Rahasia Donat Empuk dan Tidak Berminyak, Ini Kesalahan yang Sering Terjadi di Dapur
- Kamis, 22 Januari 2026
JAKARTA - Banyak orang mengira kegagalan membuat donat selalu disebabkan oleh resep yang kurang tepat. Padahal, penyebab donat bantat dan berminyak tidak selalu terletak pada komposisi bahan, melainkan kesalahan teknis yang sering dianggap sepele.
“Memang kalau donat itu cukup tricky sih. Banyak sekali faktor yang menyebabkan donat itu akan matang dengan sempurna ataupun tidak gitu. Jadi enggak bisa cuman satu dua hal saja,” kata Pastry Chef Dough Darlings, Oriana.
Ia menjelaskan bahwa suhu penyimpanan adonan donat tidak bisa dilakukan sembarangan. Begitu pula saat menggoreng, ada banyak hal teknis yang harus diperhatikan agar hasilnya empuk dan tidak berminyak.
Baca JugaCara Membuat Poached Egg Lezat Meleleh Ala Restoran Praktis Tanpa Alat Khusus
Jika ditarik lebih jauh dari awal pembuatan, jenis terigu dan komposisi ragi juga memengaruhi kesuksesan membuat donat. Oleh karena itu, memahami setiap tahap proses menjadi kunci utama keberhasilan.
Kesalahan kecil seperti salah memilih bahan atau melewatkan tahapan tertentu bisa berdampak besar pada tekstur donat. Donat yang seharusnya empuk justru bisa menjadi bantat dan menyerap terlalu banyak minyak.
Berikut ini beberapa penyebab donat bantat dan berminyak menurut chef yang perlu dihindari. Dengan memahami faktor-faktor ini, hasil donat buatan rumah bisa lebih maksimal.
Salah Memilih Terigu dan Ragi
Terigu merupakan bahan utama dalam pembuatan donat. Jenis terigu sendiri ditentukan berdasarkan kandungan proteinnya yang berbeda-beda di pasaran.
Di toko, kamu bisa menemukan terigu protein rendah, sedang, hingga tinggi. Penggunaan terigu protein rendah maupun sedang dalam adonan donat berpotensi membuat adonan kurang elastis dan sulit mengembang.
Menurut Oriana, sebaiknya gunakan terigu protein tinggi untuk membuat donat mengembang sempurna. Kandungan protein tinggi bakal membantu adonan donat mengembang karena protein berfungsi membentuk gluten yang kuat dan elastis.
Selain terigu, ragi juga memegang peran penting dalam proses fermentasi adonan. Campuran ragi dan air hangat biasanya dibuat di awal pembuatan donat sebagai penentu keberhasilan pengembangan.
Jika campuran ragi dan air tidak berbuih selama 5–10 menit, artinya ragi sudah “mati” dan tidak layak digunakan. Kondisi ini akan membuat donat gagal mengembang dan berujung bantat.
Secara umum, penyebab ragi tidak aktif adalah penyimpanan yang kurang tepat. Jika kemasan ragi dibiarkan terbuka, ragi akan terpapar udara dan kehilangan daya fermentasinya.
Solusinya, gunakan ragi kemasan baru lalu campur dengan air hangat bersuhu 35–40 derajat celsius. Tunggu sampai ragi mengembang dan berbuih sebelum digunakan dalam adonan.
Dengan terigu yang tepat dan ragi aktif, struktur donat akan lebih stabil. Hal ini membantu adonan mengembang dengan baik dan menghasilkan tekstur empuk saat digoreng.
Proofing Adonan yang Sering Diabaikan
Proofing atau mengistirahatkan adonan juga menjadi bagian penting dalam pembuatan donat. Proses ini tidak boleh dilewati jika ingin menghasilkan donat yang mengembang sempurna dan tidak berminyak.
Salah proofing adonan donat bisa mengakibatkan donat tidak mengembang atau justru mengembang berlebihan atau overproofing. Kedua kondisi tersebut sama-sama membuat tekstur donat menjadi kurang ideal.
Menurut Oriana, adonan donat perlu diistirahatkan setidaknya dua sampai tiga kali sebelum digoreng. “Mungkin kalau teman-teman di rumah bisa menggunakan suhu ruangan yang memang bisa mendukung proses ini,” kata Oriana.
Ia menambahkan bahwa suhu ruangan yang ideal berkisar 25–28 derajat celsius. Suhu ini membantu ragi bekerja optimal tanpa membuat adonan terlalu cepat mengembang.
Jika adonan tidak cukup diistirahatkan, struktur gluten belum terbentuk sempurna. Akibatnya, donat menjadi padat dan tidak memiliki rongga udara yang cukup.
Sebaliknya, jika adonan terlalu lama diistirahatkan, struktur gluten bisa melemah. Donat pun menjadi kempis saat digoreng dan teksturnya tidak lagi empuk.
Oleh karena itu, menjaga durasi proofing sesuai kebutuhan menjadi sangat penting. Dengan proses yang tepat, donat akan mengembang merata dan tidak mudah menyerap minyak.
Tahap proofing ini sering dianggap sepele oleh banyak orang. Padahal, di sinilah kualitas akhir donat sangat ditentukan.
Kesalahan Saat Menggoreng Donat
Setelah memahami penyebab donat bantat, penting juga mengetahui alasan donat berminyak. Kesalahan dalam memilih minyak dan mengatur suhu sering menjadi penyebab utama.
Menurut Oriana, penggunaan minyak goreng tertentu bisa membuat donat terlalu berminyak saat dimakan. Selain itu, suhu penggorengan yang salah juga sangat memengaruhi hasil akhir.
Bila suhu minyak terlalu rendah, donat justru akan menyerap lebih banyak minyak. Hal ini menyebabkan tekstur donat menjadi berat dan berminyak saat dikonsumsi.
Solusinya, Oriana menyarankan mencampur minyak cair dan minyak padat untuk menggoreng donat. Minyak padat berbentuk mirip mentega putih dan sering digunakan untuk menggoreng donat agar tidak terlalu berminyak.
“Minyak padat sendiri itu pun salah satu cara untuk membuat donat tidak terlalu berminyak ya, tapi tidak bisa full minyak padat juga karena nanti rasanya jadi kurang enak,” kata dia.
Selain jenis minyak, suhu penggorengan juga harus diperhatikan dengan cermat. Suhu ideal menggoreng donat berkisar antara 170–180 derajat celsius.
Untuk mendapatkan suhu panas yang pasti, sebaiknya gunakan termometer saat memasak. Dengan suhu stabil, donat akan matang merata tanpa menyerap minyak berlebihan.
Kesalahan kecil dalam pengaturan suhu sering kali luput diperhatikan. Padahal, hal ini sangat menentukan tekstur dan rasa akhir donat.
Kebiasaan Membalik Donat yang Terlalu Sering
Membolak-balik donat saat menggoreng juga menjadi penyebab donat berminyak. Apalagi jika kamu menggorengnya terlalu lama di dalam minyak panas.
Menurut Oriana, cukup membalik donat satu kali selama menggoreng. Cara ini tidak hanya menghindari donat berminyak, tetapi juga membantu memunculkan white ring yang khas.
White ring menjadi salah satu ciri donat yang matang sempurna. Cincin putih ini muncul di bagian tengah donat sebagai tanda proses penggorengan berjalan ideal.
Jika donat terlalu sering dibalik, permukaan donat akan menyerap lebih banyak minyak. Hal ini membuat teksturnya menjadi berat dan kurang empuk saat disantap.
Menggoreng donat dengan durasi yang tepat juga sangat penting. Donat yang terlalu lama di dalam minyak akan kehilangan kelembutannya dan terasa kering di bagian dalam.
Sebaliknya, donat yang terlalu cepat diangkat bisa belum matang sempurna. Bagian tengahnya bisa tetap mentah meskipun bagian luar sudah kecokelatan.
Oleh karena itu, perhatikan waktu dan cara membalik donat saat menggoreng. Teknik sederhana ini membantu menghasilkan donat yang empuk, ringan, dan tidak berminyak.
Kebiasaan kecil seperti ini sering dianggap tidak penting. Padahal, dampaknya sangat besar pada kualitas akhir donat.
Dengan memahami penyebab donat bantat dan berminyak, kamu bisa lebih percaya diri saat membuat donat sendiri di rumah. Kesalahan teknis kecil bisa dihindari jika setiap tahap dilakukan dengan tepat.
Mulai dari pemilihan terigu hingga pengaturan suhu minyak, semua faktor saling berkaitan. Setiap langkah memiliki peran penting dalam menciptakan donat yang empuk dan lezat.
“Memang kalau donat itu cukup tricky sih. Banyak sekali faktor yang menyebabkan donat itu akan matang dengan sempurna ataupun tidak gitu. Jadi enggak bisa cuman satu dua hal saja,” kata Oriana.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa membuat donat bukan hanya soal resep, tetapi juga teknik dan ketelitian. Dengan memahami hal ini, hasil donat bisa jauh lebih konsisten.
Tidak sedikit orang yang gagal membuat donat karena melewatkan tahap proofing atau menggunakan ragi yang sudah tidak aktif. Kesalahan ini sering terjadi tanpa disadari.
Begitu pula dalam proses menggoreng, suhu minyak yang kurang tepat dapat membuat donat menjadi berminyak. Donat pun kehilangan tekstur ringan yang seharusnya dimiliki.
Menggunakan campuran minyak cair dan minyak padat bisa menjadi solusi sederhana. Namun, komposisi yang tepat tetap perlu diperhatikan agar rasa donat tidak berubah.
Menggoreng donat dengan suhu 170–180 derajat celsius juga menjadi kunci penting. Suhu ini membantu donat matang merata tanpa menyerap terlalu banyak minyak.
Selain itu, membalik donat cukup satu kali selama proses penggorengan. Cara ini membantu menjaga tekstur dan memunculkan white ring yang diinginkan.
Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, donat buatan rumah bisa tampil layaknya donat toko roti. Teksturnya empuk, ringan, dan tidak berminyak.
Tidak perlu khawatir gagal jika memahami penyebab umum kesalahan. Setiap proses bisa diperbaiki dengan teknik yang tepat dan sedikit latihan.
Kini, membuat donat empuk dan lezat di rumah bukan lagi hal yang sulit. Dengan memperhatikan detail kecil, hasilnya bisa jauh lebih memuaskan.
Donat yang matang sempurna bukan hanya enak disantap, tetapi juga memberi kepuasan tersendiri saat berhasil dibuat sendiri. Prosesnya pun menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan di dapur.
Jadi, jika donat buatanmu selama ini masih bantat atau berminyak, mungkin saatnya mengevaluasi kembali teknik yang digunakan. Dengan perbaikan sederhana, kualitas donat bisa meningkat secara signifikan.
Zahra Kurniawati
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Update Harga Buyback Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Pegadaian Hari Ini
- Kamis, 22 Januari 2026
Berita Lainnya
Kenaikan Harga Buyback Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Kamis 22 Januari 2026
- Kamis, 22 Januari 2026
Update Harga Buyback Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Pegadaian Hari Ini
- Kamis, 22 Januari 2026









