Rabu, 21 Januari 2026

Amman Mineral Kembali Operasikan Smelter Tembaga dan Tingkatkan Ekspor 2026

Amman Mineral Kembali Operasikan Smelter Tembaga dan Tingkatkan Ekspor 2026
Amman Mineral Kembali Operasikan Smelter Tembaga dan Tingkatkan Ekspor 2026

JAKARTA - PT Amman Mineral International Tbk. (AMMN) mengumumkan bahwa smelter katoda tembaga perusahaan telah kembali beroperasi. Fasilitas ini sebelumnya sempat berhenti sejak Juli 2025 akibat kondisi kahar yang mengganggu produksi.

Vice President Corporate Communications Amman Mineral, Kartika Octaviana, menyatakan perbaikan smelter berjalan lebih cepat dari rencana. Produksi pun telah dimulai secara bertahap dan bahkan menunjukkan kinerja lebih baik dibanding estimasi awal.

“Proses perbaikan berhasil diselesaikan lebih cepat dari yang diperkirakan, sehingga smelter sudah kembali beroperasi. Produksi juga meningkat secara bertahap, melampaui proyeksi dalam laporan kondisi force majeure,” jelas Kartika kepada Bloomberg Technoz, Rabu, 21 Januari 2026.

Baca Juga

DAMRI Resmi Operasikan Rute Baru Sampit Telaga Antang Tarif Terjangkau

Saat ini, perusahaan fokus pada peningkatan kapasitas produksi secara bertahap atau proses ramp up. Meski demikian, pendekatan hati-hati tetap diterapkan untuk menjaga keselamatan operasional smelter.

Perizinan Ekspor dan Strategi Operasional

Sebelumnya, AMMN memperoleh persetujuan ekspor sebesar 480.000 metrik ton kering (dry metric ton/dmt). Izin ini berlaku dari 31 Oktober 2025 hingga April 2026 melalui anak usahanya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Persetujuan ekspor diberikan setelah laporan kondisi kahar di smelter tembaga Nusa Tenggara Barat. Smelter sempat menghentikan operasinya sejak Juli 2025 karena kerusakan pada unit flash converting furnace (FCF) dan sulfuric acid plant.

Direktur Utama PT AMNT, Rachmat Makassau, menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Kementerian ESDM. Koordinasi intensif membantu memahami kendala teknis dan memastikan perbaikan fasilitas berjalan lancar.

Rachmat memproyeksikan smelter dapat beroperasi penuh pada paruh kedua 2026. Namun selama perbaikan, operasi parsial tetap dilakukan dengan peningkatan produksi yang hati-hati untuk menjamin keselamatan.

Kapasitas Produksi dan Realisasi Ekspor

Smelter AMMN yang terletak di Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, memiliki kapasitas pengolahan 900.000 ton konsentrat tembaga per tahun. Target produksinya mencapai 220.000 ton katoda tembaga, menyasar pasar dalam dan luar negeri.

Berdasarkan data Bloomberg Technoz, tahap komisioning akhir smelter baru mencapai sekitar 48% pada Februari 2025. Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan produksi berlangsung secara bertahap dan sistematis sesuai standar operasional perusahaan.

Hingga Desember 2025, AMMN berhasil mengekspor 142.887 wet metric ton (wmt) konsentrat tembaga. Realisasi ini setara dengan 27,11% dari total kuota ekspor yang ditetapkan oleh pemerintah.

Direktur Ekspor Produk Industri dan Pertambangan Kementerian Perdagangan, Andri Gilang Nugraha, menyatakan ekspor AMMN terutama ditujukan ke China, Jepang, Korea Selatan, dan India. Sebagian besar konsentrat mengalir ke Korea Selatan, mendukung hubungan dagang bilateral.

Dampak dan Prospek Produksi Kedepan

Dengan perbaikan smelter yang lebih cepat, AMMN mampu menjaga kelancaran operasional tambang. Hal ini juga memastikan gudang penyimpanan konsentrat tidak melebihi kapasitas, sehingga produksi tetap sesuai rencana.

Pemulihan smelter dan ekspor konsentrat tembaga menunjukkan kapasitas AMMN untuk menghadapi tantangan teknis. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan pada 2026 sekaligus memperkuat posisi di pasar internasional.

Rekomendasi izin ekspor memungkinkan perusahaan tetap menjaga arus produksi dan distribusi. Sementara itu, pendekatan ramp up bertahap memberi waktu bagi manajemen untuk mengoptimalkan performa smelter secara aman.

Keberhasilan pemulihan operasional juga meningkatkan kepercayaan investor terhadap kelangsungan bisnis AMMN. Posisi strategis smelter di NTB memungkinkan pengolahan dan ekspor tembaga berjalan lebih efisien.

Dengan target produksi katoda 220.000 ton per tahun, perusahaan memiliki peluang ekspansi lebih besar di pasar global. Selain itu, hubungan baik dengan pemerintah dan dukungan regulasi ekspor memberikan kestabilan operasional jangka panjang.

Peran smelter AMMN sangat penting untuk memenuhi permintaan konsentrat tembaga internasional. Peningkatan kapasitas secara bertahap diharapkan memaksimalkan volume ekspor, terutama ke negara-negara Asia Timur yang menjadi pelanggan utama.

Pemulihan smelter AMMN menandai titik balik dalam operasional perusahaan setelah periode force majeure. Langkah ini tidak hanya menjaga kelancaran produksi, tetapi juga memastikan target ekspor dan pertumbuhan bisnis tetap tercapai.

Dengan strategi ramp up yang hati-hati dan dukungan pemerintah, AMMN siap memanfaatkan peluang pasar global. Produksi katoda tembaga diproyeksikan meningkat, memperkuat posisi perusahaan di industri pertambangan nasional dan internasional.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Emiten Properti Manfaatkan Insentif PPN DTP Jaga Kinerja Saat Rupiah Melemah

Emiten Properti Manfaatkan Insentif PPN DTP Jaga Kinerja Saat Rupiah Melemah

DAMRI Luncurkan Rute Baru Jogja Semarang Lewati Borobudur Kota Lama

DAMRI Luncurkan Rute Baru Jogja Semarang Lewati Borobudur Kota Lama

Jadwal Kapal Pelni Jayapura Makassar Februari 2026 Harga Terbaru

Jadwal Kapal Pelni Jayapura Makassar Februari 2026 Harga Terbaru

Jadwal Kapal Pelni KM Labobar Januari 2026 Rute Banda Kaimana Makassar

Jadwal Kapal Pelni KM Labobar Januari 2026 Rute Banda Kaimana Makassar

Jadwal KA BIAS Hari Ini 21 Januari 2026 Solo Madiun Caruban Terbaru

Jadwal KA BIAS Hari Ini 21 Januari 2026 Solo Madiun Caruban Terbaru