Ibunda Wafat, Didier Deschamps Tinggalkan Skuad Prancis

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Rabu, 24 Juni 2026
Ibunda Wafat, Didier Deschamps Tinggalkan Skuad Prancis
Ibunda pelatih Les Bleus, Didier Deschamps, baru saja menutup mata (FOTO: NET)

JAKARTA - Didier Deschamps dipastikan meninggalkan pemusatan latihan Prancis dalam gelaran Piala Dunia 2026 usai menerima kabar duka dari pihak keluarga.

Pelatih Les Bleus tersebut memilih kembali ke Prancis guna menghadiri prosesi pemakaman ibundanya.

Kepergian Didier Deschamps mengharuskan Prancis melakoni laga tanpa arahan langsung pelatih utama saat bertemu Norwegia.

Pertandingan penentuan fase grup tersebut dijadwalkan bakal tersaji di Gillette Stadium, Foxborough, Massachusetts.

Prancis sendiri masih berada dalam posisi yang menguntungkan menjelang laga tersebut.

Les Bleus telah memastikan satu tiket ke babak gugur berkat raihan dua kemenangan beruntun.

Kendati demikian, absennya sosok utama di sisi lapangan tetap menjadi kehilangan berarti bagi skuad Prancis, apalagi duel kontra Norwegia akan menentukan posisi juara Grup I.

Federasi Sepak Bola Prancis merilis pernyataan resmi terkait situasi ini.

Pihaknya mengonfirmasi bahwa Deschamps merasa sangat terpukul setelah menerima informasi mengenai kepergian sang ibu.

“Pelatih tim nasional sangat berduka setelah mengetahui pagi ini bahwa ibundanya telah meninggal dunia.”

Federasi juga menegaskan bahwa asisten pelatih Guy Stephan akan mengambil alih komando tim untuk sementara waktu.

Langkah ini diambil setelah melakukan diskusi bersama Presiden Federasi Sepak Bola Prancis, Philippe Diallo.

“Dengan persetujuan Philippe Diallo, Presiden Federasi Sepak Bola Prancis, Didier Deschamps mempercayakan asistennya, Guy Stephan, untuk memimpin skuad hingga ia kembali.”

Federasi pun meminta masyarakat untuk menghormati privasi keluarga selama masa berkabung ini.

Guy Stephan bukanlah figur asing dalam jajaran staf kepelatihan Prancis.

Ia telah menjadi tangan kanan Deschamps selama 14 tahun dalam mengawal tim nasional.

Prancis hadir di turnamen ini dengan status sebagai salah satu kandidat juara.

Mereka membuka langkah dengan kemenangan 3-1 atas Senegal, lalu menundukkan Irak dengan skor 3-0.

Hasil imbang kontra Norwegia sudah cukup bagi mereka untuk mengunci posisi puncak grup melalui keunggulan selisih gol.

Deschamps sendiri telah menukangi tim nasional Prancis sejak tahun 2012 dan akan mengakhiri jabatannya setelah Piala Dunia musim panas ini rampung.

Selama masa kepemimpinannya, Prancis bertransformasi menjadi kekuatan elite dunia, dengan kesuksesan menjuarai Piala Dunia 2018 serta mencapai partai final dalam dua edisi turnamen berturut-turut.

Sebagai mantan pemain, Deschamps juga memiliki warisan besar bagi Les Bleus.

Mantan gelandang tersebut pernah mengangkat trofi Piala Dunia 1998 serta Euro 2000 saat mengemban tugas sebagai kapten tim.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua