Selasa, 20 Januari 2026

BNPB Salurkan 1.757 Ton Bantuan Logistik Untuk Korban Bencana Sumatera

BNPB Salurkan 1.757 Ton Bantuan Logistik Untuk Korban Bencana Sumatera
BNPB Salurkan 1.757 Ton Bantuan Logistik Untuk Korban Bencana Sumatera

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat distribusi bantuan logistik yang signifikan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera. Sejak 29 November 2025 hingga 17 Januari 2026, total bantuan yang disalurkan mencapai 1.757,03 ton.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan angka ini mencerminkan upaya pemerintah dalam memastikan pemenuhan kebutuhan mendesak korban bencana. Bantuan disalurkan melalui berbagai moda transportasi agar dapat menjangkau wilayah terdampak secara merata.

Distribusi Logistik Berdasarkan Moda Transportasi

Baca Juga

InJourney Targetkan Kelola 106 Hotel Serta Kurangi Emisi Karbon Tahun 2026

Abdul Muhari menjelaskan distribusi dilakukan melalui 56 sorti pesawat charter BNPB, 64 sorti pesawat Hercules, 55 truk jalur darat, dan tujuh kapal laut. Kombinasi moda transportasi ini memungkinkan logistik sampai ke daerah yang sulit dijangkau.

Distribusi melalui jalur udara dipilih untuk daerah yang terisolasi dan terdampak parah. Sementara jalur darat dan laut digunakan untuk wilayah yang lebih luas atau aksesnya terbuka bagi kendaraan berat.

Metode distribusi yang beragam ini memastikan bantuan cepat sampai pada masyarakat yang membutuhkan. Logistik mencakup kebutuhan pokok, bahan pangan, dan kebutuhan darurat lainnya yang penting untuk bertahan hidup.

Bantuan Berdasarkan Provinsi

Terkait data per provinsi, Abdul Muhari merinci distribusi harian pada 17 Januari 2026 di Aceh. Bantuan logistik melalui jalur udara tercatat sembilan sorti dengan muatan delapan ton, sedangkan melalui jalur darat menggunakan empat truk dengan total muatan sepuluh ton.

Untuk Sumatera Utara, bantuan dikirim melalui enam truk dengan total muatan 32,59 ton. Sedangkan Sumatera Barat menerima bantuan melalui jalur darat sebesar 2,84 ton menuju Kabupaten Lima Puluh Kota.

Pemerataan distribusi ini menunjukkan perhatian khusus BNPB terhadap setiap wilayah terdampak. Meskipun jumlahnya berbeda, semua daerah mendapatkan akses logistik sesuai kebutuhan mendesak.

Jumlah logistik yang mencapai ribuan ton menunjukkan kesiapsiagaan BNPB dan mitra terkait. Perencanaan distribusi dilakukan secara matang untuk menghindari keterlambatan atau penumpukan barang di satu titik.

Sinergi Mitigasi dan Pemulihan Pasca-Bencana

Abdul Muhari menegaskan BNPB terus memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, serta seluruh unsur masyarakat. Sinergi ini diharapkan memastikan penanganan bencana berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.

Dengan kolaborasi yang solid, percepatan pemulihan infrastruktur dasar dapat dilakukan lebih cepat. Hal ini termasuk pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi korban bencana agar mereka kembali merasa aman dan nyaman.

Selain infrastruktur, langkah mitigasi bencana juga menjadi fokus utama. BNPB berupaya meningkatkan kapasitas masyarakat agar lebih tangguh menghadapi risiko bencana di masa depan.

Pemulihan kehidupan masyarakat terdampak dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu stabilitas sosial. Bantuan logistik merupakan bagian awal dari proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang lebih luas.

Selain logistik, BNPB juga mendorong edukasi dan kesiapsiagaan warga di wilayah rawan bencana. Program mitigasi ini meliputi pelatihan tanggap darurat, sosialisasi jalur evakuasi, dan penyebaran informasi penting terkait bencana.

Pendekatan ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi risiko hidrometeorologi. Sehingga mereka dapat bertindak cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat.

Distribusi bantuan yang efektif dan koordinasi multisektor menjadi kunci keberhasilan BNPB dalam penanggulangan bencana. Setiap ton logistik yang disalurkan mencerminkan komitmen pemerintah untuk melindungi masyarakat.

Selain itu, penguatan sistem logistik pasca-bencana membantu menjaga stabilitas ekonomi lokal. Masyarakat yang terdampak tetap dapat memenuhi kebutuhan pokoknya tanpa harus menghadapi kelangkaan atau kekurangan barang.

Program bantuan ini juga membangun kepercayaan publik terhadap kapasitas BNPB dan pemerintah daerah. Keberhasilan distribusi logistik meningkatkan keyakinan masyarakat bahwa pemerintah hadir dan mampu menangani bencana secara profesional.

Secara keseluruhan, total 1.757,03 ton bantuan logistik yang disalurkan menunjukkan kesiapsiagaan dan kecepatan respons pemerintah. BNPB memastikan setiap warga terdampak menerima bantuan tepat waktu dan mendukung pemulihan kehidupan mereka secara menyeluruh.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Strategi Puasa Aman dan Nyaman bagi Penderita Asam Lambung

Strategi Puasa Aman dan Nyaman bagi Penderita Asam Lambung

Bahaya Minuman Manis bagi Kesehatan dan Cara Menguranginya

Bahaya Minuman Manis bagi Kesehatan dan Cara Menguranginya

10 Strategi Praktis Tetap Aktif dan Berolahraga Meski Malas

10 Strategi Praktis Tetap Aktif dan Berolahraga Meski Malas

MEJA Siap Memasuki Bisnis Energi, Akuisisi PT Trimata Coal Perkasa Tahun 2026

MEJA Siap Memasuki Bisnis Energi, Akuisisi PT Trimata Coal Perkasa Tahun 2026

SIDO Tegaskan Tidak Ada Rencana Divestasi Saham, Fokus Perkuat Kinerja Tahun 2026

SIDO Tegaskan Tidak Ada Rencana Divestasi Saham, Fokus Perkuat Kinerja Tahun 2026