Jumat, 15 Mei 2026

Dukung Kebijakan Pemerintah, Hyundai Soroti Insentif Baterai Nikel

Dukung Kebijakan Pemerintah, Hyundai Soroti Insentif Baterai Nikel
Mobil Listrik Hyundai IONIQ 5 (FOTO: NET)

JAKARTA - Pemerintah tengah menyiapkan skema insentif baru untuk pembelian mobil listrik di Indonesia.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah memberi subsidi lebih besar untuk mobil listrik berbasis baterai nikel, ketimbang non-nikel.

Rencana ini mencuat sebagai bagian dari upaya mempercepat adopsi kendaraan listrik, sekaligus memanfaatkan sumber daya alam dalam negeri.

Baca Juga

Pemerintah Bedakan Insentif EV Nikel dan LFP, Ini Kata BYD

Menanggapi hal tersebut, Fransiscus Soerjopranoto selaku Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia menilai kebijakan ini sebagai langkah yang positif bagi industri otomotif secara keseluruhan.

“Kalau kami lihat, apa sih latar belakangnya pemerintah melakukan rencana kebijakan tersebut? jadi yang pertama kami lihat memang harga daripada BBM, baik itu untuk mobil-mobil bensin ataupun untuk mobil-mobil diesel, itu harganya naiknya cukup signifikan,” ujarnya di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).

"Kami melihat ini merupakan suatu peluang untuk kami bisa lebih banyak lagi untuk melakukan penjualan, bukan hanya untuk Hyundai, Tapi untuk seluruh pabrikan lain, baik itu pabrikan Jepang ataupun pabrikan Cina,” tambahnya.

Saat ditanya apakah kebijakan ini lebih menguntungkan Hyundai karena mobil listrik mereka, Kona dan IONIQ 5, menggunakan baterai nikel, Frans menyebut baterai jenis tersebut sebenarnya juga dipakai oleh pabrikan lain.

“Banyak orang yang mengaitkan antara baterai nikel itu dengan Hyundai, ya memang kami berkeinginan pada saat kami membangun pabrik baterai yang ada di Karawang, kami ingin memaksimalkan penggunaan nikel, dimana nikel itu kan adalah satu sumber daya alam kami nomor satu di dunia,” jelasnya.

“Tapi yang perlu diingat bahwa mobil yang berbasis nikel battery itu bukan Hyundai. Saya tidak perlu sebutkan mereknya, tapi ada sekitar 4 sampai dengan 6 merek yang saya tahu itu berbasis dari Nikel. Bahkan juga mereka sedang melakukan local production di Indonesia,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menilai rencana insentif tersebut cukup adil dan berpotensi mendorong pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional.

“Jadi makanya (rencana insentif itu) sangat fair, terus kemudian untuk yang baterai yang non-nikel itu, yang saya dengar rencananya juga akan diberikan insentif. Oleh karena itu saya rasa memang sudah ada kebijakan yang emang lebih baik untuk bisa membangun pasar otomotif di Indonesia,” paparnya.

Terkait sikap perusahaan, Hyundai memastikan akan selalu mendukung kebijakan pemerintah.

“Hyundai kan enggak pernah menyambut tidak baik kebijakan pemerintah. Hyundai selalu menyambut kebijakan pemerintah,” tutupnya.

David Ilham

David Ilham

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Percepat Raperda Timah Rakyat, Babel Gandeng UGM dan Kementerian ESDM

Percepat Raperda Timah Rakyat, Babel Gandeng UGM dan Kementerian ESDM

SKK Migas-PetroChina Perkuat Sinergi dan Sejahtera Pekerja di May Day

SKK Migas-PetroChina Perkuat Sinergi dan Sejahtera Pekerja di May Day

Genjot Pasokan Energi, EMP Gebang Bor Sumur Baru di Langkat pada 2026

Genjot Pasokan Energi, EMP Gebang Bor Sumur Baru di Langkat pada 2026

SKK Migas dan EMP Group Tanam 14.505 Pohon di Berbagai Wilayah Riau

SKK Migas dan EMP Group Tanam 14.505 Pohon di Berbagai Wilayah Riau

Produksi Migas Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target Kuartal I 2026

Produksi Migas Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target Kuartal I 2026