Tren Harga Komoditas Global 2026: Minyak, Timah, CPO Naik, Nikel Turun
- Rabu, 21 Januari 2026
JAKARTA - Pasar komoditas global menunjukkan tren positif pada Selasa, 20 Januari 2026, seiring kenaikan harga minyak mentah dan sebagian logam industri. Kenaikan ini dipengaruhi oleh penghentian sementara produksi di ladang minyak Kazakhstan dan ekspektasi pertumbuhan ekonomi global yang lebih kuat.
Investor terus memantau risiko geopolitik dan kebijakan proteksionis yang dapat memengaruhi aliran perdagangan komoditas. Salah satunya, ancaman tarif dari Presiden AS Donald Trump terhadap negara-negara Eropa yang menentang rencananya mengakuisisi Greenland, turut memengaruhi sentimen pasar.
Minyak Mentah Mencatat Kenaikan Signifikan
Baca JugaIndonesia Resmi Gabung Koalisi Pasar Karbon Global untuk Solusi Alam Berkelanjutan
Harga minyak mentah Brent berjangka ditutup naik 98 sen atau 1,53 persen menjadi USD 64,92 per barel. Sementara itu, kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk bulan Februari yang berakhir pada hari yang sama naik 90 sen atau 1,51 persen menjadi USD 60,34 per barel.
Kenaikan ini terjadi karena pasar mengantisipasi permintaan bahan bakar yang lebih tinggi akibat perbaikan kondisi ekonomi global. Selain itu, penghentian sementara produksi di beberapa ladang minyak strategis menekan pasokan dan mendorong harga naik.
Pergerakan Logam dan Batu Bara
Di sektor logam, harga batu bara sedikit menguat pada penutupan perdagangan Selasa. Berdasarkan data TradingEconomics, harga batu bara naik 0,78 persen menjadi USD 109,95 per ton, didorong oleh permintaan energi global yang stabil.
Namun, harga nikel mengalami tekanan dan terpantau turun 2,12 persen menjadi USD 17.760 per ton. Penurunan ini disebabkan oleh ekspektasi pasokan yang meningkat serta fluktuasi permintaan dari industri otomotif dan elektronik global.
Sementara itu, harga timah menunjukkan penguatan tipis 0,31 persen menjadi USD 49.412 per ton. Tren kenaikan timah didorong oleh permintaan dari sektor elektronik, termasuk produksi solder dan komponen elektronik konsumen.
Komoditas Pertanian: CPO Naik Tipis
Harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) juga mencatat kenaikan tipis pada penutupan perdagangan Selasa. Berdasarkan TradingEconomics, harga CPO naik 0,64 persen menjadi MYR 4.095 per ton, seiring stabilnya permintaan ekspor dari negara produsen utama.
Kenaikan ini juga didorong oleh sentimen positif terkait proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang dapat meningkatkan konsumsi produk olahan. Para analis menilai, tren permintaan CPO akan tetap kuat sepanjang kuartal pertama 2026 meski ada tekanan pada biaya produksi dan logistik.
Harga komoditas energi dan logam secara umum mencerminkan optimisme pasar terhadap pemulihan ekonomi dunia. Sementara beberapa komoditas mengalami fluktuasi, tren kenaikan minyak mentah, CPO, dan timah menjadi indikasi stabilitas pasar di awal tahun.
Investor dan pelaku pasar di Asia dan Amerika terus memonitor faktor geopolitik dan kebijakan perdagangan internasional. Perubahan kebijakan proteksionis dan fluktuasi mata uang dapat memicu volatilitas harga di pasar komoditas global.
Selain itu, laporan produksi dan persediaan dari negara produsen utama menjadi acuan penting bagi pergerakan harga minyak mentah. Data yang menunjukkan gangguan produksi atau penurunan stok dapat mendorong harga lebih tinggi dalam jangka pendek.
Pasar logam industri juga mengikuti dinamika ekonomi global, terutama sektor otomotif, manufaktur, dan konstruksi. Kenaikan harga timah dan stabilnya batu bara menunjukkan adanya permintaan yang sehat dari sektor industri tersebut.
Harga CPO yang menguat tipis menunjukkan bahwa pasar komoditas pertanian tetap resilient. Permintaan domestik dan internasional menjadi faktor utama yang menahan penurunan harga meski ada fluktuasi musiman.
Bagi pelaku industri dan investor, pemantauan harga komoditas energi, logam, dan pertanian menjadi penting untuk pengambilan keputusan investasi. Pergerakan harga yang fluktuatif dapat berdampak langsung pada biaya produksi, margin keuntungan, dan strategi perdagangan.
Tren awal 2026 menunjukkan adanya peluang bagi penguatan harga minyak mentah dan beberapa logam utama. Hal ini menjadi sinyal positif bagi produsen dan eksportir yang ingin memanfaatkan momentum kenaikan harga.
Di sisi lain, penurunan harga nikel harus diwaspadai, terutama bagi sektor otomotif dan industri baterai. Pelaku pasar perlu menyesuaikan strategi pasokan dan hedging untuk menghadapi volatilitas tersebut.
Keseluruhan, pasar komoditas global pada Selasa, 20 Januari 2026, menunjukkan kombinasi kenaikan dan penurunan harga yang mencerminkan dinamika pasar yang kompleks. Faktor geopolitik, produksi, dan permintaan menjadi pendorong utama pergerakan harga.
Dengan demikian, pelaku pasar disarankan terus memantau berita global dan laporan produksi dari negara produsen. Langkah ini penting untuk memastikan strategi investasi dan operasional tetap adaptif di tengah volatilitas harga komoditas.
Kondisi pasar awal tahun ini menunjukkan optimisme, tetapi tetap perlu kehati-hatian dalam mengambil keputusan. Tren kenaikan minyak mentah, timah, dan CPO memberikan peluang, sementara nikel menunjukkan sisi risiko yang harus diperhatikan.
Nathasya Zallianty
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Produksi Lokal BYD dan Vinfast Diharapkan Dongkrak Pasar Mobil Listrik 2026
- Rabu, 21 Januari 2026
IAI Luncurkan Tim Arsitektur di Tiap Kabupaten Kota Dukung Pembangunan Nasional
- Rabu, 21 Januari 2026
12 Tempat Makan Malam Dekat Stasiun Gambir yang Wajib Dicoba di 2026
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
Cara Praktis Membuat Serabi Solo Manis Gurih Autentik Lembut Dan Harum Santan
- Rabu, 21 Januari 2026
Olahan Tumis Daun Cabai Sederhana Lezat Hemat Jadi Lauk Favorit Keluarga
- Rabu, 21 Januari 2026
Rekomendasi Tempat Makan Malam Dekat Stasiun Gambir Terbaik Tahun 2026
- Rabu, 21 Januari 2026
Pilihan Ikan Sehat untuk Konsumsi Harian serta Jenis yang Perlu Dibatasi
- Rabu, 21 Januari 2026
Manfaat Konsumsi Alpukat Rutin Bantu Jaga Kesehatan Jantung Menurut Ahli
- Rabu, 21 Januari 2026













.jpg)