Azhari Akhiri Masa Jabatan di SKK Migas Kalimantan-Sulawesi
- Sabtu, 16 Mei 2026
BALIKPAPAN - Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Azhari, dijadwalkan menyelesaikan masa jabatannya pada 1 Juni esok.
Setelah mendedikasikan waktu hingga berpuluh-puluh tahun di sektor hulu migas, Azhari mengeklaim bahwa wilayah Kalimantan Timur bukan sekadar area penugasan, melainkan sebuah bagian krusial dalam perjalanan hidup personalnya.
“Kalimantan Timur ini bagi saya adalah kehidupan saya. Setengah dari umur yang Allah berikan saya habiskan di Kalimantan Timur,” ujarnya saat menyampaikan pesan perpisahan di Balikpapan, pada hari Jumat, 15 Mei 2026.
Baca Juga
Azhari meniti langkah awalnya di sektor hulu migas sejak tahun 2001 kala bergabung dengan Unocal Indonesia yang berbasis di Kota Balikpapan.
Setelah dipindahtugaskan ke Jakarta bersama SKK Migas pada 2010 dan sempat memimpin di Badan Pengelola Migas Aceh pada 2016, ia ditarik kembali ke Balikpapan guna meneruskan pengabdiannya di lini energi.
Sepanjang memegang tanggung jawab di Kalimantan Timur, Azhari mengutarakan bahwa ia menyimpan banyak memori yang mendalam.
Bahkan, salah satu buah hatinya dilahirkan di Kota Balikpapan.
Oleh sebab itu, ia melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap warga serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, yang disebutnya telah mengambil peran sangat penting di dalam jalan hidupnya.
“Saya ingin berterima kasih kepada provinsi ini yang telah memberikan kehidupan kepada saya dan keluarga. Saya juga berterima kasih kepada semua sahabat dan teman-teman yang bersama-sama meniti kehidupan di kota ini,” katanya.
Bukan cuma menorehkan kenangan yang sifatnya personal, Azhari pun merasa beruntung memperoleh peluang besar untuk memberikan sumbangsih bagi kemajuan sektor hulu migas di wilayah Kalimantan Timur.
Langkah konkret yang ditempuhnya adalah dengan mendorong keterlibatan korporasi lokal serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar mampu berintegrasi ke dalam rantai pasok industri migas.
Menurut pandangannya, dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini, sejumlah BUMD di Kalimantan Timur telah mulai memegang kesempatan untuk terjun langsung memetakan pengelolaan sektor migas, termasuk mengeksplorasi pengelolaan sumur minyak dan gas bumi.
“Saya sudah membuka jalan dan memberikan kesempatan agar mereka bisa tumbuh. Sebagian sedang dikerjakan dan sebagian lagi akan dikerjakan,” ujarnya.
Azhari turut menyoroti momentum kebangkitan kembali sektor migas di Kalimantan Timur dalam jangka waktu lima tahun terakhir.
Usai sempat didera penurunan volume produksi, area Kalimantan Timur saat ini kembali memancarkan gairah optimisme yang segar berkat penemuan cadangan migas berskala masif di Selat Makassar sekaligus potensi yang masih terpendam di wilayah Delta Mahakam.
“Alhamdulillah, dalam lima tahun terakhir Kalimantan Timur mendapatkan berkah luar biasa. Kami tahu akan ada produksi besar di Kalimantan Timur, sementara di Delta Mahakam juga masih banyak cadangan minyak dan gas bumi,” katanya.
Ia mengimbau rekan-rekan media beserta seluruh lapisan masyarakat untuk bergotong-royong mengawal atmosfer positif di industri migas lantaran lini tersebut hingga kini masih memegang peran sebagai salah satu pilar penopang utama finansial daerah.
Di samping mencurahkan perhatian pada penguatan sektor industri, Azhari pun menaruh kepedulian yang tinggi pada eskalasi mutu sumber daya manusia lokal.
Sepanjang tiga tahun belakangan, SKK Migas bersama dengan jajaran pemerintah daerah dan perusahaan migas mengutus para pemuda daerah, khususnya yang berasal dari Kutai Kartanegara sebagai episentrum industri, guna menyerap pelatihan pengelasan berskala industri di Batam.
Inisiatif program tersebut menyasar kalangan anak-anak yang datang dari keluarga prasejahtera dan seluruh alumnus pelatihan diklaim sukses terserap ke dalam peta industri manufaktur berskala nasional, bahkan beberapa di antaranya berhasil direkrut oleh korporasi manufaktur di Singapura.
“Tidak ada lagi alasan bahwa putra-putri daerah tidak punya kemampuan. Persoalannya adalah apakah mereka diberi kesempatan atau tidak,” tegasnya.
Pemberian pelatihan tersebut bergulir dalam waktu tiga bulan lewat pola edukasi khusus berkonsep asrama.
Bahkan sebelum masa pendidikan resmi berakhir, sejumlah perusahaan dikabarkan sudah merapat untuk langsung merekrut para peserta didik tersebut.
Azhari memaparkan bahwa anggaran untuk menyelenggarakan pelatihan itu tergolong masif, yakni menyentuh kisaran Rp300 juta untuk setiap individu.
Meski demikian, ia memandang alokasi investasi tersebut sangat krusial demi mematangkan generasi anyar yang sanggup mengangkat derajat ekonomi keluarga sekaligus daerah asal mereka.
“Pemerintah daerah mengambil anak-anak dari keluarga prasejahtera agar mereka bisa menjadi pionir dalam keluarganya dan membantu kehidupan ekonomi keluarganya,” ujarnya.
Setelah resmi merampungkan masa baktinya di regional Kalimantan dan Sulawesi, Azhari dijadwalkan bertolak kembali menuju Jakarta guna menyelesaikan tanggung jawab akhir di lingkaran SKK Migas.
Posisi yang ditinggalkannya kelak bakal diteruskan oleh Haryanto Sapri yang pada periode sebelumnya mengemban tugas di area Sumatera dan Maluku.
Azhari menaruh rasa optimis yang tinggi bahwa sosok penggantinya tersebut bakal mampu merawat bahkan mendongkrak capaian kinerja yang sudah ditanam selama ini.
“Haryanto Sapri orang yang sangat ramah dan baik. Saya pikir Haryanto Sapri bisa berbuat lebih baik lagi untuk daerah ini,” tutupnya.
David Ilham
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Manchester United Incar Shea Charles Murah Untuk Gantikan Casemiro Musim Panas
- Jumat, 10 April 2026
Chelsea Tolak Real Madrid Demi Pertahankan Bek Muda Josh Acheampong Masa Depan
- Jumat, 10 April 2026
Liverpool Semakin Dekat Amankan Kontrak Baru Ibrahima Konate Di Anfield Musim Ini
- Jumat, 10 April 2026












