8 Negara Transkontinental yang Membentang di Dua Benua Sekaligus
- Kamis, 22 Januari 2026
JAKARTA - Dunia menyimpan banyak keunikan geografis, salah satunya adalah negara yang terletak di lebih dari satu benua. Fenomena ini disebut negara transkontinental, di mana wilayahnya membentang lintas benua.
Menariknya, beberapa negara memiliki wilayah yang bersambung antar benua, sementara yang lain terpisah secara geografis. Ada wilayah utama di satu benua dan wilayah lain berada jauh di benua berbeda.
Fenomena ini membuat negara-negara transkontinental memiliki keunikan strategis dan budaya. Berikut daftar negara yang membentang di dua benua atau lebih.
Baca Juga30 Ide Jualan Bulan Puasa Kekinian Menguntungkan, Yuk Cobain!
Rusia dan Mesir: Bentang Luas dari Eropa ke Asia
Rusia adalah negara transkontinental terbesar di dunia. Sebagian wilayahnya berada di Eropa dan sebagian di Asia, dengan Pegunungan Ural sebagai batas alami.
Wilayah Eropa Rusia berada di sebelah barat Pegunungan Ural, sedangkan wilayah Asia membentang ke timur hampir seluruh bagian negara. Meskipun lebih luas di Asia, 75% penduduk tinggal di Eropa sehingga populasinya lebih padat.
Mesir juga termasuk negara lintas benua antara Afrika dan Asia. Sekitar 96% wilayahnya berada di Afrika Utara, sedangkan sisanya termasuk bagian Asia Barat di Semenanjung Sinai.
Titik pertemuan Afrika dan Asia berada di Terusan Suez. Terusan ini berfungsi sebagai jembatan darat yang menghubungkan kedua benua tersebut.
Turkiye dan Kazakhstan: Jembatan Budaya dan Geografis
Wilayah Turkiye terbagi menjadi Anatolia atau Asia Kecil dan bagian kecil di Eropa. Kota Istanbul menjadi penanda perbatasan antara Eropa dan Asia serta satu-satunya kota di dunia yang berada di dua benua.
Meskipun sebagian besar penduduk tinggal di wilayah Asia, Istanbul termasuk kota terpadat di Eropa. Kota ini menjadi simbol pertemuan budaya dan perdagangan antar benua.
Kazakhstan juga membentang di dua benua. Sebagian besar wilayahnya berada di Asia Tengah dan sebagian kecil di Eropa Timur, dibatasi Sungai Ural dan Laut Kaspia.
Negara ini berbatasan dengan Rusia, Turkmenistan, Uzbekistan, Kirgistan, dan Laut Kaspia. Keberadaan Kazakhstan menjadikannya salah satu negara dengan bentang alam menakjubkan lintas benua.
Georgia dan Prancis: Strategis dan Multibenua
Georgia berada di persimpangan antara Eropa dan Asia. Negara ini berbatasan dengan Rusia, Turkiye, Armenia, dan Azerbaijan, menjadikannya jembatan budaya dan geografis.
Sebagian wilayah Georgia termasuk Eropa dan sisanya Asia. Meskipun demikian, negara ini sering diklasifikasikan sebagai bagian Eropa Timur.
Prancis memiliki keunikan sebagai negara yang tersebar di empat benua. Wilayah metropolitan berada di Eropa Barat, sementara Guyana Prancis di Amerika Selatan, Guadeloupe di Amerika Utara, dan pulau lain tersebar di Samudra Hindia dan Pasifik.
Sebaran wilayah ini menjadikan Prancis sebagai contoh negara transkontinental yang memiliki pengaruh budaya luas. Keberadaannya di berbagai benua juga menambah kekayaan biodiversitas dan ekonomi.
Spanyol dan Indonesia: Eropa Bertemu Afrika dan Australia
Spanyol tidak hanya berada di Eropa, tetapi juga memiliki wilayah di Afrika. Ceuta, Melilla, dan Kepulauan Canary masuk dalam kategori transkontinental.
Sebagian besar wilayah Spanyol tetap berada di Eropa, berbatasan dengan Portugal, Prancis, Andorra, dan Samudra Atlantik. Hal ini menunjukkan kombinasi posisi strategis yang memengaruhi sejarah dan perdagangan.
Indonesia termasuk negara transkontinental yang unik. Wilayah barat (Sumatra, Jawa, Kalimantan, sebagian Sulawesi) berada di Asia, sedangkan wilayah timur (Maluku, Papua) masuk bagian Australia.
Selain dua benua, Indonesia juga diapit oleh Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Posisi ini menjadikannya jalur perdagangan strategis dengan keanekaragaman budaya yang luar biasa.
Negara-negara transkontinental membuktikan kompleksitas geografis dunia. Mereka juga menjadi simbol pertemuan budaya, ekonomi, dan sejarah lintas benua.
Keberadaan negara transkontinental menghadirkan peluang strategis dalam perdagangan dan diplomasi. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya letak geografis bagi perkembangan suatu negara.
Selain itu, keanekaragaman wilayah memengaruhi kehidupan sosial dan budaya. Negara-negara ini menjadi contoh nyata bagaimana batas benua tidak selalu membatasi hubungan manusia.
Fenomena transkontinental juga menantang konsep geografis tradisional. Beberapa wilayah negara berada jauh dari pusat geografis utama, menambah keunikan politik dan ekonomi.
Bagi para pelancong, negara lintas benua menawarkan pengalaman wisata yang kaya. Dari perbedaan lanskap hingga budaya, semuanya bisa dinikmati dalam satu negara.
Tidak hanya geografi, sejarah negara transkontinental pun menarik untuk dipelajari. Perpaduan pengaruh benua yang berbeda menciptakan warisan budaya yang beragam.
Keberadaan negara transkontinental menegaskan pentingnya pemahaman geografi dalam kehidupan modern. Posisi lintas benua memberi peluang dan tantangan yang unik bagi setiap negara.
Fenomena ini juga mengajarkan bahwa dunia tidak selalu terbagi secara sederhana. Setiap negara memiliki cerita geografis dan budaya yang berbeda-beda.
Dengan memahami negara transkontinental, kita bisa lebih menghargai keberagaman dunia. Letak geografis yang unik ini memengaruhi sejarah, budaya, dan hubungan internasional.
Nathasya Zallianty
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Update Harga Buyback Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Pegadaian Hari Ini
- Kamis, 22 Januari 2026
Berita Lainnya
Kenaikan Harga Buyback Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Kamis 22 Januari 2026
- Kamis, 22 Januari 2026
Update Harga Buyback Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Pegadaian Hari Ini
- Kamis, 22 Januari 2026









