Jumat, 03 April 2026

BRIN Kembangkan Teknologi Pembersih Air Tercemar Logam Berat Lebih Cepat Efisien dan Ramah Lingkungan untuk Masa Depan

BRIN Kembangkan Teknologi Pembersih Air Tercemar Logam Berat Lebih Cepat Efisien dan Ramah Lingkungan untuk Masa Depan
BRIN Kembangkan Teknologi Pembersih Air Tercemar Logam Berat Lebih Cepat Efisien dan Ramah Lingkungan untuk Masa Depan

JAKARTA - Upaya mengatasi pencemaran air akibat logam berat kini memasuki babak baru melalui inovasi teknologi yang dikembangkan Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia Badan Riset dan Inovasi Nasional. Teknologi ini memanfaatkan karbon aktif yang dimodifikasi dengan iradiasi gamma dan bahan ramah lingkungan untuk meningkatkan efektivitas penyerapan.

Inovasi ini difokuskan pada penanganan pencemaran logam berat, khususnya tembaga (Cu²?), yang kerap ditemukan dalam limbah industri. Pendekatan ini diharapkan menjadi solusi praktis dalam pengolahan air limbah yang lebih cepat dan efisien.

Dosen Poltek Nuklir BRIN sekaligus ketua tim riset, Dhita Ariyanti, menjelaskan bahwa pengembangan ini bertujuan meningkatkan kemampuan karbon aktif dalam menyerap logam berat. Teknologi tersebut menunjukkan potensi besar untuk diaplikasikan dalam sistem pengolahan limbah.

Baca Juga

Kemenag Percepat Transformasi Digital SDM ASN Lewat Micro-Credentials dan Platform Pintar

"Kami mengembangkan metode untuk meningkatkan kemampuan karbon aktif dalam menyerap logam berat. Hasilnya menunjukkan potensi yang baik untuk diterapkan dalam pengolahan air limbah, terutama karena prosesnya relatif cepat dan efisien. Namun demikian, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan demi meningkatkan kinerja penyerapan limbah karbon aktif melalui inovasi teknologi radiasi," katanya di Jakarta, Kamis.

Proses Modifikasi Karbon Aktif yang Lebih Ramah Lingkungan

Karbon aktif yang biasa digunakan sebagai penyaring air mengalami peningkatan performa melalui proses modifikasi khusus. Proses ini melibatkan pencampuran dengan surfaktan Methyl Ester Sulfonate (MES) yang dikenal lebih ramah lingkungan.

Penggunaan MES menjadi keunggulan tersendiri karena bahan ini mudah terurai dan berasal dari sumber yang lebih aman. Pendekatan ini sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan kimia konvensional yang berpotensi merusak lingkungan.

Setelah pencampuran, material tersebut diproses menggunakan iradiasi gamma untuk memperbaiki struktur permukaan karbon aktif. Proses ini bertujuan meningkatkan daya serap terhadap logam berat secara signifikan.

Perubahan struktur yang terjadi membuat karbon aktif memiliki kemampuan adsorpsi yang lebih baik. Hal ini menjadikan material tersebut lebih efektif dalam menangkap partikel logam berat dalam air limbah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon aktif yang telah dimodifikasi mampu menyerap logam tembaga dengan lebih cepat. Efektivitasnya juga lebih tinggi dibandingkan karbon aktif biasa yang belum dimodifikasi.

Kondisi optimal dalam proses ini dicapai pada waktu kontak selama 15 menit. Selain itu, dosis iradiasi gamma sebesar 10 kiloGray (kGy) memberikan kapasitas adsorpsi yang lebih tinggi.

Peran Iradiasi Gamma dalam Meningkatkan Daya Serap

Dosen Poltek Nuklir BRIN, Deny Swantomo, menjelaskan bahwa iradiasi gamma berperan penting dalam proses ini. Teknologi tersebut mampu mengubah struktur karbon aktif hingga tingkat mikro.

"Iradiasi gamma memungkinkan perubahan struktur material hingga tingkat mikro, sehingga karbon aktif memiliki lebih banyak ruang dan situs aktif untuk menangkap logam berat. Ini menunjukkan bahwa teknologi nuklir dapat dimanfaatkan untuk mendukung solusi lingkungan," ujarnya.

Perubahan struktur mikro ini memberikan ruang tambahan bagi partikel logam untuk terperangkap. Dengan demikian, efektivitas penyerapan meningkat secara signifikan dibandingkan metode konvensional.

Selain meningkatkan kapasitas adsorpsi, metode ini juga mempercepat proses pengolahan air limbah. Hal ini menjadi keunggulan penting, terutama bagi industri yang membutuhkan efisiensi waktu.

Teknologi ini menunjukkan bahwa pemanfaatan nuklir tidak hanya terbatas pada sektor energi. Inovasi ini membuka peluang baru dalam penggunaan teknologi nuklir untuk solusi lingkungan.

Dengan pendekatan ini, proses pengolahan limbah dapat dilakukan lebih cepat tanpa mengurangi efektivitas. Hal ini menjadi nilai tambah yang signifikan dalam penerapan di lapangan.

Potensi Pengembangan dan Manfaat Jangka Panjang

Meskipun menunjukkan hasil yang menjanjikan, penelitian ini masih terus dikembangkan. Tim peneliti berupaya menyempurnakan teknologi agar dapat diaplikasikan secara lebih luas.

Pengembangan lanjutan difokuskan pada peningkatan kinerja penyerapan dan efisiensi proses. Hal ini penting untuk memastikan teknologi dapat digunakan secara optimal di berbagai sektor.

Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat diterapkan dalam pengolahan limbah industri. Selain itu, teknologi ini juga berpotensi digunakan dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat.

Penggunaan bahan ramah lingkungan dalam proses ini menjadi nilai tambah yang signifikan. Pendekatan ini sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Teknologi ini juga berpotensi mendukung pengurangan pencemaran air secara lebih efektif. Dengan demikian, kualitas lingkungan dapat terjaga dalam jangka panjang.

Selain itu, inovasi ini dapat menjadi solusi bagi daerah yang mengalami masalah pencemaran air. Implementasi teknologi ini diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Pengembangan teknologi ini juga menunjukkan pentingnya riset dan inovasi dalam menghadapi tantangan lingkungan. Kolaborasi antar peneliti menjadi kunci dalam menghasilkan solusi yang efektif.

Dengan dukungan yang tepat, teknologi ini dapat berkembang menjadi solusi nasional. Hal ini akan memberikan kontribusi besar dalam pengelolaan limbah dan penyediaan air bersih.

Keberhasilan inovasi ini menjadi bukti bahwa teknologi nuklir dapat dimanfaatkan secara positif. Pendekatan ini membuka peluang baru dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan.

Melalui penelitian berkelanjutan, diharapkan teknologi ini semakin matang dan siap diimplementasikan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kualitas lingkungan secara berkelanjutan.

Pada akhirnya, inovasi ini tidak hanya memberikan solusi teknis, tetapi juga dampak sosial yang luas. Ketersediaan air bersih dan lingkungan yang sehat menjadi tujuan utama dari pengembangan teknologi ini.

Dengan demikian, teknologi karbon aktif berbasis iradiasi gamma menjadi salah satu terobosan penting. Inovasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan pencemaran air di masa depan secara efektif dan berkelanjutan.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Indonesia dan Siprus Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi, Riset Maritim, dan Beasiswa Internasional

Indonesia dan Siprus Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi, Riset Maritim, dan Beasiswa Internasional

Digitalisasi MOOC Pintar Kemenag Hemat Anggaran Triliunan Rupiah dan Tingkatkan Kompetensi ASN Secara Signifikan

Digitalisasi MOOC Pintar Kemenag Hemat Anggaran Triliunan Rupiah dan Tingkatkan Kompetensi ASN Secara Signifikan

Peradi Salurkan Bantuan Rp6,7 Miliar untuk Pulihkan Infrastruktur Publik Pasca Bencana di Sumatra

Peradi Salurkan Bantuan Rp6,7 Miliar untuk Pulihkan Infrastruktur Publik Pasca Bencana di Sumatra

Hino Motors Siap Penuhi Kebutuhan 10 Ribu Truk Operasional Kopdes Merah Putih di Seluruh Indonesia

Hino Motors Siap Penuhi Kebutuhan 10 Ribu Truk Operasional Kopdes Merah Putih di Seluruh Indonesia

Laba Krakatau Steel Melonjak Signifikan di 2025 Berkat Restrukturisasi Utang dan Strategi Efektif

Laba Krakatau Steel Melonjak Signifikan di 2025 Berkat Restrukturisasi Utang dan Strategi Efektif