Senin, 04 Mei 2026

IHSG Melemah Di Bawah 7000 Ini Saham Banyak Dijual Asing

IHSG Melemah Di Bawah 7000 Ini Saham Banyak Dijual Asing
IHSG Melemah Di Bawah 7000 Ini Saham Banyak Dijual Asing

JAKARTA - Pergerakan pasar saham domestik kembali menunjukkan tekanan pada awal pekan ini, ditandai dengan turunnya indeks utama ke bawah level psikologis penting. 

Kondisi ini memicu perhatian pelaku pasar karena menjadi indikator meningkatnya aksi jual di tengah ketidakpastian.

Di balik pelemahan tersebut, aktivitas investor asing menjadi salah satu faktor dominan yang memengaruhi arah pergerakan indeks. Namun, di tengah tekanan, masih terdapat sejumlah saham yang justru diborong oleh investor asing, mencerminkan adanya peluang di pasar.

Baca Juga

Cara Cek Kondisi Baterai SoH Mobil Listrik Tanpa Alat

IHSG Kembali Turun ke Zona Merah

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG kembali ditutup di zona merah dan turun ke bawah level 7.000. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia melalui RTI, IHSG melemah 0,53% atau turun 37,35 poin ke level 6.989,42 pada penutupan perdagangan Senin (6/4/2026).

Penurunan ini mencerminkan tekanan yang cukup luas di pasar saham. Mayoritas sektor mengalami pelemahan sehingga mendorong indeks bergerak ke area negatif.

Level 7.000 sendiri dianggap sebagai batas psikologis penting. Ketika indeks turun di bawah level ini, sentimen pasar biasanya menjadi lebih berhati-hati.

Mayoritas Sektor Alami Tekanan

Pelemahan IHSG tidak terjadi secara parsial, melainkan dipicu oleh turunnya sebagian besar sektor. Tercatat delapan dari 11 sektor mengalami koreksi pada perdagangan tersebut.

Sektor infrastruktur mencatat penurunan terdalam sebesar 0,92%. Disusul sektor barang konsumen primer yang melemah 0,80%, sektor kesehatan turun 0,58%, serta sektor teknologi yang terkoreksi 0,31%.

Selain itu, sektor properti dan real estate serta sektor keuangan masing-masing turun 0,31%. Sektor transportasi melemah 0,09%, sementara sektor perindustrian turun tipis sebesar 0,01%.

Sektor yang Masih Mampu Bertahan

Di tengah tekanan pasar, beberapa sektor masih menunjukkan ketahanan. Tiga sektor tercatat mampu menguat dan menjadi penopang di tengah pelemahan indeks.

Sektor barang konsumen non primer memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 2,26%. Sementara itu, sektor barang baku naik 1,17% dan sektor energi menguat 0,39%.

Kinerja sektor-sektor ini menunjukkan bahwa peluang tetap ada di pasar, meskipun kondisi secara keseluruhan sedang mengalami tekanan.

Aktivitas Perdagangan Masih Tinggi

Meskipun IHSG melemah, aktivitas perdagangan saham tetap berlangsung cukup ramai. Hal ini terlihat dari volume dan nilai transaksi yang masih tinggi.

Total volume transaksi mencapai 29,07 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp 15,18 triliun. Angka ini menunjukkan minat investor yang masih cukup besar di pasar saham.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 412 saham mengalami penurunan, 255 saham menguat, dan 151 saham stagnan. Komposisi ini menegaskan dominasi tekanan jual di pasar.

Aksi Jual Asing Tekan IHSG

Tekanan utama terhadap IHSG datang dari aksi jual investor asing. Sepanjang perdagangan, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 622,92 miliar di seluruh pasar.

Saham sektor perbankan menjadi kontributor terbesar dalam aksi jual ini. BBRI mencatat net sell terbesar sebesar Rp 350,62 miliar.

Disusul BMRI sebesar Rp 148,96 miliar dan BBCA sebesar Rp 133,83 miliar.

Selain itu, saham lain yang banyak dilepas asing antara lain BUMI, BRMS, ANTM, BBNI, GOTO, BULL, dan MDKA.

Aksi jual ini mencerminkan kehati-hatian investor asing terhadap kondisi pasar saat ini.

Saham yang Diborong Investor Asing

Meski tekanan jual cukup besar, investor asing juga masih melakukan aksi beli pada sejumlah saham tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa selektivitas tetap menjadi strategi utama.

PTRO menjadi saham dengan net buy terbesar asing sebesar Rp 50,12 miliar. Disusul ADRO sebesar Rp 35,71 miliar dan ASII sebesar Rp 28,9 miliar.

Selain itu, aksi beli juga terjadi pada saham INDF, BRPT, PTBA, AADI, DSSA, BREN, serta RATU.

Pergerakan ini menegaskan bahwa meskipun pasar sedang tertekan, peluang investasi tetap terbuka pada saham-saham tertentu yang dinilai memiliki prospek menarik.

Ferdi Tri Nor Cahyo

Ferdi Tri Nor Cahyo

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Menuju Ketahanan Energi, Indonesia Siap Hadapi Tantangan Global

Menuju Ketahanan Energi, Indonesia Siap Hadapi Tantangan Global

Pertamina Perkuat Sistem Pelayaran demi Stabilitas Energi Nasional

Pertamina Perkuat Sistem Pelayaran demi Stabilitas Energi Nasional

DSSA Perkuat Ekosistem Surya via TMAI Demi Target 100 GW

DSSA Perkuat Ekosistem Surya via TMAI Demi Target 100 GW

Ambisi Energi UEA: Tantangan Baru Bagi Stabilitas Dominasi OPEC

Ambisi Energi UEA: Tantangan Baru Bagi Stabilitas Dominasi OPEC

Tenaga Surya Jadi Penyelamat Internet Afrika Saat Krisis Energi

Tenaga Surya Jadi Penyelamat Internet Afrika Saat Krisis Energi