Bauran EBT Indonesia Capai 18,3 Persen, Pemerintah Terus Genjot Ketahanan

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Rabu, 01 Juli 2026
 Bauran EBT Indonesia Capai 18,3 Persen, Pemerintah Terus Genjot Ketahanan
Ilustrasi PLTS (FOTO: NET)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus menggenjot kenaikan bauran energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.

Hingga kini, capaian bauran EBT sudah menyentuh angka 18,3%.

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengungkapkan, perolehan bauran energi sebesar 18,3% tersebut bersumber dari sumbangsih sektor ketenagalistrikan serta non-ketenagalistrikan.

"Untuk energi baru terbarukan ini memang kalau kita melihat pertumbuhannya sudah tumbuh sampai dengan 18,3%. Jadi bauran kami itu sudah di atas dari 18%. 18,3% ini terdiri dari apa? Dari ketenagalistrikan dan non-ketenagalistrikan," ujarnya dari Sumbernya dalam kegiatan Energy Forum, Jakarta dikutip Selasa (30/6/2026).

Eniya berpendapat, hasil tersebut telah mencukupi target Rencana Strategis (Renstra) Kementerian ESDM tahun ini yang berada pada rentang 17-21 persen.

Walaupun demikian, pihak pemerintah berupaya agar bauran EBT terus menanjak demi memperkokoh ketahanan energi nasional.

"Tahun ini kami sudah tercapai nih, renstra-nya itu sekarang di rentang 17 sampai 21%, kami sudah di 18,3%. Kami ingin lebih resilience lagi. Nah, upaya untuk mendongkrak itu ada strategi pemerintah untuk menaikkan bauran energi ini," kata dari Sumbernya.

Selanjutnya, demi merealisasikan target tersebut, pemerintah menyusun berbagai taktik, antara lain memperlebar penerapan mandatori biodiesel, mengakselerasi pendirian PLTS berkapasitas 100 gigawatt (GW), serta memacu pemakaian kompor listrik dan alih wahana berbahan bakar minyak ke wahana listrik.

Di samping itu, pemerintah pun mulai memperluas penggunaan bahan dasar bioenergi dari bermacam jenis tanaman, tidak terbatas pada kelapa sawit saja.

"Lalu ada tanaman yang lain lagi seperti kelapa begitu untuk bio avtur. Jadi ke depan akan banyak sekali potensi kami menaikkan lifting minyak dari tanaman. Nah, sekaligus program efisiensi energi juga kami tingkatkan. Kami ingin masyarakat kami itu menggunakan energi secara bijak, jadi secara smart," kata dari Sumbernya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua