Rabu, 04 Februari 2026

Transformasi Infrastruktur Digital BPJS Kesehatan Melalui Empat Inovasi Kecerdasan Buatan Terbaru

Transformasi Infrastruktur Digital BPJS Kesehatan Melalui Empat Inovasi Kecerdasan Buatan Terbaru
Transformasi Infrastruktur Digital BPJS Kesehatan Melalui Empat Inovasi Kecerdasan Buatan Terbaru

JAKARTA - BPJS Kesehatan menunjukkan komitmen nyata dalam memodernisasi layanan publik di awal tahun 2026. Melalui peluncuran Smart Integrated Solution Customer Assistant (JKN), organisasi ini resmi mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) ke dalam ekosistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Langkah ini diambil untuk menciptakan layanan yang tidak hanya lebih canggih, tetapi juga jauh lebih efisien bagi jutaan peserta di seluruh Indonesia.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menegaskan bahwa pemanfaatan AI ini adalah pilar strategis untuk memperkuat kualitas layanan tanpa mengesampingkan peran sumber daya manusia. AI diposisikan sebagai asisten digital yang mampu memberikan respons cepat dan akurat, menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan berbasis data di era transformasi digital.

Baca Juga

Keluhan Pedagang Pasar Wiradesa Terkait Kenaikan Harga Sembako Menjelang Bulan Ramadan

SISCA JKN: Avatar Pintar Sebagai Garda Terdepan Layanan Informasi

Inovasi utama yang diperkenalkan adalah SISCA JKN, sebuah asisten layanan digital berbentuk avatar yang terintegrasi dalam Aplikasi Mobile JKN. SISCA dirancang untuk menjadi jembatan informasi yang interaktif bagi peserta, memberikan jawaban awal atas berbagai pertanyaan tanpa mengharuskan peserta datang ke kantor cabang.

Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan, menjelaskan bahwa SISCA JKN akan terus melalui tahap penyempurnaan guna meningkatkan akurasi jawaban dan kualitas interaksi. Kehadiran avatar ini memastikan bahwa aksesibilitas layanan kesehatan kini berada dalam genggaman tangan, tersedia kapan saja dan di mana saja.

SmartClaim JKN: Otomasi Verifikasi Untuk Cegah Kecurangan

Selain layanan bagi peserta, AI juga merambah ke aspek manajerial melalui SmartClaim JKN. Sistem ini merupakan infrastruktur digital yang membantu mempercepat proses verifikasi klaim dari fasilitas kesehatan. Dengan mengotomasi proses administrasi yang bersifat manual atau rutin (clerical check), AI memungkinkan verifikator manusia untuk lebih fokus pada penelaahan kasus-kasus yang kompleks.

“SmartClaim JKN diharapkan dapat menjadi instrumen pendukung dalam meningkatkan pengawasan, akuntabilitas, dan mitigasi risiko kecurangan dalam penyelenggaraan Program JKN,” ujar Edwin. Sistem ini mampu mendeteksi indikasi kecurangan rumah sakit secara dini dengan tingkat presisi yang tinggi, sehingga dana jaminan kesehatan masyarakat dapat dikelola dengan lebih aman.

Analisis Data Presisi Melalui Smart Analytics Dan Smart Insight

Dua inovasi lainnya, yakni Smart Analytics dan Smart Insight, dikembangkan khusus untuk mempercepat pengolahan data dalam jumlah besar. Infrastruktur AI ini mampu mengubah tumpukan data menjadi informasi berharga yang mendukung pengambilan keputusan, baik pada level operasional di lapangan maupun manajerial tingkat atas.

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Abdul Kadir, menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi ini mempersingkat waktu birokrasi secara signifikan. Akurasi data yang dihasilkan membantu organisasi dalam memetakan kebutuhan peserta secara lebih spesifik, sehingga kebijakan yang diambil pemerintah ke depannya akan lebih tepat sasaran.

Dukungan Publik Terhadap Digitalisasi Layanan Kesehatan Nasional

Langkah progresif BPJS Kesehatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk BPJS Watch. Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, menilai bahwa inovasi ini merupakan wujud amanat undang-undang untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Namun, ia juga menekankan pentingnya fasilitas kesehatan untuk turut mengimbangi kemajuan teknologi ini.

“Fasilitas kesehatan harapannya juga bisa terus mengimbangi perkembangan inovasi supaya pelayanan kepada masyarakat lebih baik,” tutur Timboel. Dengan sinergi antara teknologi canggih dan kesiapan infrastruktur di rumah sakit maupun puskesmas, diharapkan kualitas pelayanan JKN di tahun 2026 akan semakin prima seiring dengan terus bertambahnya jumlah peserta.

Regan

Regan

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kondisi Harga Sembako Di Tana Tidung Cenderung Turun Dan Masih Stabil

Kondisi Harga Sembako Di Tana Tidung Cenderung Turun Dan Masih Stabil

Kemenhub Siapkan Infrastruktur Transportasi Laut Fasilitasi Kepulangan Santri Menjelang Ramadhan

Kemenhub Siapkan Infrastruktur Transportasi Laut Fasilitasi Kepulangan Santri Menjelang Ramadhan

Penguatan Infrastruktur Kreatif Dan Hilirisasi UMKM Indonesia Menuju Pasar Global

Penguatan Infrastruktur Kreatif Dan Hilirisasi UMKM Indonesia Menuju Pasar Global

Revitalisasi Infrastruktur Ekonomi Sampang Melalui Kemeriahan Festival Bazar UMKM Pasar Margalela

Revitalisasi Infrastruktur Ekonomi Sampang Melalui Kemeriahan Festival Bazar UMKM Pasar Margalela

DPRD Kota Banjarmasin Bahas Rencana Pengurangan Penerima Iuran BPJS Kesehatan 2026

DPRD Kota Banjarmasin Bahas Rencana Pengurangan Penerima Iuran BPJS Kesehatan 2026