Kamis, 30 April 2026

Indonesia Korea Selatan Perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus Untuk Masa Depan

Indonesia Korea Selatan Perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus Untuk Masa Depan
Indonesia Korea Selatan Perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus Untuk Masa Depan

JAKARTA - Langkah besar dalam hubungan bilateral kembali ditunjukkan oleh Indonesia dan Korea Selatan melalui peningkatan status kerja sama strategis kedua negara. 

Kesepakatan ini menandai babak baru dalam upaya memperluas kolaborasi lintas sektor yang tidak hanya berdampak pada kedua negara, tetapi juga kawasan regional dan global.

Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan mengumumkan penguatan Kemitraan Strategis Khusus menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus untuk mewujudkan pertumbuhan yang inklusif dan kemakmuran bersama kedua negara di masa depan.

Baca Juga

ADHI Cetak Rekor Kontrak Baru di TW I 2026, Naik Hingga 131%

"Kedua pemimpin mengumumkan peningkatan Kemitraan Strategis Khusus menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus untuk pertumbuhan inklusif dan kemakmuran bersama di masa depan," menurut pernyataan bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Korea Selatan Lee Jae Myung.

Peningkatan Hubungan Bilateral Jadi Tonggak Baru

Pernyataan bersama kedua pemimpin negara itu disampaikan di portal Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pada Rabu (8/4), setelah kunjungan kenegaraan Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto ke Korea Selatan pada 31 Maret hingga 1 April lalu atas undangan Presiden Lee Jae Myung.

Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, Prabowo dan Jae Myung mengumumkan peningkatan Kemitraan Strategis Khusus menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus serta memuji perluasan hubungan bilateral kedua negara di berbagai bidang.

Hubungan ini mencakup diplomasi dan keamanan, ekonomi, budaya, pertukaran antar masyarakat, serta isu regional dan internasional sejak terjalinnya hubungan diplomatik pada 1973.

Kontribusi Bagi Stabilitas Dan Kemakmuran Global

Kedua pemimpin negara itu juga mencatat bahwa kemitraan antara Korea Selatan dan Indonesia telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran regional dan global.

Mereka menegaskan bahwa Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus akan lebih menekankan pada kerja sama konkret dan berorientasi ke masa depan.

Kerja sama ini mencakup bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama, baik yang sudah ada maupun yang baru, demi kepentingan kedua negara serta kawasan yang lebih luas.

Lima Pilar Kerja Sama Jadi Fokus Utama

Terkait hal itu, keduanya pun bertekad untuk bekerja sama secara erat pada lima pilar kerja sama yang dicapai guna memajukan visi bersama mereka.

Kelima pilar tersebut meliputi kerja sama politik dan keamanan, perdagangan investasi dan industri, teknologi canggih transisi energi dan ekonomi hijau, sosial budaya serta pertukaran masyarakat, serta kerja sama regional dan global.

Fokus ini diharapkan mampu menciptakan kemitraan yang lebih kuat, inovatif, dan saling menguntungkan bagi kedua negara.

Penguatan Ekonomi Dan Investasi Jadi Prioritas

Pada pilar kerja sama perdagangan, investasi dan industri, kedua pemimpin negara mengakui bahwa kerja sama ekonomi telah menjadi kekuatan utama hubungan bilateral.

Mereka berjanji untuk memperkuat kerja sama guna mendorong sektor swasta di kedua negara agar semakin aktif dalam menjalin kolaborasi ekonomi.

Prabowo dan Jae Myung juga berkomitmen meningkatkan investasi dua arah serta memperluas volume perdagangan bilateral dengan menciptakan iklim usaha yang stabil dan dapat diprediksi.

Kolaborasi Teknologi Dan Pengembangan SDM

Di bidang teknologi canggih, transisi energi, dan ekonomi hijau, kedua negara mengakui pentingnya kecerdasan buatan sebagai hak universal yang dapat diakses oleh semua pihak.

Dalam pertemuan tersebut, mereka juga mengumumkan Global AI Universal Basic Society Solidarity Initiative sebagai kerangka kerja untuk memperkuat hak fundamental setiap individu.

Melalui integrasi ekosistem AI di kedua negara, Indonesia dan Korea Selatan berupaya mengatasi berbagai tantangan global di sektor kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, dan pemerintahan.

Selain itu, pada pilar sosial budaya, kedua negara menekankan pentingnya pertukaran budaya dan pendidikan untuk memperkuat hubungan antar masyarakat serta membina talenta global masa depan.

Di tingkat regional dan global, kedua pemimpin sepakat memperkuat kerja sama ASEAN Korea Selatan serta menghadapi berbagai tantangan bersama seperti kejahatan transnasional dan isu strategis lainnya.

Ferdi Tri Nor Cahyo

Ferdi Tri Nor Cahyo

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Torehkan Prestasi Mendunia, PLN Indonesia Power Borong 9 Penghargaan di Ajang Global CSR & ESG Awards 2026

Torehkan Prestasi Mendunia, PLN Indonesia Power Borong 9 Penghargaan di Ajang Global CSR & ESG Awards 2026

Prancis Bidik Jadi Arab Saudi Eropa Lewat Ekspor Listrik Bersih

Prancis Bidik Jadi Arab Saudi Eropa Lewat Ekspor Listrik Bersih

PLN Rampungkan Kajian Jaringan Listrik Hijau Jawa-Sumatra

PLN Rampungkan Kajian Jaringan Listrik Hijau Jawa-Sumatra

Lingkar Kediri Resmi Rilis, Mbak Wali Teken Aksi Literasi Hijau

Lingkar Kediri Resmi Rilis, Mbak Wali Teken Aksi Literasi Hijau

PT MUJ Dorong Transisi Energi dan Ekonomi Lokal Jawa Barat

PT MUJ Dorong Transisi Energi dan Ekonomi Lokal Jawa Barat