Proyek Bukit Panjang Dimulai, Pabrikasi Fasilitas Resmi Berjalan

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Kamis, 18 Juni 2026
Proyek Bukit Panjang Dimulai, Pabrikasi Fasilitas Resmi Berjalan
Proyek Bukit Panjang Dimulai (FOTO: NET)

BINTAN - Langkah signifikan dalam pengembangan sektor minyak dan gas bumi nasional kembali bergulir.

PC Ketapang II Ltd. (PCK2L), yang merupakan anak perusahaan dari Searah Limited, secara resmi mengawali proses fabrikasi untuk fasilitas produksi pada Proyek Pengembangan Lapangan Bukit Panjang yang berlokasi di Wilayah Kerja Ketapang, lepas pantai Jawa Timur.

Tahapan krusial tersebut diawali melalui pelaksanaan seremoni First Steel Cutting yang diselenggarakan di Meitech Korindo Yard, Bintan, Kepulauan Riau, pada Rabu (17/6).

Kegiatan seremoni ini sekaligus menandakan bahwa proyek strategis nasional ini telah memasuki masa konstruksi fisik, setelah sebelumnya berhasil memperoleh Keputusan Investasi Final atau Final Investment Decision (FID) pada bulan April 2026 yang lalu.

Agenda penting ini turut dihadiri oleh Deputi Eksploitasi Surya Widyantoro beserta jajaran perwakilan dari SKK Migas, pihak manajemen PT Meindo Elang Indah selaku kontraktor pelaksana EPCIC, serta para pemangku kepentingan terkait di industri hulu migas.

Proyek Lapangan Bukit Panjang ini diprediksi akan menjadi salah satu pilar penopang tambahan pasokan energi di tingkat nasional, terutama dalam memenuhi kebutuhan pasokan energi di wilayah Jawa Timur.

Melalui target operasional atau onstream yang ditetapkan pada tahun 2028 mendatang, keberadaan lapangan gas ini diharapkan mampu mendongkrak volume produksi migas secara masif dari WK Ketapang.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, memberikan penegasan bahwa dimulainya proses fabrikasi untuk fasilitas produksi ini menjadi sebuah pembuktian konkret atas komitmen para investor serta seluruh pihak terkait dalam mempercepat laju pertumbuhan industri hulu migas di tanah air.

Berdasarkan pemaparan Djoko Siswanto, kesepakatan investasi akhir serta dimulainya fase pembangunan ini mengindikasikan tingkat kepercayaan dari para penanam modal yang tetap terjaga tinggi terhadap prospek migas di Indonesia.

“Semakin cepat tentu semakin baik. Kami berharap tahun depan Lapangan Bukit Panjang dapat onstream dengan tambahan produksi kondensat sekitar 1.000 barel per hari (BOPD) serta menghasilkan LPG hingga 189 metrik ton per hari, setara sekitar 2.170 BOEPD,” ujarnya.

Selain daripada target tersebut, Lapangan Bukit Panjang juga diestimasikan memiliki kemampuan untuk menyentuh puncak produksi gas alam mencapai angka 50 MMSCFD.

Mekanisme pengembangannya nanti akan dibuat terintegrasi secara langsung dengan sarana infrastruktur yang sudah ada di Lapangan Bukit Tua yang telah beroperasi aktif semenjak tahun 2015, sehingga jalannya proyek ini diyakini akan jauh lebih efisien baik dari aspek anggaran modal maupun durasi masa pengerjaannya.

Presiden Direktur PC Ketapang II Ltd., Yuzaini Md Yusof, mengutarakan bahwa pelaksanaan proyek ini merupakan bagian integral dari peta strategi korporasi guna mengoptimalkan nilai nilai aset lewat skema pengembangan yang efisien serta berkelanjutan.

Pada aspek lainnya, pengerjaan proyek ini juga merepresentasikan langkah ekspansi bisnis dari Searah Limited, sebuah perusahaan patungan yang baru saja dibentuk per tanggal 1 Juni 2026 dengan porsi kepemilikan saham yang dibagi rata masing-masing sebesar 50 persen antara PETRONAS dan Eni.

Searah Limited saat ini mengomandoi integrasi dari 19 aset gas yang tersebar di wilayah Malaysia serta Indonesia, di mana porsi mayoritas lokasinya berada di kawasan Jawa Timur.

Kombinasi portofolio bisnis ini diharapkan dapat menjadi daya dorong baru dalam memperkuat ketahanan energi di tingkat regional, di tengah tren peningkatan kebutuhan gas untuk pasar domestik.

Melalui dimulainya proses pemotongan baja pertama ini, proyek Lapangan Bukit Panjang kini secara resmi telah melangkah ke babak pengerjaan yang baru.

Apabila seluruh proses dapat berjalan lancar sesuai dengan target lini masa yang ditentukan, maka tambahan pasokan gas bumi, kondensat, serta LPG dari lapangan ini dipastikan akan menjadi suntikan energi yang sangat krusial bagi pencapaian target produksi migas nasional untuk beberapa tahun mendatang.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua