Sabtu, 02 Mei 2026

Prabowo Dorong Kampus Planologi Arsitektur Bantu Tata Ruang Daerah Nasional Indonesia

Prabowo Dorong Kampus Planologi Arsitektur Bantu Tata Ruang Daerah Nasional Indonesia
Prabowo Dorong Kampus Planologi Arsitektur Bantu Tata Ruang Daerah Nasional Indonesia

JAKARTA - Peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah kini semakin diperkuat melalui arahan langsung pemerintah pusat. 

Presiden Prabowo Subianto meminta agar kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menyelesaikan persoalan tata ruang di daerah. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa arahan tersebut menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan dampak nyata kampus terhadap masyarakat. Dengan keterlibatan aktif perguruan tinggi, diharapkan berbagai persoalan perkotaan dapat ditangani secara lebih terencana dan berbasis kajian ilmiah.

Baca Juga

ADHI Cetak Rekor Kontrak Baru di TW I 2026, Naik Hingga 131%

Arahan Presiden untuk Penguatan Riset Tata Ruang

Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara khusus memberikan petunjuk agar kampus melakukan penelitian terkait tata ruang kota dan kabupaten. Arahan ini disampaikan dalam rapat terbatas di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin.

Penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi diharapkan mampu memberikan solusi konkret bagi pemerintah daerah. Dengan basis data dan analisis ilmiah, kebijakan tata ruang dapat dirancang secara lebih efektif dan berkelanjutan.

"Jadi Pak Presiden memberikan petunjuk, arahan bagaimana kampus-kampus ini bisa membantu juga ya melakukan kajian-kajian, penelitian-penelitian yang dilakukan oleh kampus-kampus itu dalam rangka juga membantu tata kota, tata ruang," kata Brian seusai rapat tersebut.

Peran Fakultas Planologi dan Arsitektur di Daerah

Presiden Prabowo menekankan pentingnya peran fakultas planologi dan arsitektur dalam membantu kepala daerah. Kampus yang memiliki program studi tersebut diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam perencanaan tata ruang wilayah.

Menurut Brian, wilayah kota dan kabupaten dapat dimanfaatkan sebagai lokasi praktikum bagi mahasiswa. Selain itu, dosen juga dapat melakukan penelitian langsung di lapangan sehingga hasilnya lebih aplikatif. Pendekatan ini memungkinkan integrasi antara teori dan praktik dalam dunia pendidikan.

"Jadi tadi Pak Presiden memberikan petunjuk bagaimana fakultas planologi, arsitek, itu di setiap kampus itu bisa membantu kepala-kepala daerah sehingga tata ruang, tata kota dari setiap wilayah, kota atau kabupaten, itu menjadi tempat praktiknya mahasiswa, tempat penelitiannya dosen-dosen sehingga membantu kepala daerah untuk mengelola kotanya oleh kampus setempat sehingga dengan itu diharapkan ini kampus berdampak itu bisa terwujud," ujar Brian.

Kampus Sebagai Pusat Solusi Berbasis Ilmiah

Keterlibatan kampus dalam pengelolaan tata ruang diharapkan mampu menghadirkan solusi yang lebih komprehensif. Dengan pendekatan ilmiah, berbagai permasalahan perkotaan dapat dianalisis secara mendalam sebelum diambil kebijakan. Hal ini menjadi penting mengingat kompleksitas tantangan yang dihadapi daerah saat ini.

Selain itu, kolaborasi ini juga memberikan manfaat bagi dunia pendidikan. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung dalam menangani persoalan nyata di lapangan. Sementara itu, dosen dapat mengembangkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Pendekatan ini sejalan dengan konsep “kampus berdampak” yang menekankan kontribusi nyata perguruan tinggi. Dengan demikian, keberadaan kampus tidak hanya dirasakan dalam lingkup akademik, tetapi juga dalam pembangunan daerah.

Fokus Riset pada Permasalahan Perumahan

Selain tata ruang, Presiden Prabowo juga memberikan arahan agar kampus terlibat dalam penelitian terkait permasalahan perumahan. Isu ini dinilai sebagai salah satu tantangan besar yang membutuhkan solusi berbasis kajian ilmiah.

Brian menjelaskan bahwa riset terkait perumahan akan dikoordinasikan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam mengatasi persoalan hunian di Indonesia.

"Pak Presiden juga memberikan petunjuk bagaimana kampus-kampus melakukan riset, kajian, penanganan permasalahan perumahan. Jadi nanti tentu Bapak Menteri Perumahan, Pak Ara akan mengkoordinasikan, kami dari sisi risetnya. Apa-apa yang bisa membantu, memudahkan untuk mengatasi permasalahan perumahan," imbuhnya.

Dengan keterlibatan berbagai pihak, solusi yang dihasilkan diharapkan lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Sinergi Menuju Pembangunan Daerah yang Lebih Terencana

Arahan Presiden ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia akademik. Dengan memanfaatkan potensi kampus, pemerintah daerah dapat memperoleh dukungan dalam merancang kebijakan yang lebih efektif.

Keterlibatan perguruan tinggi juga diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan yang berbasis data dan riset. Hal ini menjadi kunci dalam menghadapi tantangan urbanisasi dan pertumbuhan wilayah yang semakin pesat.

Ke depan, sinergi ini diharapkan mampu menciptakan tata ruang yang lebih tertata, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan dukungan kampus, pemerintah daerah memiliki peluang lebih besar untuk mewujudkan pembangunan yang terarah dan berbasis ilmu pengetahuan.

Ferdi Tri Nor Cahyo

Ferdi Tri Nor Cahyo

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Jaecoo 7 Tawarkan Solusi Berkendara Hemat di Booth Kota Kasablanka

Jaecoo 7 Tawarkan Solusi Berkendara Hemat di Booth Kota Kasablanka

Torehkan Prestasi Mendunia, PLN Indonesia Power Borong 9 Penghargaan di Ajang Global CSR & ESG Awards 2026

Torehkan Prestasi Mendunia, PLN Indonesia Power Borong 9 Penghargaan di Ajang Global CSR & ESG Awards 2026

Prancis Bidik Jadi Arab Saudi Eropa Lewat Ekspor Listrik Bersih

Prancis Bidik Jadi Arab Saudi Eropa Lewat Ekspor Listrik Bersih

PLN Rampungkan Kajian Jaringan Listrik Hijau Jawa-Sumatra

PLN Rampungkan Kajian Jaringan Listrik Hijau Jawa-Sumatra

Lingkar Kediri Resmi Rilis, Mbak Wali Teken Aksi Literasi Hijau

Lingkar Kediri Resmi Rilis, Mbak Wali Teken Aksi Literasi Hijau