Proyek Sampah Jadi Energi Listrik di Kalsel Dimulai Juni 2026
- Kamis, 23 April 2026
JAKARTA – Pembangunan fasilitas pengolahan sampah jadi energi listrik di Kota Banjarbaru dijadwalkan mulai konstruksi pada Juni 2026 sebagai solusi limbah berkelanjutan.
Rencana besar untuk mengatasi persoalan limbah di Kalimantan Selatan mulai menemui titik terang yang nyata. Pemerintah Kota Banjarbaru memastikan bahwa proyek ambisius ini akan mulai menyentuh tanah dalam waktu dekat melalui persiapan teknis yang matang.
Langkah ini diambil mengingat volume sampah yang terus meningkat setiap harinya di tempat pembuangan akhir. Fasilitas ini diharapkan tidak hanya sekadar membuang sampah, melainkan mengubah beban lingkungan tersebut menjadi sumber daya yang punya nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.
Baca Juga
Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin, menjelaskan bahwa proses lelang dan pemilihan mitra kerjasama sedang berlangsung sesuai jadwal yang ditetapkan. Komitmen pemerintah daerah sangat kuat untuk memastikan teknologi yang digunakan benar-benar efektif dan efisien dalam jangka panjang.
"Pembangunan fisik proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau PSEL di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dijadwalkan mulai dibangun pada Juni 2026," ujar Aditya dalam keterangan resminya yang diterima pada Kamis, 23 April 2026.
Proyek ini nantinya akan mengintegrasikan sistem pengelolaan limbah hulu ke hilir dengan standar internasional. Selain mengurangi beban lahan TPA, energi listrik yang dihasilkan bakal disalurkan kembali untuk mendukung operasional fasilitas publik dan kebutuhan industri di sekitar kawasan tersebut.
Keterlibatan sektor swasta dalam skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha menjadi kunci utama percepatan infrastruktur ini. Pemerintah pusat juga memberikan dukungan penuh melalui pendampingan teknis agar target operasional pada tahun-tahun berikutnya bisa tercapai tanpa kendala yang berarti.
"Saat ini masih proses pemilihan mitra kerjasama melalui sistem lelang yang dijadwalkan selesai tahun ini dan dilanjutkan tahap penyusunan rencana rancang bangun (DED) di 2025," tambah Aditya menjelaskan tahapan penting sebelum konstruksi dimulai.
Kehadiran pabrik pengolahan ini diprediksi mampu mereduksi hingga 80% volume sampah yang masuk ke TPA setiap hari. Dengan teknologi termal atau gasifikasi yang canggih, emisi yang dihasilkan tetap berada di bawah ambang batas aman bagi lingkungan dan pemukiman warga.
Data menunjukkan bahwa kebutuhan akan energi baru terbarukan di wilayah Kalimantan terus tumbuh seiring perkembangan ekonomi. Integrasi pengolahan limbah menjadi listrik merupakan langkah cerdas untuk menjawab dua tantangan sekaligus: krisis lingkungan dan ketergantungan pada energi fosil yang terbatas.
Masyarakat diharapkan mendukung penuh jalannya proyek ini dengan mulai melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga. Perubahan perilaku di tingkat akar rumput akan sangat membantu efisiensi mesin pengolah saat instalasi tersebut mulai beroperasi penuh setelah masa pembangunan selesai dilakukan.
Optimisme ini menjadi angin segar bagi tata kota Banjarbaru yang sedang bertransformasi menjadi penyangga ibu kota baru. Keberhasilan proyek ini nantinya akan menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia dalam mengelola isu lingkungan secara modern dan menguntungkan bagi semua pihak.
David Ilham
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Manchester United Incar Shea Charles Murah Untuk Gantikan Casemiro Musim Panas
- Jumat, 10 April 2026
Chelsea Tolak Real Madrid Demi Pertahankan Bek Muda Josh Acheampong Masa Depan
- Jumat, 10 April 2026
Liverpool Semakin Dekat Amankan Kontrak Baru Ibrahima Konate Di Anfield Musim Ini
- Jumat, 10 April 2026











