SIG Olah Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak untuk Tekan Emisi

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Rabu, 24 Juni 2026
SIG Olah Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak untuk Tekan Emisi
Semen Indonesia Group (SIG) (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SIG) secara berkelanjutan meningkatkan implementasi inisiatif ekonomi sirkular di sekitar area kerjanya.

Melalui anak perusahaan mereka, PT Solusi Bangun Andalas (SBA), perseroan menghadirkan terobosan sosial bernama Sakeladera (Sampah Kelapa untuk Desa Sejahtera) guna mengubah sampah padat di kawasan wisata Pantai Lampuuk, Aceh, menjadi bahan baku pakan ternak yang memiliki nilai ekonomis.

Tindakan taktis ini dilakukan guna menangani persoalan volume sampah kelapa dari aktivitas pariwisata yang mencapai angka 60 ton setiap bulannya.

Sebelumnya, limbah tersebut hanya dibakar dan mengakibatkan emisi karbon sebesar 34,8 ton $CO_2$ setiap bulannya ke atmosfer.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menjelaskan bahwa program Sakeladera adalah wujud nyata penerapan Sustainability Roadmap SIG 2030, khususnya pada aspek “Perlindungan terhadap Lingkungan” serta “Menciptakan Nilai untuk Karyawan dan Komunitas”.

”Program Sakeladera menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan dengan rasio Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,5. Artinya, setiap Rp1 investasi yang ditanamkan perusahaan, berhasil menghasilkan Rp2,5 manfaat langsung bagi masyarakat. Inovasi sosial ini terbukti berhasil mengatasi kerusakan lingkungan sekaligus memacu kesejahteraan,” urai Vita dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (23/6/2026).

Melalui inisiatif ini, sisa sabut kelapa diproses memakai mesin pencacah menjadi cocopeat sebagai bahan campuran pakan ternak alternatif.

Berdasarkan hasil uji laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri, produk cocopeat tersebut terbukti layak karena kaya akan protein dan kalsium yang diperlukan oleh hewan ternak.

Langkah penggantian ini memberikan dampak positif bagi para peternak unggas lokal di Lhoknga, Aceh, yang sebelumnya bergantung pada pasokan pakan dari luar daerah dengan biaya mencapai Rp48 juta per bulan.

Dalam pelaksanaannya, PT Solusi Bangun Andalas bekerja sama dengan komunitas lokal, yakni Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil).

Kemitraan ini adalah kelanjutan dari program pelestarian pesisir “Sobat Si Abes” yang sudah dirintis sejak tahun 2022.

Muhammad Ikhsan, perwakilan warga dari Kelompok Usaha Puyuh Andalas binaan SBA, menyatakan bahwa pasokan cocopeat hasil olahan limbah ini merubah struktur biaya produksi kelompoknya secara signifikan. Sampah yang awalnya dibuang percuma kini menjadi komoditas substitusi yang mengamankan kelancaran operasional usaha peternakan di tingkat akar rumput.

Manajemen SIG berkomitmen untuk terus mendorong seluruh unit bisnis di bawah holding guna menghasilkan solusi sosial dan konstruksi yang adaptif.

Upaya ini diharapkan dapat memperkokoh kinerja dasar perusahaan, menjaga pelestarian keanekaragaman hayati, serta meningkatkan kepercayaan pemegang saham pada komitmen hijau ESG emiten SMGR.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua