan universitas di Indonesia.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto memaparkan sektor hulu migas memerlukan strategi baru guna meladeni tantangan produksi yang semakin rumit.

Pemanfaatan AI serta ML menjadi salah satu instrumen yang bisa mempercepat aktivitas operasional sekaligus menaikkan kualitas penentuan kebijakan.

"Industri hulu migas saat ini menghadapi berbagai tantangan yang menuntut hadirnya cara-cara baru di luar business as usual. Untuk mencapai target produksi nasional, kami membutuhkan inovasi yang mampu mempercepat proses, meningkatkan efisiensi, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. AI/ML merupakan salah satu teknologi yang memiliki potensi besar untuk menjawab tantangan tersebut," ucap Djoko dikutip Selasa (7/7/2026).

Dia mengimbuhkan akselerasi produksi migas menjadi semakin krusial di tengah pelbagai hambatan operasional yang dihadapai dunia industri.

Oleh karena itu, transformasi digital harus terus digenjot agar dapat membuahkan kreativitas yang berpengaruh langsung pada performa operasional dan produksi.

Pelaksanaan Hackathon AI/ML Hulu Migas 2026 ini juga menjadi bagian dari langkah menyokong target produksi migas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 serta memperkokoh ketahanan energi nasional.

Pelbagai inovasi yang diciptakan kontestan diarahkan untuk mewujudkan aktivitas hulu migas yang makin pintar, efektif, dan efisien melalui pemanfaatan teknologi digital serta analisis data.

Pada pergelaran tahun ini, SKK Migas menghadirkan kategori baru, yaitu subsurface, yang melengkapi kategori surface yang telah digulirkan pada tahun-tahun sebelumnya.

Kategori subsurface melingkupi terobosan yang berkaitan dengan kegiatan eksplorasi serta pengelolaan sumber daya di bawah permukaan bumi, sedangkan kategori surface berpusat pada operasional fasilitas di atas permukaan.

Menurut dari Sumbernya, penambahan kategori baru ini diproyeksikan bisa memperluas ruang kreativitas dan membuahkan solusi yang kian utuh untuk seluruh rantai nilai industri hulu migas.

Bukan sekadar wadah bersaing, Hackathon AI/ML Hulu Migas juga mengokohkan kolaborasi antara sektor industri dan dunia akademis dalam melahirkan teknologi AI yang dapat dipraktikkan secara langsung pada operasional migas.

Merujuk pada hasil tinjauan terhadap proposal dan inovasi yang disodorkan kontestan, aplikasi berbagai solusi tersebut ditaksir mampu mewujudkan potential value creation atau potensi nilai ekonomi sekira Rp 4,67 triliun.

Angka itu lahir dari peluang peningkatan produksi, optimalisasi operasional, efisiensi alur bisnis, serta penguatan tata kelola aset di sektor hulu migas.

Pada kategori KKKS Surface Proof of Concept, kelompok LandGuard dari PT Pertamina Hulu Rokan berhasil menggondol juara pertama lewat sistem deteksi dini berbasis AI guna memayungi aset tanah korporasi.

Di kategori KKKS Surface Implementasi, PT Pertamina Hulu Rokan kembali menyabet posisi puncak lewat kelompok C.O.R yang menciptakan sistem berbasis AI untuk menaikkan efisiensi rancangan pengeboran dan memangkas waktu operasi tidak produktif.

Sementara pada kategori KKKS Subsurface Proof of Concept, kelompok SONAR dari PT Pertamina Hulu Energi OSES menduduki peringkat pertama berkat perancangan sistem kombinasi AI dan ML untuk tata kelola data bawah permukaan.

Adapun kategori KKKS Subsurface Implementasi dimenangkan kelompok Al-Chemist 2.0 dari PT Pertamina Hulu Rokan lewat inovasi AI guna menaikkan efisiensi pengerjaan chemical stimulation di Lapangan Duri.

Pada kategori perguruan tinggi, kelompok Jago dari Lahir dari Universitas Gadjah Mada sukses meraih juara pertama lewat terobosan GUARD: Generative and Understanding for Anomaly Response and Detection.

Peringkat kedua disabet kelompok HASTA dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, sedangkan juara ketiga diraih kelompok Besok Lulus dari Universitas Indonesia.

Reporter: David Ilham