Proyeksi Harga Nikel 2026 Meningkat Tajam Akibat Pengetatan Produksi Indonesia
- Rabu, 04 Februari 2026
JAKARTA - Goldman Sachs dan Macquarie menaikkan proyeksi harga nikel tahun 2026 menyusul kebijakan pemerintah Indonesia yang menahan laju produksi. Sinyal tersebut langsung mempengaruhi pasar global dan mendorong kenaikan harga nikel sejak pertengahan Desember 2025.
Langkah Indonesia ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, yang menegaskan komitmen untuk memangkas produksi bijih nikel. Kebijakan ini bertujuan mengendalikan pasokan sekaligus menjaga posisi Indonesia sebagai produsen nikel terbesar dunia.
Penurunan Kuota Produksi Nikel di Indonesia
Baca JugaStrategi Terbaru Pemerintah Perkuat Pendampingan UMK Menuju Wajib Halal 2026
Kuota izin usaha pertambangan (RKAB) tahun ini akan diturunkan menjadi sekitar 250–260 juta ton basah bijih nikel. Angka ini jelas lebih rendah dibanding kuota produksi 2025 yang mencapai 379 juta ton, menandakan pengurangan pasokan signifikan.
Pejabat Kementerian ESDM mengonfirmasi rencana pengetatan kuota tersebut pada 14 Januari 2026. Penyesuaian ini menjadi salah satu faktor utama mendorong kenaikan harga nikel di pasar internasional.
Dengan kuota yang lebih rendah, pasar global menghadapi ketatnya pasokan bijih nikel. Hal ini terutama berdampak pada industri baterai kendaraan listrik yang bergantung pada logam tersebut.
Dampak Pengetatan Pasokan terhadap Harga Nikel Global
Goldman Sachs menaikkan proyeksi rata-rata harga nikel 2026 menjadi US$17.200 per ton, dari sebelumnya US$14.800 per ton. Bank investasi itu memperkirakan harga nikel dapat mencapai US$18.700 per ton pada kuartal II 2026 seiring semakin ketatnya pasokan.
Namun, Goldman menilai pasokan akan kembali meningkat pada paruh kedua tahun ini setelah persetujuan tambahan produksi. Hal ini diprediksi mendorong produksi mendekati 300 juta ton, sehingga pasar nikel olahan berpotensi mengalami surplus sekitar 191.000 ton.
Surplus tersebut dapat menekan harga nikel mendekati level biaya produksi sekitar US$15.500 per ton pada akhir 2026. Meskipun demikian, kenaikan awal tahun tetap memberikan tekanan positif bagi produsen nikel di Indonesia.
Revisi Proyeksi Harga oleh Macquarie
Macquarie juga menyesuaikan proyeksi harga nikel dengan menaikkan perkiraan rata-rata LME 2026 menjadi US$17.750 per ton dari sebelumnya US$15.000 per ton. Bank investasi ini menilai kebijakan pengetatan pasokan Indonesia akan memangkas surplus pasar global menjadi sekitar 90.000 ton.
Sebelumnya, Macquarie memperkirakan surplus mencapai 250.000 ton sebelum adanya pengetatan kuota. Bank tersebut menilai kebijakan RKAB akan menjaga harga nikel di kisaran US$18.000 per ton sepanjang tahun 2026.
Pengetatan kuota oleh Indonesia berpotensi menstabilkan harga nikel global dalam jangka menengah. Hal ini menjadi sinyal kuat bagi investor dan pelaku industri logam untuk menyesuaikan strategi produksi dan ekspor.
Harga nikel di London Metal Exchange (LME) pada perdagangan Selasa, 3 Februari 2026, ditutup di sekitar US$17.447 per ton. Angka ini menunjukkan respons pasar yang cepat terhadap kebijakan pemerintah Indonesia.
Selain mendorong harga nikel, pengetatan pasokan juga berdampak pada prospek industri kendaraan listrik global. Pasokan baterai yang menggunakan nikel berkualitas tinggi menjadi lebih kompetitif, menimbulkan tekanan positif bagi produsen.
Kebijakan Indonesia menunjukkan peran strategis negara ini dalam pasar logam global. Dengan produksi yang terkontrol, pemerintah tidak hanya menjaga harga tetapi juga keberlanjutan sumber daya mineral.
Goldman Sachs menekankan bahwa ketatnya pasokan Indonesia menjadi faktor penopang utama harga nikel. Dalam jangka pendek, produsen global menghadapi keterbatasan pasokan yang mendorong harga tetap tinggi.
Sementara itu, Macquarie memperkirakan pemerintah akan menyempurnakan kuota tambang untuk memastikan harga nikel tetap stabil. Strategi ini bertujuan menyeimbangkan antara kepentingan domestik dan posisi Indonesia di pasar internasional.
Ketegasan Indonesia dalam mengatur pasokan bijih nikel juga memberi kepastian bagi pelaku industri. Produsen baterai dan logam olahan kini dapat merencanakan kebutuhan pasokan berdasarkan kuota yang lebih terprediksi.
Peningkatan harga nikel juga memberikan sinyal positif bagi investor logam dan pasar komoditas. Dengan proyeksi yang naik, peluang keuntungan bagi eksportir nikel semakin terbuka.
Di sisi lain, kenaikan harga menuntut produsen mengoptimalkan efisiensi operasi. Pengelolaan tambang dan distribusi bijih nikel harus lebih presisi agar margin keuntungan tetap terjaga.
Kebijakan ini sejalan dengan tujuan Indonesia menjaga pasokan sumber daya alam bagi generasi mendatang. Dengan produksi yang terkendali, negara dapat memanfaatkan nikel sebagai komoditas strategis secara berkelanjutan.
Harga nikel yang meningkat di awal tahun 2026 mencerminkan pengaruh kebijakan domestik terhadap pasar global. Hal ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain utama yang mampu memengaruhi harga komoditas penting.
Strategi pengurangan kuota tambang juga menunjukkan bahwa pemerintah fokus pada kualitas pengelolaan sumber daya. Ketersediaan nikel berkualitas tinggi menjadi prioritas untuk mendukung industri strategis seperti kendaraan listrik.
Dengan proyeksi harga yang lebih tinggi, produsen dan eksportir nikel Indonesia memiliki kesempatan mengoptimalkan keuntungan. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok logam global.
Pengaruh kebijakan pemerintah terhadap harga nikel di pasar dunia menjadi contoh bagaimana keputusan domestik dapat berdampak global. Harga nikel yang naik menjadi indikator penting bagi investor, produsen, dan konsumen logam.
Kebijakan Indonesia juga menunjukkan peran negara dalam menjaga stabilitas pasar komoditas strategis. Dengan pengelolaan produksi yang terencana, pasar global tetap mendapatkan sinyal jelas tentang ketersediaan nikel di tahun 2026.
Nathasya Zallianty
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Peran Praja IPDN dan ASN Kemendagri dalam Pemulihan Aceh Tamiang Pasca Banjir Bandang
- Rabu, 04 Februari 2026
Wamenkominfo Dorong Platform Digital Terapkan Sistem Deteksi Usia Anak Berbasis Perilaku
- Rabu, 04 Februari 2026
Presiden Prabowo Resmi Tetapkan Jadwal Cuti Bersama ASN Tahun 2026 di Seluruh Indonesia
- Rabu, 04 Februari 2026
Berita Lainnya
Wamenkominfo Dorong Platform Digital Terapkan Sistem Deteksi Usia Anak Berbasis Perilaku
- Rabu, 04 Februari 2026
Presiden Prabowo Resmi Tetapkan Jadwal Cuti Bersama ASN Tahun 2026 di Seluruh Indonesia
- Rabu, 04 Februari 2026
Update Terbaru Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Hari Ini Rabu 4 Februari 2026
- Rabu, 04 Februari 2026








