Strategi Ekspansi BREN Menuju Kapasitas Energi Terbarukan 2,8 GW

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Rabu, 17 Juni 2026
Strategi Ekspansi BREN Menuju Kapasitas Energi Terbarukan 2,8 GW
Strategi Ekspansi BREN (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) memegang peran krusial sebagai salah satu pihak yang paling diuntungkan oleh program transisi energi nasional.

Peluang kemajuan BREN ini turut disokong oleh strategi perluasan pasar yang sangat ambisius.

Emiten energi bersih kepunyaan taipan Prajogo Pangestu ini bertindak sebagai salah satu pembuat energi panas bumi paling masif di tanah air dengan total daya terpasang mencapai 910 megawatt (MW).

“Barito Renewables Energy (BREN) telah menyiapkan peta jalan pertumbuhan yang jelas untuk meningkatkan kapasitas pembangkitnya secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang,” tulis analis KB Valbury Sekuritas, Atikah Tri Adriyanti dalam ulasannya, Senin (15/6/2026).

Terkait sektor panas bumi, BREN mengincar daya operasional menyentuh angka 1 GW di tahun 2026.

Lalu, angka itu diproyeksikan melonjak hingga 1.905 MW mengacu pada skenario dasar (base case) di tahun 2032.

Total daya berpeluang menembus 2.430 MW apabila mengacu pada skenario optimistis (upside case) pada tahun 2032.

“Target tersebut berarti lebih dari dua kali lipat dibandingkan kapasitas panas bumi saat ini yang sebesar 910 MW,” ungkap Atikah.

Sementara itu, proses peningkatan kapasitas operasional untuk jangka pendek sebaris 18 MW di tahun 2025 serta 77 MW di tahun 2026 telah berjalan.

Di sisi lain, mayoritas agenda pengerjaan wilayah baru dengan volume berkisar 900-1.425 MW dipersiapkan matang untuk kurun waktu 2027 hingga 2032.

Pada sektor energi bayu, BREN membidik kenaikan kapasitas dari yang sekarang berada di angka 79 MW menjadi sebesar 398 MW pada tahun 2032.

Lonjakan paling masif diagendakan bergulir pada tahun 2028 dengan pasokan daya berkisar 220 MW.

Bila diakumulasikan, seluruh kapasitas energi bersih milik BREN diestimasikan mampu meraih 2,3 sampai 2,8 GW pada tahun 2032.

Kondisi tersebut semakin mengukuhkan eksistensi Barito Renewables Energy sebagai salah satu wadah penyedia energi terbarukan mandiri yang paling dominan di Indonesia.

Di waktu yang sama, program peralihan menuju energi bersih di dalam negeri menjadi fondasi yang kokoh untuk perkembangan bisnis BREN dalam jangka panjang.

Melalui instrumen RUPTL, pihak otoritas telah merumuskan peta jalan yang lugas mengenai proporsi produksi listrik nasional sampai dengan tahun 2034.

Berdasarkan agenda itu, andil dari energi baru dan terbarukan (EBT) ditargetkan mampu merangkak naik dari posisi 15,9% di tahun 2025 menuju angka 34,3% pada tahun 2034.

“Di dalam kelompok EBT tersebut, energi panas bumi diproyeksikan menjadi kontributor terbesar kedua dengan porsi 28%,” jelas Atikah.

Sasaran ini mempertegas betapa vitalnya andil energi panas bumi dalam rencana penekanan emisi gas rumah kaca di Indonesia, sekaligus memperkokoh kedudukan korporasi yang telah menguasai infrastruktur panas bumi dalam skala masif seperti halnya BREN.

Berkat adanya sokongan regulasi yang rigid tersebut, BREN diprediksi bakal menjadi salah satu entitas utama yang merasakan dampak positifnya secara gamblang dan berkelanjutan.

Memasuki triwulan pertama tahun 2026, BREN memperlihatkan pencapaian performa yang sangat meyakinkan.

Nilai pendapatan tercatat menyentuh US$ 165,1 juta atau mengalami pertumbuhan sebesar 9,8% yoy.

Perolehan keuntungan bersih berada di angka US$ 43 juta, atau terkerek naik sebesar 25,6% yoy.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua