Rotor PLN MCTN Lolos Tahap Krusial, Siap Dikirim ke Riau
JAKARTA - Proses pembenahan mesin pembangkit listrik kepunyaan PLN MCTN yang berfungsi vital dalam menopang aktivitas sektor hulu migas di Riau kian memperlihatkan kemajuan yang bagus.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, memaparkan bahwa fase reparasi bagian rotor serta kompresor saat ini dipacu lewat sistem pengerjaan simultan demi menyegerakan pemulihan performa pembangkit.
Berdasarkan keterangan Djoko, tindakan meratakan permukaan poros (shaft) rotor beserta kompresor dilaksanakan sejalan guna memotong durasi kerja dengan tetap memprioritaskan faktor mutu dan keamanan operasional.
Dia menyampaikan sudah menginstruksikan secara langsung Direktur Utama PLN MCTN beserta manajemen firma perbaikan mesin industri PT Sulzer supaya aktivitas grinding atau perataan dibuat dengan penuh ketelitian. Tindakan itu krusial demi menghindari pengikisan permukaan rotor secara kelewatan yang berisiko memicu kendala sewaktu disetting ulang.
“Penghalusan tidak boleh terlalu ekstrem agar permukaan rotor tidak tergerus. Jika terjadi kelonggaran saat pemasangan, hal itu bisa memicu getaran atau vibrasi ketika pelumas telah digunakan dalam jangka waktu tertentu,” ujar Djoko dalam laporan perkembangan perbaikan pembangkit kepada Listrik Indonesia. Sabtu, (13/6/2026).
Demi menjamin mutu hasil kerja tetap aman, pihak PLN MCTN pun menempatkan staf khusus untuk mengontrol secara melekat aktivitas grinding dan perataan elemen primer itu.
Output temporer memperlihatkan hasil yang memuaskan. Besaran toleransi balancing rotor saat ini berada konstan di posisi 0,03 milimeter, yang mengindikasikan level kesetimbangan elemen ada pada keadaan prima untuk berlanjut ke fase setelah ini.
Usai aktivitas perataan permukaan poros selesai, pengerjaan bakal diteruskan dengan sterilisasi memakai nitrogen demi menjamin tiada polutan yang melekat di elemen tersebut. Berikutnya, bagian rotor dan kompresor bakal melewati fase pengepakan vakum demi memelihara proteksi alat selama masa ekspedisi.
Fase lanjutan ialah mobilisasi elemen menuju Riau seusai segala dokumen izin angkutan beres diurus. Aktivitas pengiriman bakal diselenggarakan oleh PT ASDP demi menyokong akselerasi perampungan kerja di area pembangkit.
Djoko menggarisbawahi bahwa SKK Migas senantiasa melakukan pengawasan ketat atas tiap fase pembenahan ini. Kebijakan ini ditempuh demi menjamin mesin pembangkit dapat kembali berfungsi dengan prima sekaligus menyokong stabilitas pasokan daya untuk operasional produksi migas domestik.
Akselerasi pembenahan pembangkit itu menjadi bagian dari tindakan memelihara kontinuitas operasional sektor hulu migas, terkhusus di area kerja vital yang menyuplai input besar bagi produksi energi domestik. Lewat kemajuan yang terus berjalan searah target, proses pemulihan diharapkan bisa lekas beres sehingga stabilitas sistem setrum penyokong aktivitas migas dapat kembali aman.