Proyek Tol Strategis di Yogyakarta Diprediksi Dongkrak Ekonomi dan Serap Ratusan Ribu Pekerja
- Rabu, 08 April 2026
JAKARTA - Pembangunan proyek strategis nasional (PSN) berupa jalan tol di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) disebut-sebut menjadi penggerak ekonomi baru. Investasi raksasa senilai Rp 18,997 triliun diprediksi mampu menghasilkan total output ekonomi hingga Rp 26,06 triliun.
Manfaat Proyek Tol bagi Sektor Pariwisata dan Tenaga Kerja
Proyek tol ini tidak hanya memperkuat infrastruktur fisik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas. Diperkirakan mampu menyerap 203.567 tenaga kerja, dengan sektor pariwisata menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dengan tambahan output mencapai Rp 3 triliun.
Baca JugaBahlil Ungkap Uni Eropa Minta Pasokan Batu Bara 20 Juta Ton ke RI
Berdasarkan penelitian dalam jurnal REGION: Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif 2026, investasi besar pada konstruksi jalan tol menimbulkan efek ganda signifikan. Selain sektor pariwisata, penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor terkait juga mengalami peningkatan.
Rincian Investasi Proyek Tol di DIY
Total investasi jalan tol di wilayah DIY mencapai Rp 18,997 triliun. Investasi ini berasal dari gabungan proyek Tol Solo-Yogyakarta-YIA senilai Rp 1,65 triliun dan Tol Yogyakarta-Bawen senilai Rp 17,34 triliun.
Analisis mahasiswa PKN STAN menegaskan sektor konstruksi sebagai sektor unggulan. Keterkaitan tinggi sektor ini dengan berbagai sektor hulu dan hilir membuat pembangunan jalan tol menjadi multiplier effect bagi perekonomian DIY.
Output Ekonomi dan Potensi Investasi Baru
Dengan adanya proyek tol, total output ekonomi DIY diprediksi mencapai Rp 26,06 triliun. Selain sektor pariwisata menerima tambahan output Rp 3 triliun, terdapat potensi investasi baru senilai Rp 216,6 miliar yang bisa masuk ke wilayah sekitar.
Selain manfaat ekonomi, proyek ini juga membuka lapangan pekerjaan. Sebanyak 130.819 pekerja terserap di sektor konstruksi, sedangkan sektor terkait pariwisata menyerap 48.501 pekerja.
Ketimpangan Wilayah dan Strategi Pemerataan Manfaat
Meski membawa angin segar, penelitian mencatat ketimpangan wilayah di DIY masih tergolong sedang. Indeks Williamson sebesar 0,4696 menunjukkan aktivitas ekonomi masih sangat terpusat di Kota Yogyakarta, dengan PDRB per kapita Rp 68,33 juta, sementara Kabupaten Gunungkidul hanya Rp 20,04 juta.
Untuk mengatasi ketimpangan, pemerintah daerah disarankan mempercepat konektivitas melalui Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dan Jogja Outer Ring Road (JORR). Langkah ini diharapkan menjangkau daerah pinggiran seperti Bantul dan Gunungkidul sehingga pembangunan jalan tol menjadi penggerak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Nathasya Zallianty
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Manchester United Incar Shea Charles Murah Untuk Gantikan Casemiro Musim Panas
- Jumat, 10 April 2026
Chelsea Tolak Real Madrid Demi Pertahankan Bek Muda Josh Acheampong Masa Depan
- Jumat, 10 April 2026
Liverpool Semakin Dekat Amankan Kontrak Baru Ibrahima Konate Di Anfield Musim Ini
- Jumat, 10 April 2026












