Ahmad Yani Resmi Pimpin Pertamina Geothermal Energy Perkuat Panas Bumi Nasional
- Rabu, 21 Januari 2026
JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) resmi menunjuk Ahmad Yani sebagai Direktur Utama melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin, 19 Januari 2026. Penunjukan ini menggantikan posisi Julfi Hadi yang telah menjabat sejak Juni 2023, sekaligus menandai tongkat estafet kepemimpinan baru di PGEO.
Sebelumnya, Ahmad Yani menjabat sebagai Direktur Operasi PGEO dan dikenal memiliki pengalaman luas di industri panas bumi. Pergantian kepemimpinan ini menjadi langkah strategis perseroan untuk memperkuat operasional dan ekspansi bisnis panas bumi.
Arah Bisnis dan Strategi Pengembangan Energi
Baca JugaIndonesia Resmi Gabung Koalisi Pasar Karbon Global untuk Solusi Alam Berkelanjutan
Komisaris Utama PGEO, Gigih Udi Atmo, menegaskan penunjukan Ahmad Yani sebagai Dirut adalah keputusan strategis yang membuka ruang pengembangan bisnis lebih luas. Keputusan ini diyakini mampu menjaga konsistensi pencapaian target operasional serta memperkuat posisi PGEO di sektor energi terbarukan.
Selama menjabat Direktur Operasi, Ahmad Yani dinilai berhasil menjaga keandalan operasi dan meningkatkan efisiensi pembangkitan. Ia juga memastikan pengelolaan operasional berkelanjutan di seluruh Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola PGEO.
Kontribusi Ahmad Yani di Industri Panas Bumi
Berkat kepemimpinannya, PGEO sempat mencapai rekor all-time high produksi pada 2025. Selain itu, Ahmad Yani mendorong pengembangan teknologi, termasuk inisiasi pilot project green hydrogen di Ulubelu, serta pengembangan inovasi Flow2Max® dan G-Bionic untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi pembangkit.
Dalam kesempatan ini, Ahmad Yani menyatakan komitmennya memperkuat peran panas bumi sebagai tulang punggung transisi energi nasional. Ia menekankan bahwa momentum transformasi sektor energi saat ini menjadi waktu tepat untuk mempercepat pengembangan panas bumi.
PGEO menargetkan kapasitas terpasang sebesar 1 gigawatt (GW) dalam 2–3 tahun ke depan. Target ini akan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2033 untuk mendukung ketahanan energi nasional dan pencapaian net zero emission pada 2060.
Susunan Direksi dan Proyeksi Masa Depan
Untuk posisi Direktur Operasi, kini ditempati oleh Andi Joko Nugroho yang sebelumnya menjabat VP Operation & Engineering PGEO. Sementara itu, posisi lain dalam direksi meliputi Direktur Eksplorasi dan Pengembangan Edwil Suzandi dan Direktur Keuangan Yurizki Rio.
Susunan Komisaris PGEO terbaru terdiri dari Komisaris Utama Gigih Udi Atmo, Komisaris John Anis, Komisaris Abdulla Zayed, serta Komisaris Independen Abdul Musawir Yahya dan Mohammad Firmansyah. Struktur baru ini diharapkan mendukung pengambilan keputusan strategis dan pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Penunjukan Ahmad Yani diharapkan meningkatkan kapasitas PGEO dalam pengelolaan WKP yang saat ini mencapai potensi hingga 3 GW. Pengelolaan mandiri ini menjadi pendorong utama untuk mencapai target energi bersih dan memperkuat kontribusi PGEO terhadap energi nasional.
Dengan pengalaman luas di operasional dan pengembangan panas bumi, Ahmad Yani diyakini mampu memperkuat pipeline proyek PGEO. Peningkatan kapasitas pembangkit dan inovasi teknologi diharapkan mendukung produktivitas dan efisiensi jangka panjang.
PGEO juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemangku kepentingan pemerintah dan swasta. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas basis energi terbarukan sekaligus menjaga kesinambungan operasional proyek panas bumi.
Ke depan, PGEO menargetkan pengembangan kapasitas panas bumi yang berkelanjutan dan inovatif. Perusahaan juga mendorong diversifikasi teknologi hijau untuk mendukung transisi energi nasional yang ramah lingkungan.
Langkah ini sejalan dengan strategi pemerintah memperkuat energi terbarukan sebagai sumber utama ketahanan energi nasional. PGEO melalui kepemimpinan Ahmad Yani berperan aktif dalam mendukung tujuan tersebut secara operasional dan teknologi.
Dengan kepemimpinan baru, PGEO menegaskan komitmen terhadap target pembangunan 1 GW hingga 2–3 tahun mendatang. Perusahaan siap memanfaatkan potensi panas bumi nasional secara maksimal untuk mendukung program energi bersih dan efisiensi energi.
Selain fokus pada kapasitas terpasang, PGEO juga mengupayakan inovasi yang berkelanjutan. Langkah-langkah seperti pengembangan green hydrogen dan teknologi Flow2Max® menunjukkan komitmen perusahaan terhadap solusi energi ramah lingkungan.
Ahmad Yani pun menyampaikan bahwa keberhasilan PGEO selama ini menjadi modal untuk menghadapi tantangan energi masa depan. Optimalisasi operasi, inovasi teknologi, dan pengelolaan proyek yang terintegrasi menjadi fokus utama kepemimpinan barunya.
Peningkatan kapasitas dan diversifikasi teknologi menjadi kunci untuk mendukung ketahanan energi nasional. PGEO di bawah Ahmad Yani menargetkan kontribusi signifikan dalam pencapaian net zero emission 2060 dan pengembangan energi terbarukan jangka panjang.
Dengan struktur direksi dan komisaris baru, PGEO siap menghadapi tantangan transisi energi global. Fokus perusahaan tetap pada pengelolaan panas bumi, efisiensi operasional, serta pengembangan teknologi hijau yang inovatif dan berkelanjutan.
Nathasya Zallianty
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Produksi Lokal BYD dan Vinfast Diharapkan Dongkrak Pasar Mobil Listrik 2026
- Rabu, 21 Januari 2026
IAI Luncurkan Tim Arsitektur di Tiap Kabupaten Kota Dukung Pembangunan Nasional
- Rabu, 21 Januari 2026
12 Tempat Makan Malam Dekat Stasiun Gambir yang Wajib Dicoba di 2026
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
Cara Praktis Membuat Serabi Solo Manis Gurih Autentik Lembut Dan Harum Santan
- Rabu, 21 Januari 2026
Olahan Tumis Daun Cabai Sederhana Lezat Hemat Jadi Lauk Favorit Keluarga
- Rabu, 21 Januari 2026
Rekomendasi Tempat Makan Malam Dekat Stasiun Gambir Terbaik Tahun 2026
- Rabu, 21 Januari 2026
Pilihan Ikan Sehat untuk Konsumsi Harian serta Jenis yang Perlu Dibatasi
- Rabu, 21 Januari 2026
Manfaat Konsumsi Alpukat Rutin Bantu Jaga Kesehatan Jantung Menurut Ahli
- Rabu, 21 Januari 2026













.jpg)