Modernisasi Transportasi Cirebon Didorong Wali Kota Saat Sertijab Dishub Resmi Berlangsung
- Selasa, 07 April 2026
JAKARTA - Perubahan kepemimpinan di sektor transportasi Kota Cirebon dimanfaatkan sebagai titik awal untuk memperkuat arah kebijakan pembangunan.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo menegaskan pentingnya modernisasi sistem transportasi dan penataan lalu lintas yang lebih tertib. Hal ini disampaikan dalam momen serah terima jabatan Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon.
Momentum tersebut sekaligus menandai berakhirnya masa jabatan Kepala Dinas Perhubungan periode 2020–2026 dan dimulainya kepemimpinan pelaksana tugas yang baru. Pergantian ini dinilai sebagai bagian penting dalam menjaga kesinambungan program dan memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal.
Baca JugaADHI Cetak Rekor Kontrak Baru di TW I 2026, Naik Hingga 131%
Rotasi Jabatan Dinilai Perkuat Adaptasi Birokrasi
Edo menekankan bahwa transisi kepemimpinan merupakan dinamika yang tidak terpisahkan dari organisasi pemerintahan. Pergantian pejabat, menurutnya, harus dimaknai sebagai upaya menjaga birokrasi tetap adaptif terhadap perubahan. Dengan demikian, kinerja organisasi dapat terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia juga menilai bahwa momentum ini menjadi kesempatan untuk melanjutkan berbagai program yang telah berjalan. Di sisi lain, evaluasi terhadap tantangan yang belum terselesaikan perlu dilakukan agar perbaikan dapat segera diwujudkan.
“Rotasi, mutasi, maupun transisi kepemimpinan adalah sebuah keniscayaan dalam organisasi pemerintahan. Hari ini adalah jembatan untuk meneruskan hal-hal baik yang telah tertanam sekaligus mengevaluasi tantangan yang belum terselesaikan,” ujarnya dalam keterangan rilis Pemerintah Kota Cirebon, Senin, 6 April 2026.
Apresiasi Kinerja dan Tantangan Transportasi Perkotaan
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Perhubungan periode sebelumnya, Andi Armawan. Selama enam tahun menjabat, berbagai upaya penataan transportasi publik telah dilakukan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.
Menurut Edo, sektor transportasi menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring pertumbuhan aktivitas kota. Oleh karena itu, keberlanjutan program menjadi hal penting agar hasil yang telah dicapai dapat terus ditingkatkan.
Ia menilai bahwa fondasi yang telah dibangun perlu diperkuat dengan inovasi baru. Hal ini sejalan dengan kebutuhan kota yang semakin dinamis dan menuntut sistem transportasi yang lebih modern serta efisien.
Teknologi Jadi Kunci Penguraian Kemacetan
Seiring dengan arah pembangunan menuju konsep smart city, Edo menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan transportasi. Salah satu fokus utama adalah optimalisasi Area Traffic Control System (ATCS) serta integrasi data transportasi secara menyeluruh.
Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu memberikan solusi nyata dalam mengatasi kemacetan. Dengan sistem yang terintegrasi, pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih cepat dan berbasis data.
“Saya minta optimalisasi ATCS dan integrasi data transportasi benar-benar dimaksimalkan. Teknologi harus menjadi solusi nyata untuk mengurai kemacetan,” katanya menegaskan.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan sistem transportasi yang lebih cerdas dan responsif terhadap kondisi di lapangan.
Reformasi Layanan dan Transparansi Retribusi Transportasi
Selain modernisasi sistem, Edo juga menyoroti pentingnya reformasi pelayanan di sektor perhubungan. Digitalisasi menjadi salah satu kunci untuk menciptakan sistem yang lebih transparan dan akuntabel, terutama dalam pengelolaan retribusi.
Sektor perhubungan dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional dengan meminimalkan potensi kebocoran.
“Pastikan sistem parkir elektronik dan pengujian kendaraan bermotor berjalan transparan. Tutup celah kebocoran dan hindari praktik di luar prosedur,” ucapnya.
Dengan penerapan sistem digital, diharapkan seluruh proses dapat diawasi dengan lebih baik. Hal ini juga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.
Keselamatan dan Profesionalisme Petugas Jadi Prioritas
Aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama dalam pengelolaan transportasi kota. Edo menekankan pentingnya peningkatan sarana dan prasarana seperti penerangan jalan umum serta marka jalan. Infrastruktur yang memadai dinilai sangat penting dalam mendukung keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, kedisiplinan petugas di lapangan juga menjadi sorotan. Petugas Dinas Perhubungan diharapkan dapat menjadi contoh dalam tertib berlalu lintas sekaligus memberikan pelayanan yang berintegritas kepada masyarakat.
Wali Kota berharap seluruh jajaran Dinas Perhubungan dapat memberikan dukungan penuh kepada pelaksana tugas yang baru. Soliditas internal dan koordinasi yang baik dinilai sebagai kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan transportasi.
Dengan kerja sama yang kuat, diharapkan sistem transportasi di Kota Cirebon dapat menjadi lebih profesional, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Ferdi Tri Nor Cahyo
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Manchester United Incar Shea Charles Murah Untuk Gantikan Casemiro Musim Panas
- Jumat, 10 April 2026
Chelsea Tolak Real Madrid Demi Pertahankan Bek Muda Josh Acheampong Masa Depan
- Jumat, 10 April 2026
Liverpool Semakin Dekat Amankan Kontrak Baru Ibrahima Konate Di Anfield Musim Ini
- Jumat, 10 April 2026











