Aktivitas Transportasi Sumatera Utara Menurun Februari 2026 Usai Libur Akhir Tahun
- Senin, 06 April 2026
JAKARTA - Setelah melewati periode ramai libur akhir dan awal tahun, aktivitas transportasi di Provinsi Sumatera Utara mulai menunjukkan perlambatan signifikan pada Februari 2026.
Penurunan ini tampak jelas pada sektor angkutan udara dan laut, yang sebelumnya sempat mengalami lonjakan pergerakan penumpang. Kondisi tersebut mencerminkan pola musiman yang kerap terjadi setiap tahun setelah masa liburan berakhir.
Perubahan tren ini menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Meski demikian, penurunan yang terjadi dinilai sebagai fenomena wajar dalam siklus transportasi tahunan. Hal ini juga menandakan bahwa lonjakan mobilitas selama liburan tidak berlanjut secara konsisten pada bulan berikutnya.
Baca JugaBahlil Ungkap Uni Eropa Minta Pasokan Batu Bara 20 Juta Ton ke RI
Penurunan terjadi setelah berakhirnya momentum liburan panjang
Kepala Badan Pusat Statistik Sumatera Utara, Asim Saputra, menjelaskan bahwa turunnya aktivitas transportasi disebabkan oleh berakhirnya periode liburan. Momentum akhir tahun dan awal tahun yang biasanya mendorong lonjakan perjalanan telah usai, sehingga jumlah penumpang kembali ke kondisi normal.
“Ini disebabkan karena periode liburan akhir dan awal tahun sudah selesai. Sehingga pada Februari hampir semua keberangkatan maupun kedatangan mengalami penurunan,” ujar Asim, Rabu 1 April 2026.
Penjelasan tersebut menegaskan bahwa penurunan ini bukan disebabkan oleh faktor eksternal yang signifikan, melainkan lebih kepada perubahan pola perjalanan masyarakat. Setelah kebutuhan bepergian saat liburan terpenuhi, intensitas perjalanan cenderung menurun secara alami.
Transportasi udara mengalami kontraksi cukup dalam
Pada sektor transportasi udara, baik kedatangan maupun keberangkatan domestik mengalami penurunan secara bulanan. Data menunjukkan bahwa kedatangan domestik turun sebesar 18,50 persen, sementara keberangkatan domestik mengalami penurunan lebih dalam hingga 29,44 persen.
Penurunan ini menunjukkan bahwa mobilitas antarwilayah melalui jalur udara mengalami perlambatan cukup signifikan. Kondisi tersebut sejalan dengan berkurangnya kebutuhan perjalanan setelah musim liburan berakhir. Aktivitas bisnis dan perjalanan rutin belum sepenuhnya mampu menggantikan tingginya volume perjalanan saat liburan.
Hal serupa juga terjadi pada penerbangan internasional. Kedatangan internasional tercatat turun sebesar 18,03 persen, sedangkan keberangkatan internasional menurun 16,80 persen secara bulanan. Angka ini memperlihatkan bahwa tren penurunan tidak hanya terjadi pada rute domestik, tetapi juga pada perjalanan lintas negara.
Aktivitas pelabuhan Belawan turut mengalami penurunan tajam
Selain transportasi udara, sektor transportasi laut juga mengalami kontraksi yang cukup dalam. Aktivitas di Pelabuhan Belawan menunjukkan penurunan signifikan baik pada kedatangan maupun keberangkatan penumpang. Penurunan ini menjadi salah satu indikator melemahnya mobilitas masyarakat melalui jalur laut.
Jumlah kedatangan penumpang tercatat turun sebesar 40,89 persen, sementara keberangkatan penumpang mengalami penurunan lebih tajam hingga 60,50 persen. Angka ini menunjukkan bahwa penurunan di sektor laut bahkan lebih besar dibandingkan dengan transportasi udara.
"Transportasi laut yang tercatat dari Pelabuhan Belawan, secara mantuman mengalami penurunan juga baik kedatangan penumpang maupun keberangkatan penumpang masing-masing turun 40,89 persen untuk kedatangan penumpang dan keberangkatan penumpang turun 60,50 persen. Tetapi secara c to c keberangkatan penumpang masih meningkat sebesar 38,84 persen," ucap Asim.
Pernyataan tersebut memberikan gambaran bahwa meskipun terjadi penurunan bulanan, secara kumulatif masih terdapat peningkatan pada beberapa indikator. Hal ini menunjukkan adanya dinamika yang berbeda antara perhitungan bulanan dan kumulatif.
Kegiatan bongkar muat barang ikut terpengaruh kondisi transportasi
Tidak hanya penumpang, aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Belawan juga mengalami penurunan pada Februari 2026. Penurunan ini mencerminkan perlambatan aktivitas logistik yang biasanya mengikuti pola pergerakan transportasi penumpang.
Data menunjukkan bahwa bongkar barang mengalami penurunan sebesar 18,07 persen secara bulanan. Sementara itu, muat barang turun lebih dalam hingga 40,84 persen. Penurunan ini menjadi indikator bahwa aktivitas distribusi barang juga mengalami perlambatan setelah periode liburan.
"Untuk barang bongkar, pada bulan Februari 2026 mengalami penurunan 18,07 persen secara month to month dan muat barang mengalami penurunan sebesar 40,84 persen. Secara c to c (kumulatif) untuk barang bongkar masih meningkat sebesar 13,49 persen pada periode Januari-Februari 2026," kata Asim.
Meski demikian, secara kumulatif bongkar barang masih menunjukkan peningkatan. Hal ini menandakan bahwa secara keseluruhan aktivitas logistik masih berada dalam tren positif, meskipun mengalami penurunan dalam jangka pendek.
Tren musiman jadi faktor utama perubahan aktivitas transportasi
Penurunan aktivitas transportasi di Sumatera Utara pada Februari 2026 menunjukkan adanya pola musiman yang konsisten terjadi setiap tahun. Setelah lonjakan selama periode liburan, aktivitas cenderung kembali normal atau bahkan menurun pada bulan berikutnya. Fenomena ini menjadi bagian dari dinamika yang sudah dipahami dalam sektor transportasi.
Dengan memahami pola tersebut, pelaku industri dan pemangku kebijakan dapat menyusun strategi yang lebih adaptif. Penyesuaian kapasitas layanan serta pengelolaan operasional menjadi penting untuk menjaga efisiensi di tengah fluktuasi permintaan. Hal ini juga membantu menjaga stabilitas sektor transportasi secara keseluruhan.
Ke depan, aktivitas transportasi diperkirakan akan kembali meningkat seiring masuknya periode-periode tertentu yang mendorong mobilitas masyarakat. Dengan demikian, meskipun terjadi penurunan pada Februari, prospek jangka panjang sektor transportasi di Sumatera Utara tetap memiliki potensi untuk tumbuh seiring kebutuhan mobilitas yang terus berkembang.
Ferdi Tri Nor Cahyo
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Manchester United Incar Shea Charles Murah Untuk Gantikan Casemiro Musim Panas
- Jumat, 10 April 2026
Chelsea Tolak Real Madrid Demi Pertahankan Bek Muda Josh Acheampong Masa Depan
- Jumat, 10 April 2026
Liverpool Semakin Dekat Amankan Kontrak Baru Ibrahima Konate Di Anfield Musim Ini
- Jumat, 10 April 2026












