Menkop Dorong Koperasi Energi Bersih demi Ekonomi Desa

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Kamis, 18 Juni 2026
Menkop Dorong Koperasi Energi Bersih demi Ekonomi Desa
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono (FOTO: NET)

JAKARTA – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memotivasi pertumbuhan koperasi yang mengandalkan energi terbarukan demi memperkokoh ekonomi hijau sekaligus mendongkrak kemandirian ekonomi warga di wilayah pedesaan.

Ferry mengutarakan saat meresmikan Forum Ekonomi Hijau Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran di Jakarta, Rabu, bahwa koperasi memegang andil strategis demi menyokong agenda pembangunan berkelanjutan lantaran dapat memproses sumber daya secara produktif, adil, serta berkelanjutan, dan mengokohkan keterlibatan warga dalam transformasi ekonomi nasional.

“Untuk memperkuat peran tersebut, Kementerian Koperasi mendorong berbagai kegiatan pengembangan koperasi berbasis energi terbarukan, sehingga instrumen kemandirian ekonomi desa itu juga bisa berkembang secara bersamaan,” kata Ferry dikutip dari keterangan pers.

Ia memberikan contoh salah satu program yang sedang digulirkan pemerintah lewat gerakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Dalam perjalanannya, ia mengutarakan bahwa Kementerian Koperasi mendapati masih ada beberapa desa yang belum memperoleh aliran listrik yang layak dan masih bergantung pada generator bertenaga solar yang cuma bisa menyala selama hitungan jam tiap hari.

Guna merampungkan masalah itu, Ferry memaparkan bahwa Kementerian Koperasi berkolaborasi dengan PT PLN (Persero) menggarap pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) percontohan bagi koperasi desa di Pulau Sembur Laut, Kota Batam.

“Kami berdiskusi dengan PT PLN dan membuat pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas 6 megawatt yang kami buat sebagai pilot project di Sembur Laut. Dalam waktu dekat sudah bisa diresmikan menjadi model percontohan,” ujar Ferry.

Ia menginginkan skema itu bisa dicontoh di bermacam desa yang sampai sekarang belum mendapatkan aliran listrik yang memadai.

Ia optimis pemanfaatan energi terbarukan dapat menyusutkan ongkos energi yang selama ini membebani warga di daerah pelosok yang masih menggunakan bahan bakar solar.

Walau begitu, ia membenarkan bahwa perluasan ekonomi hijau di Indonesia masih membentur beberapa hambatan, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, penyelarasan lintas sektor, sampai kebutuhan pendanaan yang mencukupi.

Ferry mengimbuhkan bahwa peralihan menuju ekonomi hijau tidak boleh cuma bersandar pada regulasi pemerintah ataupun korporasi besar, melainkan juga harus tumbuh dari level komunitas lewat keterlibatan masyarakat.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua