Jayamas Medica (OMED) Targetkan Pendapatan Rp2,3 Triliun di 2026 Lewat Ekspansi Domestik dan Ekspor

Senin, 30 Maret 2026 | 15:47:18 WIB
Jayamas Medica (OMED) Targetkan Pendapatan Rp2,3 Triliun di 2026 Lewat Ekspansi Domestik dan Ekspor

JAKARTA - PT Jayamas Medica Industri Tbk. (OMED) menargetkan pertumbuhan pendapatan antara 10% hingga 15% pada 2026. Target ini ditetapkan seiring rencana ekspansi pasar domestik dan peningkatan penetrasi ekspor.

Perseroan menargetkan pendapatan sekitar Rp2,3 triliun pada tahun 2026. Selain itu, penjualan ekspor ditargetkan mencapai US$1,0 juta hingga US$1,5 juta.

Louis Krisnadi Hartanto, Direktur Marketing & Sales OMED, menyampaikan bahwa manajemen tetap optimistis terhadap prospek industri alat kesehatan nasional. Meski demikian, tantangan global seperti ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga energi tetap menjadi perhatian.

Target pertumbuhan pendapatan ini akan didukung oleh penguatan distribusi domestik. Perseroan juga akan fokus pada pengembangan produk dengan margin lebih tinggi serta peningkatan efisiensi operasional berkelanjutan.

Kinerja Keuangan OMED Sepanjang Tahun 2025

Pada 2025, OMED mencatat penjualan bersih sebesar Rp2,06 triliun. Angka ini meningkat 9,4% secara tahunan dibandingkan Rp1,89 triliun pada tahun 2024.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bruto meningkat 15% menjadi Rp717,5 miliar. Margin laba bruto membaik menjadi 34,8% dari sebelumnya 33,1%, mencerminkan efisiensi biaya produksi dan bauran produk yang lebih menguntungkan.

Laba usaha OMED juga tumbuh 12,2% YoY menjadi Rp390,9 miliar. Margin usaha tercatat 18,9%, menunjukkan pengelolaan biaya yang stabil meski bisnis terus berkembang.

Laba tahun berjalan meningkat 13,9% menjadi Rp368,9 miliar. Laba per saham (EPS) juga naik menjadi Rp13,57 dari Rp11,89 pada tahun sebelumnya.

Kontributor Pertumbuhan Segmen Usaha

Produk medis sekali pakai dan habis pakai tetap menjadi kontributor terbesar. Segmen ini menyumbang sekitar 48,8% dari total pendapatan dengan pertumbuhan 9,4% YoY.

Segmen perawatan luka mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 16,2% YoY. Lonjakan ini didorong oleh peningkatan volume penjualan dan peluncuran produk baru Isoplast.

Segmen antiseptik dan dialisis juga tumbuh 9,6% YoY. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan volume penjualan serta produk baru yang diluncurkan ke pasar.

Segmen bioteknologi dan laboratorium membukukan pertumbuhan tertinggi sebesar 30,1% YoY. Hal ini menunjukkan keberhasilan OMED dalam mengembangkan lini produk yang inovatif.

Sementara itu, segmen diagnostik dan peralatan medis mengalami penyesuaian sebesar 6,9% YoY. Perubahan ini mengikuti dinamika permintaan pasar yang lebih fluktuatif.

Strategi Perusahaan untuk Mendukung Pertumbuhan

Kinerja ini mencerminkan stabilitas model bisnis OMED. Portofolio produk yang terdiversifikasi dan jaringan distribusi yang luas menjadi faktor kunci.

Perseroan berfokus pada penguatan distribusi domestik dan ekspansi pasar ekspor. Strategi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pendapatan yang konsisten hingga 2026.

Selain itu, peningkatan efisiensi operasional menjadi prioritas. Langkah ini bertujuan menjaga margin laba tetap sehat meski persaingan di industri alat kesehatan meningkat.

OMED juga memanfaatkan peluncuran produk baru untuk menggaet segmen pasar dengan margin lebih tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menambah kontribusi pendapatan secara signifikan.

Prospek Industri dan Tantangan Global

Meski prospek industri alat kesehatan cukup positif, risiko global tetap ada. Faktor ketidakpastian geopolitik dan tekanan harga energi menjadi perhatian bagi manajemen OMED.

Namun, manajemen mempertahankan pandangan konstruktif. Optimisme ini didukung oleh strategi ekspansi yang terencana dan pengelolaan biaya yang efektif.

Dengan kombinasi strategi diversifikasi produk, distribusi yang luas, dan ekspansi pasar ekspor, OMED menargetkan pertumbuhan pendapatan yang stabil. Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk mewujudkan target Rp2,3 triliun.

Perseroan yakin bahwa kombinasi inovasi produk, efisiensi operasional, dan penetrasi pasar yang lebih luas akan memperkuat kinerja keuangan. Strategi ini sekaligus menjadi fondasi bagi pertumbuhan jangka panjang.

Terkini